alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

MUI Tetapkan Rambu Aliran Sesat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MUNCULNYA aliran keagamaan di Kecamatan Gumukmas, bernama jamaah Tibbul Qulub, akhir 2020 lalu, sempat menggegerkan warga Jember. Sebab, aliran keagamaan yang dipimpin Musadad itu dinilai menyimpang dan mengancam keyakinan para pengikutnya.

Salah satu bentuk penyimpangannya, terdapat dalam rekaman video yang viral di media sosial beberapa bulan lalu. Dalam rekaman itu terdengar kalimat yang menganggap umat menyatu dengan Tuhan. Ajaran ini hampir sama dengan doktrin manunggaling kawula gusti.

Kejadian itu pun sempat menyeret Musadad, selaku pimpinan Tibbul Qulub, memberikan klarifikasi di hadapan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) di Aula Kejaksaan, Rabu (20/1) lalu. Forum itu juga menghadirkan sejumlah pimpinan tokoh agama di Jember. Musadad pun mengakui salah dan telah menyatakan permintaan maaf secara terbuka saat itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Halim Soebahar menjelaskan, ajaran itu jelas melanggar ketentuan Islam bahkan bertentangan. “Memang banyak kebudayaan kita yang beragam. Itu lumrah karena bagian dari kebudayaan. Tapi kalau itu mengarah pada rusaknya akidah (keyakinan, Red) itu sudah kategori sesat,” ucapnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MUNCULNYA aliran keagamaan di Kecamatan Gumukmas, bernama jamaah Tibbul Qulub, akhir 2020 lalu, sempat menggegerkan warga Jember. Sebab, aliran keagamaan yang dipimpin Musadad itu dinilai menyimpang dan mengancam keyakinan para pengikutnya.

Salah satu bentuk penyimpangannya, terdapat dalam rekaman video yang viral di media sosial beberapa bulan lalu. Dalam rekaman itu terdengar kalimat yang menganggap umat menyatu dengan Tuhan. Ajaran ini hampir sama dengan doktrin manunggaling kawula gusti.

Kejadian itu pun sempat menyeret Musadad, selaku pimpinan Tibbul Qulub, memberikan klarifikasi di hadapan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) di Aula Kejaksaan, Rabu (20/1) lalu. Forum itu juga menghadirkan sejumlah pimpinan tokoh agama di Jember. Musadad pun mengakui salah dan telah menyatakan permintaan maaf secara terbuka saat itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Halim Soebahar menjelaskan, ajaran itu jelas melanggar ketentuan Islam bahkan bertentangan. “Memang banyak kebudayaan kita yang beragam. Itu lumrah karena bagian dari kebudayaan. Tapi kalau itu mengarah pada rusaknya akidah (keyakinan, Red) itu sudah kategori sesat,” ucapnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MUNCULNYA aliran keagamaan di Kecamatan Gumukmas, bernama jamaah Tibbul Qulub, akhir 2020 lalu, sempat menggegerkan warga Jember. Sebab, aliran keagamaan yang dipimpin Musadad itu dinilai menyimpang dan mengancam keyakinan para pengikutnya.

Salah satu bentuk penyimpangannya, terdapat dalam rekaman video yang viral di media sosial beberapa bulan lalu. Dalam rekaman itu terdengar kalimat yang menganggap umat menyatu dengan Tuhan. Ajaran ini hampir sama dengan doktrin manunggaling kawula gusti.

Kejadian itu pun sempat menyeret Musadad, selaku pimpinan Tibbul Qulub, memberikan klarifikasi di hadapan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) di Aula Kejaksaan, Rabu (20/1) lalu. Forum itu juga menghadirkan sejumlah pimpinan tokoh agama di Jember. Musadad pun mengakui salah dan telah menyatakan permintaan maaf secara terbuka saat itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Halim Soebahar menjelaskan, ajaran itu jelas melanggar ketentuan Islam bahkan bertentangan. “Memang banyak kebudayaan kita yang beragam. Itu lumrah karena bagian dari kebudayaan. Tapi kalau itu mengarah pada rusaknya akidah (keyakinan, Red) itu sudah kategori sesat,” ucapnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/