alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Jangan Diam, Pak Anas!

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penetapan Anas Ma’ruf sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi megaproyek revitalisasi Pasar Manggisan membuat sebagian pihak terkejut. Kendati begitu, banyak yang berharap agar pria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember ini blak-blakan dan membuka kasus itu ke publik. Termasuk siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, dirinya belum yakin jika Anas benar-benar melakukan korupsi. Menurutnya, Anas yang dikenal baik hanya menjadi korban kebijakan. “Sebagai mitra Disperindag, kami sangat prihatin. Tetapi untuk kasus ini, kami melihat Pak Anas sepertinya menjadi korban kebijakan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Anas Ma’ruf yang menjadi tersangka kasus Manggisan saat itu menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dirinya bukan hanya menjadi pengguna anggaran tetapi juga menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK). “Mungkin beliau kurang memahami proses dalam peraturan yang berkaitan dengan konstruksi, sehingga tetap dipaksakan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anas yang menjabat sebagai kepala dinas plus merangkap menjadi PPK diduga karena ada instruksi dari pejabat yang ada di atasnya. Namun demikian, dia tidak berani menolak sekalipun yang dilakukan itu menabrak peraturan. “Pada prosesnya diduga ada peraturan yang ditabrak, tapi tetap dipaksakan. Mungkin Pak Anas kurang ada keberanian untuk menolak,” duganya.

Untuk menelusuri benar tidaknya kebijakan tersebut, Siswono menyebut, masih membutuhkan proses. Apalagi, DPRD Jember melalui panitia angket masih menyelidiki dugaan pelanggaran perundang-undangan atas kebijakan dalam pengadaan barang dan jasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penetapan Anas Ma’ruf sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi megaproyek revitalisasi Pasar Manggisan membuat sebagian pihak terkejut. Kendati begitu, banyak yang berharap agar pria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember ini blak-blakan dan membuka kasus itu ke publik. Termasuk siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, dirinya belum yakin jika Anas benar-benar melakukan korupsi. Menurutnya, Anas yang dikenal baik hanya menjadi korban kebijakan. “Sebagai mitra Disperindag, kami sangat prihatin. Tetapi untuk kasus ini, kami melihat Pak Anas sepertinya menjadi korban kebijakan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Anas Ma’ruf yang menjadi tersangka kasus Manggisan saat itu menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dirinya bukan hanya menjadi pengguna anggaran tetapi juga menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK). “Mungkin beliau kurang memahami proses dalam peraturan yang berkaitan dengan konstruksi, sehingga tetap dipaksakan,” ucapnya.

Anas yang menjabat sebagai kepala dinas plus merangkap menjadi PPK diduga karena ada instruksi dari pejabat yang ada di atasnya. Namun demikian, dia tidak berani menolak sekalipun yang dilakukan itu menabrak peraturan. “Pada prosesnya diduga ada peraturan yang ditabrak, tapi tetap dipaksakan. Mungkin Pak Anas kurang ada keberanian untuk menolak,” duganya.

Untuk menelusuri benar tidaknya kebijakan tersebut, Siswono menyebut, masih membutuhkan proses. Apalagi, DPRD Jember melalui panitia angket masih menyelidiki dugaan pelanggaran perundang-undangan atas kebijakan dalam pengadaan barang dan jasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penetapan Anas Ma’ruf sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi megaproyek revitalisasi Pasar Manggisan membuat sebagian pihak terkejut. Kendati begitu, banyak yang berharap agar pria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember ini blak-blakan dan membuka kasus itu ke publik. Termasuk siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, dirinya belum yakin jika Anas benar-benar melakukan korupsi. Menurutnya, Anas yang dikenal baik hanya menjadi korban kebijakan. “Sebagai mitra Disperindag, kami sangat prihatin. Tetapi untuk kasus ini, kami melihat Pak Anas sepertinya menjadi korban kebijakan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Anas Ma’ruf yang menjadi tersangka kasus Manggisan saat itu menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dirinya bukan hanya menjadi pengguna anggaran tetapi juga menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK). “Mungkin beliau kurang memahami proses dalam peraturan yang berkaitan dengan konstruksi, sehingga tetap dipaksakan,” ucapnya.

Anas yang menjabat sebagai kepala dinas plus merangkap menjadi PPK diduga karena ada instruksi dari pejabat yang ada di atasnya. Namun demikian, dia tidak berani menolak sekalipun yang dilakukan itu menabrak peraturan. “Pada prosesnya diduga ada peraturan yang ditabrak, tapi tetap dipaksakan. Mungkin Pak Anas kurang ada keberanian untuk menolak,” duganya.

Untuk menelusuri benar tidaknya kebijakan tersebut, Siswono menyebut, masih membutuhkan proses. Apalagi, DPRD Jember melalui panitia angket masih menyelidiki dugaan pelanggaran perundang-undangan atas kebijakan dalam pengadaan barang dan jasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/