alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Penyelidikan Kasus Rp 107 M Berlanjut

Bupati Hendy Tak Akan Hambat Proses Hukum

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diperiksanya sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember atas penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sejauh ini terus didalami oleh penyelidik dari Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Jika Senin (21/3) kemarin ada tiga pejabat dipanggil, kali ini empat pejabat yang dimintai keterangan oleh polisi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Tiga pejabat yang dipanggil penyelidik (bukan penyidik seperti berita sebelumnya) adalah Harifin sebagai mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) dana Covid-19 tahun 2020,  Mat Satuki selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) saat itu, dan Fitri, mantan bendahara BPBD Jember tahun 2020. Sementara, Selasa (22/3) kemarin, empat orang tambahan dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Jember yang juga dipanggil penyelidik Polda Jatim.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan demikian, total sebanyak tujuh pejabat yang diperiksa polisi. “Kurang lebih ada tujuh orang yang tengah diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, empat pejabat tambahan yang diperiksa itu ada nama Sri Laksmi Nuri Indradewi, mantan kasubbag perundangan Pemkab Jember. Kemudian, Sahrul, mantan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) saat itu, dan dua mantan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, Yuliana Harimurti dan Peni Artamedya.

Kedatangan mereka menghadap penyelidik itu terkait kelanjutan temuan BPK RI mengenai penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sebesar Rp 107 miliar yang tanpa surat pertanggungjawaban. Polisi mengendus aroma ketidakberesan atas kinerja sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember, yang sempat menggarap sejumlah proyek era Bupati Jember Faida tersebut. Hingga petang kemarin, penyelidikan terhadap empat dari total tujuh pejabat yang dipanggil itu masih berlangsung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diperiksanya sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember atas penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sejauh ini terus didalami oleh penyelidik dari Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Jika Senin (21/3) kemarin ada tiga pejabat dipanggil, kali ini empat pejabat yang dimintai keterangan oleh polisi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Tiga pejabat yang dipanggil penyelidik (bukan penyidik seperti berita sebelumnya) adalah Harifin sebagai mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) dana Covid-19 tahun 2020,  Mat Satuki selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) saat itu, dan Fitri, mantan bendahara BPBD Jember tahun 2020. Sementara, Selasa (22/3) kemarin, empat orang tambahan dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Jember yang juga dipanggil penyelidik Polda Jatim.

Dengan demikian, total sebanyak tujuh pejabat yang diperiksa polisi. “Kurang lebih ada tujuh orang yang tengah diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, empat pejabat tambahan yang diperiksa itu ada nama Sri Laksmi Nuri Indradewi, mantan kasubbag perundangan Pemkab Jember. Kemudian, Sahrul, mantan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) saat itu, dan dua mantan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, Yuliana Harimurti dan Peni Artamedya.

Kedatangan mereka menghadap penyelidik itu terkait kelanjutan temuan BPK RI mengenai penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sebesar Rp 107 miliar yang tanpa surat pertanggungjawaban. Polisi mengendus aroma ketidakberesan atas kinerja sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember, yang sempat menggarap sejumlah proyek era Bupati Jember Faida tersebut. Hingga petang kemarin, penyelidikan terhadap empat dari total tujuh pejabat yang dipanggil itu masih berlangsung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Diperiksanya sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember atas penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sejauh ini terus didalami oleh penyelidik dari Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Jika Senin (21/3) kemarin ada tiga pejabat dipanggil, kali ini empat pejabat yang dimintai keterangan oleh polisi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Tiga pejabat yang dipanggil penyelidik (bukan penyidik seperti berita sebelumnya) adalah Harifin sebagai mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) dana Covid-19 tahun 2020,  Mat Satuki selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) saat itu, dan Fitri, mantan bendahara BPBD Jember tahun 2020. Sementara, Selasa (22/3) kemarin, empat orang tambahan dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Jember yang juga dipanggil penyelidik Polda Jatim.

Dengan demikian, total sebanyak tujuh pejabat yang diperiksa polisi. “Kurang lebih ada tujuh orang yang tengah diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, empat pejabat tambahan yang diperiksa itu ada nama Sri Laksmi Nuri Indradewi, mantan kasubbag perundangan Pemkab Jember. Kemudian, Sahrul, mantan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) saat itu, dan dua mantan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, Yuliana Harimurti dan Peni Artamedya.

Kedatangan mereka menghadap penyelidik itu terkait kelanjutan temuan BPK RI mengenai penggunaan dana penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu sebesar Rp 107 miliar yang tanpa surat pertanggungjawaban. Polisi mengendus aroma ketidakberesan atas kinerja sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember, yang sempat menggarap sejumlah proyek era Bupati Jember Faida tersebut. Hingga petang kemarin, penyelidikan terhadap empat dari total tujuh pejabat yang dipanggil itu masih berlangsung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/