alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Berharap Pemerintah Pasang Palang Pelintasan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mamik tampak sibuk mengutak-atik ponsel pintarnya saat duduk di depan pelataran rumah Risma, yang berdampingan dengan rel pelintasan kereta api di Jalan Slamet Riyadi, Lingkungan Baratan Wetan, Kecamatan Patrang, kemarin (22/1) pagi. “Aduh, sebentar Mbak, saya lupa mematikan kompor,” ucap Risma, lantas berlari memasuki rumah.

Sejurus kemudian, tampak mobil pikap hendak masuk gang dan menyeberangi pelintasan kereta api dari arah berlawanan. Sementara itu, bunyi klakson kereta api tampak menggema dari arah selatan. “Waduh, hop, hop! Stop, Mas,” teriak Mamik sambil melambaikan tangan kepada pria yang mengendarai pikap itu.

Risma yang menyadari dari dapur rumahnya juga segera bergegas keluar. Kebiasaannya menyetop setiap pengendara yang hendak melintas saat mendengar bunyi klakson kereta api menjadi refleks siang itu. “Saya selalu waswas kalau ada suara klakson kereta api,” tegas Risma.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang pedagang di dekat pelintasan tersebut menyatakan bahwa dirinya takut ada tabrakan antara mobil dengan kereta api. Dikhawatirkan, ada yang tidak tahu kalau ada kereta api yang melintas. “Soalnya, di sini tidak ada palang atau penjaga. Kalau pengendara mobil kan susah mengamati lokasi ada kereta atau tidak,” sanggah Mamik. Berbeda dengan pengendara motor yang lebih mudah mengawasi keadaan.

Risma menyatakan bahwa sudah hampir 10 tahun tak ada kecelakaan di titik yang belum berpalang pintu itu. “Soalnya, tanpa disadari, saya dan suami, bahkan orang-orang sekitar sini selalu berjaga,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mamik tampak sibuk mengutak-atik ponsel pintarnya saat duduk di depan pelataran rumah Risma, yang berdampingan dengan rel pelintasan kereta api di Jalan Slamet Riyadi, Lingkungan Baratan Wetan, Kecamatan Patrang, kemarin (22/1) pagi. “Aduh, sebentar Mbak, saya lupa mematikan kompor,” ucap Risma, lantas berlari memasuki rumah.

Sejurus kemudian, tampak mobil pikap hendak masuk gang dan menyeberangi pelintasan kereta api dari arah berlawanan. Sementara itu, bunyi klakson kereta api tampak menggema dari arah selatan. “Waduh, hop, hop! Stop, Mas,” teriak Mamik sambil melambaikan tangan kepada pria yang mengendarai pikap itu.

Risma yang menyadari dari dapur rumahnya juga segera bergegas keluar. Kebiasaannya menyetop setiap pengendara yang hendak melintas saat mendengar bunyi klakson kereta api menjadi refleks siang itu. “Saya selalu waswas kalau ada suara klakson kereta api,” tegas Risma.

Salah seorang pedagang di dekat pelintasan tersebut menyatakan bahwa dirinya takut ada tabrakan antara mobil dengan kereta api. Dikhawatirkan, ada yang tidak tahu kalau ada kereta api yang melintas. “Soalnya, di sini tidak ada palang atau penjaga. Kalau pengendara mobil kan susah mengamati lokasi ada kereta atau tidak,” sanggah Mamik. Berbeda dengan pengendara motor yang lebih mudah mengawasi keadaan.

Risma menyatakan bahwa sudah hampir 10 tahun tak ada kecelakaan di titik yang belum berpalang pintu itu. “Soalnya, tanpa disadari, saya dan suami, bahkan orang-orang sekitar sini selalu berjaga,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mamik tampak sibuk mengutak-atik ponsel pintarnya saat duduk di depan pelataran rumah Risma, yang berdampingan dengan rel pelintasan kereta api di Jalan Slamet Riyadi, Lingkungan Baratan Wetan, Kecamatan Patrang, kemarin (22/1) pagi. “Aduh, sebentar Mbak, saya lupa mematikan kompor,” ucap Risma, lantas berlari memasuki rumah.

Sejurus kemudian, tampak mobil pikap hendak masuk gang dan menyeberangi pelintasan kereta api dari arah berlawanan. Sementara itu, bunyi klakson kereta api tampak menggema dari arah selatan. “Waduh, hop, hop! Stop, Mas,” teriak Mamik sambil melambaikan tangan kepada pria yang mengendarai pikap itu.

Risma yang menyadari dari dapur rumahnya juga segera bergegas keluar. Kebiasaannya menyetop setiap pengendara yang hendak melintas saat mendengar bunyi klakson kereta api menjadi refleks siang itu. “Saya selalu waswas kalau ada suara klakson kereta api,” tegas Risma.

Salah seorang pedagang di dekat pelintasan tersebut menyatakan bahwa dirinya takut ada tabrakan antara mobil dengan kereta api. Dikhawatirkan, ada yang tidak tahu kalau ada kereta api yang melintas. “Soalnya, di sini tidak ada palang atau penjaga. Kalau pengendara mobil kan susah mengamati lokasi ada kereta atau tidak,” sanggah Mamik. Berbeda dengan pengendara motor yang lebih mudah mengawasi keadaan.

Risma menyatakan bahwa sudah hampir 10 tahun tak ada kecelakaan di titik yang belum berpalang pintu itu. “Soalnya, tanpa disadari, saya dan suami, bahkan orang-orang sekitar sini selalu berjaga,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/