alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Belasan Kasus Kekerasan di Bulan Januari

Perlu Pencegahan demi Lindungi Perempuan-Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Pasalnya, selama Januari 2022, terdapat 15 kasus yang dilaporkan kepada Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jember.

Adanya belasan kasus itu disampaikan langsung Poedjo Boedi Santoso, kepala UPTD PPA Jember. Menurut Boedi, panggilan akrabnya, kasus itu bermacam-macam. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kekerasan seksual. “Kayak tadi kita pendampingan hak asuh anak di PA,” jelas Boedi, di kantornya yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No 21 Jember.

Menurut dia, kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya media sosial yang mudah di jangkau oleh siapa pun. Sehingga banyak orang menyalahgunakan hal tersebut untuk melakukan sesuatu hal yang tidak di inginkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, Boedi menjelaskan, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada korban. Mulai dari membawanya ke psikolog agar tidak terjadi trauma berlarut larut sampai membawanya ke ranah hukum agar korban mendapat keadilan. “Sampai selesai kita,” paparnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Pasalnya, selama Januari 2022, terdapat 15 kasus yang dilaporkan kepada Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jember.

Adanya belasan kasus itu disampaikan langsung Poedjo Boedi Santoso, kepala UPTD PPA Jember. Menurut Boedi, panggilan akrabnya, kasus itu bermacam-macam. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kekerasan seksual. “Kayak tadi kita pendampingan hak asuh anak di PA,” jelas Boedi, di kantornya yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No 21 Jember.

Menurut dia, kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya media sosial yang mudah di jangkau oleh siapa pun. Sehingga banyak orang menyalahgunakan hal tersebut untuk melakukan sesuatu hal yang tidak di inginkan.

Tak hanya itu, Boedi menjelaskan, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada korban. Mulai dari membawanya ke psikolog agar tidak terjadi trauma berlarut larut sampai membawanya ke ranah hukum agar korban mendapat keadilan. “Sampai selesai kita,” paparnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Pasalnya, selama Januari 2022, terdapat 15 kasus yang dilaporkan kepada Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jember.

Adanya belasan kasus itu disampaikan langsung Poedjo Boedi Santoso, kepala UPTD PPA Jember. Menurut Boedi, panggilan akrabnya, kasus itu bermacam-macam. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kekerasan seksual. “Kayak tadi kita pendampingan hak asuh anak di PA,” jelas Boedi, di kantornya yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No 21 Jember.

Menurut dia, kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya media sosial yang mudah di jangkau oleh siapa pun. Sehingga banyak orang menyalahgunakan hal tersebut untuk melakukan sesuatu hal yang tidak di inginkan.

Tak hanya itu, Boedi menjelaskan, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada korban. Mulai dari membawanya ke psikolog agar tidak terjadi trauma berlarut larut sampai membawanya ke ranah hukum agar korban mendapat keadilan. “Sampai selesai kita,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/