alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

 Iwan Taruna Terpilih Rektor Unej

Kalahkan Warek dan Dekan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Jember periode 2020-2024 resmi berakhir, Rabu (22/1) kemarin. Hal itu ditandai selesainya rapat senat yang dilakukan secara tertutup. Iwan Taruna terpilih sebagai Rektor Unej setelah mengantongi hasil voting terbanyak dengan raihan 75 suara.

Sementara kedua rivalnya, Zulfikar memperoleh 51 suara dan Prof Dafik mendapatkan 11 suara. Dengan perolehan jumlah tersebut, Iwan Taruna unggul terhadap kedua kompetitornya. Padahal keduanya merupakan wakil rektor dan seorang dekan.

Ketua Panitia Pilrek Unej Mochammad Ali mengatakan, terpilihnya Iwan Taruna yang mengantongi suara terbanyak sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. “Sesuai Permenristekdikti yang mengatur seputar porsi suara, yaitu menteri 35 persen dan senat 65 persen,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun 35 persen suara menteri itu jika dikonversi sebanyak 48 suara. Sedangkan 65 persen suara senat sebanyak 92 suara. Namun dari jumlah itu tak semua senat bisa hadir. Karena ada beberapa anggota senat yang tengah beribadah umrah dan sedang melanjutkan studi ke luar negeri. Sehingga suara senat yang memilih berjumlah 89 suara.

Untuk selanjutnya, pihaknya akan membuat berita acara dan pengantar untuk ditujukan ke kementerian sebagai proses selanjutnya, yaitu pelantikan rektor terpilih. Ia menilai, pelantikan tersebut harus disegerakan, karena dikhawatirkan ada kekosongan jabatan (vacuum of power) hingga sampai ada penunjukan Plt rektor.

“Dalam waktu dekat ini sudah harus dilantik, karena kalau melihat SK Pak Hasan itu berakhir pada 27 Januari 2020 mendatang,” jelasnya. Sidang tertutup tersebut juga turut disaksikan M Sofwan Effendi, Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia datang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Jember periode 2020-2024 resmi berakhir, Rabu (22/1) kemarin. Hal itu ditandai selesainya rapat senat yang dilakukan secara tertutup. Iwan Taruna terpilih sebagai Rektor Unej setelah mengantongi hasil voting terbanyak dengan raihan 75 suara.

Sementara kedua rivalnya, Zulfikar memperoleh 51 suara dan Prof Dafik mendapatkan 11 suara. Dengan perolehan jumlah tersebut, Iwan Taruna unggul terhadap kedua kompetitornya. Padahal keduanya merupakan wakil rektor dan seorang dekan.

Ketua Panitia Pilrek Unej Mochammad Ali mengatakan, terpilihnya Iwan Taruna yang mengantongi suara terbanyak sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. “Sesuai Permenristekdikti yang mengatur seputar porsi suara, yaitu menteri 35 persen dan senat 65 persen,” katanya.

Adapun 35 persen suara menteri itu jika dikonversi sebanyak 48 suara. Sedangkan 65 persen suara senat sebanyak 92 suara. Namun dari jumlah itu tak semua senat bisa hadir. Karena ada beberapa anggota senat yang tengah beribadah umrah dan sedang melanjutkan studi ke luar negeri. Sehingga suara senat yang memilih berjumlah 89 suara.

Untuk selanjutnya, pihaknya akan membuat berita acara dan pengantar untuk ditujukan ke kementerian sebagai proses selanjutnya, yaitu pelantikan rektor terpilih. Ia menilai, pelantikan tersebut harus disegerakan, karena dikhawatirkan ada kekosongan jabatan (vacuum of power) hingga sampai ada penunjukan Plt rektor.

“Dalam waktu dekat ini sudah harus dilantik, karena kalau melihat SK Pak Hasan itu berakhir pada 27 Januari 2020 mendatang,” jelasnya. Sidang tertutup tersebut juga turut disaksikan M Sofwan Effendi, Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia datang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Jember periode 2020-2024 resmi berakhir, Rabu (22/1) kemarin. Hal itu ditandai selesainya rapat senat yang dilakukan secara tertutup. Iwan Taruna terpilih sebagai Rektor Unej setelah mengantongi hasil voting terbanyak dengan raihan 75 suara.

Sementara kedua rivalnya, Zulfikar memperoleh 51 suara dan Prof Dafik mendapatkan 11 suara. Dengan perolehan jumlah tersebut, Iwan Taruna unggul terhadap kedua kompetitornya. Padahal keduanya merupakan wakil rektor dan seorang dekan.

Ketua Panitia Pilrek Unej Mochammad Ali mengatakan, terpilihnya Iwan Taruna yang mengantongi suara terbanyak sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. “Sesuai Permenristekdikti yang mengatur seputar porsi suara, yaitu menteri 35 persen dan senat 65 persen,” katanya.

Adapun 35 persen suara menteri itu jika dikonversi sebanyak 48 suara. Sedangkan 65 persen suara senat sebanyak 92 suara. Namun dari jumlah itu tak semua senat bisa hadir. Karena ada beberapa anggota senat yang tengah beribadah umrah dan sedang melanjutkan studi ke luar negeri. Sehingga suara senat yang memilih berjumlah 89 suara.

Untuk selanjutnya, pihaknya akan membuat berita acara dan pengantar untuk ditujukan ke kementerian sebagai proses selanjutnya, yaitu pelantikan rektor terpilih. Ia menilai, pelantikan tersebut harus disegerakan, karena dikhawatirkan ada kekosongan jabatan (vacuum of power) hingga sampai ada penunjukan Plt rektor.

“Dalam waktu dekat ini sudah harus dilantik, karena kalau melihat SK Pak Hasan itu berakhir pada 27 Januari 2020 mendatang,” jelasnya. Sidang tertutup tersebut juga turut disaksikan M Sofwan Effendi, Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia datang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Previous articleJangan Diam, Pak Anas!
Next articleKemarau Kembar

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/