alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

 Iwan Taruna Terpilih Rektor Unej

Kalahkan Warek dan Dekan

Mobile_AP_Rectangle 1

Pertarungan Bendera Usai

Terpilihnya Iwan Taruna mengagetkan sejumlah pihak. Sebab, Iwan hanya berlatar belakang sebagai dosen di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej. Ditambah, ia juga tidak memiliki jabatan struktural serta bukan tercatat sebagai anggota senat.

Namun fakta berkata lain, ia justru mampu mengungguli kedua pesaingnya yang terkenal memiliki jabatan penting di Unej. Seperti halnya Zulfikar, ia tercatat sebagai Wakil Rektor I sekaligus anggota senat. Sedangkan Prof Dafik adalah Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan sekaligus anggota senat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak sampai di situ, dalam kontestasi Pilrek Unej juga kerap disandingkan dengan latar belakang organisasi ekstra kampus terbesar di Unej. Banyak yang menyebut, Iwan Taruna berlatar belakang GMNI, Zulfikar alumnus HMI, dan Dafik alumnus PMII. Artinya, kontestasi itu tak ubahnya pertarungan ketiga bendera organisasi ekstra kampus terbesar di Unej tersebut.

Terkait hal itu, Iwan menanggapi cukup santai. “Itu kan supaya hangat saja,” katanya. Menurut dia, para pendukungnya selama ini terdiri atas berbagai warna dan latar belakang. Bahkan, ia juga menepis bahwa cuma digawangi oleh satu bendera saja.

Iwan sendiri mencontohkan, di beberapa calon petahana juga terdapat berbagai macam-macam ‘warna’. “Mungkin orang mengatakan saya nasionalis, tapi yang nasionalis banyak. Seperti GMNI, HMI banyak, dan PMII itu juga nasionalis,” ucapnya, kemudian tertawa.

Meski jadi rektor terpilih, Dosen FTP Unej itu mengaku masih membutuhkan para kolega lain yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan kelembagaan, yang semuanya tertuang dalam visi dan misinya. Alumnus doktor dari Asian Institute of Technology Bangkok Thailand itu juga mengaku akan memperbaiki dan mengevaluasi berbagai capaian yang sudah didapatkan oleh rektor sebelumnya. “Selanjutnya menunggu pelantikan. Karena ke depan kami belum tahu seperti apa. Yang pasti kami teruskan apa yang sudah baik dan mengembangkannya,” tandasnya.

- Advertisement -

Pertarungan Bendera Usai

Terpilihnya Iwan Taruna mengagetkan sejumlah pihak. Sebab, Iwan hanya berlatar belakang sebagai dosen di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej. Ditambah, ia juga tidak memiliki jabatan struktural serta bukan tercatat sebagai anggota senat.

Namun fakta berkata lain, ia justru mampu mengungguli kedua pesaingnya yang terkenal memiliki jabatan penting di Unej. Seperti halnya Zulfikar, ia tercatat sebagai Wakil Rektor I sekaligus anggota senat. Sedangkan Prof Dafik adalah Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan sekaligus anggota senat.

Tak sampai di situ, dalam kontestasi Pilrek Unej juga kerap disandingkan dengan latar belakang organisasi ekstra kampus terbesar di Unej. Banyak yang menyebut, Iwan Taruna berlatar belakang GMNI, Zulfikar alumnus HMI, dan Dafik alumnus PMII. Artinya, kontestasi itu tak ubahnya pertarungan ketiga bendera organisasi ekstra kampus terbesar di Unej tersebut.

Terkait hal itu, Iwan menanggapi cukup santai. “Itu kan supaya hangat saja,” katanya. Menurut dia, para pendukungnya selama ini terdiri atas berbagai warna dan latar belakang. Bahkan, ia juga menepis bahwa cuma digawangi oleh satu bendera saja.

Iwan sendiri mencontohkan, di beberapa calon petahana juga terdapat berbagai macam-macam ‘warna’. “Mungkin orang mengatakan saya nasionalis, tapi yang nasionalis banyak. Seperti GMNI, HMI banyak, dan PMII itu juga nasionalis,” ucapnya, kemudian tertawa.

Meski jadi rektor terpilih, Dosen FTP Unej itu mengaku masih membutuhkan para kolega lain yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan kelembagaan, yang semuanya tertuang dalam visi dan misinya. Alumnus doktor dari Asian Institute of Technology Bangkok Thailand itu juga mengaku akan memperbaiki dan mengevaluasi berbagai capaian yang sudah didapatkan oleh rektor sebelumnya. “Selanjutnya menunggu pelantikan. Karena ke depan kami belum tahu seperti apa. Yang pasti kami teruskan apa yang sudah baik dan mengembangkannya,” tandasnya.

Pertarungan Bendera Usai

Terpilihnya Iwan Taruna mengagetkan sejumlah pihak. Sebab, Iwan hanya berlatar belakang sebagai dosen di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej. Ditambah, ia juga tidak memiliki jabatan struktural serta bukan tercatat sebagai anggota senat.

Namun fakta berkata lain, ia justru mampu mengungguli kedua pesaingnya yang terkenal memiliki jabatan penting di Unej. Seperti halnya Zulfikar, ia tercatat sebagai Wakil Rektor I sekaligus anggota senat. Sedangkan Prof Dafik adalah Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan sekaligus anggota senat.

Tak sampai di situ, dalam kontestasi Pilrek Unej juga kerap disandingkan dengan latar belakang organisasi ekstra kampus terbesar di Unej. Banyak yang menyebut, Iwan Taruna berlatar belakang GMNI, Zulfikar alumnus HMI, dan Dafik alumnus PMII. Artinya, kontestasi itu tak ubahnya pertarungan ketiga bendera organisasi ekstra kampus terbesar di Unej tersebut.

Terkait hal itu, Iwan menanggapi cukup santai. “Itu kan supaya hangat saja,” katanya. Menurut dia, para pendukungnya selama ini terdiri atas berbagai warna dan latar belakang. Bahkan, ia juga menepis bahwa cuma digawangi oleh satu bendera saja.

Iwan sendiri mencontohkan, di beberapa calon petahana juga terdapat berbagai macam-macam ‘warna’. “Mungkin orang mengatakan saya nasionalis, tapi yang nasionalis banyak. Seperti GMNI, HMI banyak, dan PMII itu juga nasionalis,” ucapnya, kemudian tertawa.

Meski jadi rektor terpilih, Dosen FTP Unej itu mengaku masih membutuhkan para kolega lain yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan kelembagaan, yang semuanya tertuang dalam visi dan misinya. Alumnus doktor dari Asian Institute of Technology Bangkok Thailand itu juga mengaku akan memperbaiki dan mengevaluasi berbagai capaian yang sudah didapatkan oleh rektor sebelumnya. “Selanjutnya menunggu pelantikan. Karena ke depan kami belum tahu seperti apa. Yang pasti kami teruskan apa yang sudah baik dan mengembangkannya,” tandasnya.

Previous articleJangan Diam, Pak Anas!
Next articleKemarau Kembar

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/