alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Bumil Jadi Tersangka Pencurian, Kini Dibebaskan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ririn Handayani akhirnya bisa bernapas lega setelah dia sempat mendekam di sel tahanan. Warga Desa/Kecamatan Arjasa tersebut tersandung masalah hukum akibat tindak pidana yang dilakukannya pada September 2021 lalu.

Perempuan yang diketahui tengah hamil dan memiliki tiga anak itu dituntut atas dugaan pencurian. Korbannya adalah Rohliana Candra Dewi. Dia kehilangan sebuah ponsel dan uang sebesar Rp 700 ribu yang diletakkan di meja rumahnya yang tak terkunci.

Meski sempat melapor ke polisi yang membuat tersangka ditahan, namun korban yang diketahui seorang perangkat Desa Arjasa ini menaruh empati terhadap pelaku. “Saya mendapat info bahwa yang bersangkutan (tersangka, Red) tengah hamil. Di tahanan, hamilnya semakin besar. Saya sebagai perempuan ada rasa kasihan. Akhirnya saya memaafkan,” tutur Candra.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dorongan untuk memaafkan juga didasari ajaran agama yang dia yakini. Bahwa memaafkan itu merupakan perbuatan mulia. “Allah saja mau memaafkan makhluknya. Masa kita tidak mau memaafkan,” sambung dia. Dari situ, langkah hukum melalui keadilan restoratif (restorative justice) dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Jember, sehingga ibu hamil (bumil) itu bebas dari tuntutan pidana.

Seusai menerima berkas penghentian perkara melalui keadilan restoratif, kemarin (21/12), Ririn mengaku lega dan bersyukur masalahnya selesai. “Alhamdulillah, Bu Candra sudah memaafkan saya,” katanya di Kejari Jember. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Ini adalah pertama dan terakhir dalam hidup saya,” imbuh Ririn.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ririn Handayani akhirnya bisa bernapas lega setelah dia sempat mendekam di sel tahanan. Warga Desa/Kecamatan Arjasa tersebut tersandung masalah hukum akibat tindak pidana yang dilakukannya pada September 2021 lalu.

Perempuan yang diketahui tengah hamil dan memiliki tiga anak itu dituntut atas dugaan pencurian. Korbannya adalah Rohliana Candra Dewi. Dia kehilangan sebuah ponsel dan uang sebesar Rp 700 ribu yang diletakkan di meja rumahnya yang tak terkunci.

Meski sempat melapor ke polisi yang membuat tersangka ditahan, namun korban yang diketahui seorang perangkat Desa Arjasa ini menaruh empati terhadap pelaku. “Saya mendapat info bahwa yang bersangkutan (tersangka, Red) tengah hamil. Di tahanan, hamilnya semakin besar. Saya sebagai perempuan ada rasa kasihan. Akhirnya saya memaafkan,” tutur Candra.

Dorongan untuk memaafkan juga didasari ajaran agama yang dia yakini. Bahwa memaafkan itu merupakan perbuatan mulia. “Allah saja mau memaafkan makhluknya. Masa kita tidak mau memaafkan,” sambung dia. Dari situ, langkah hukum melalui keadilan restoratif (restorative justice) dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Jember, sehingga ibu hamil (bumil) itu bebas dari tuntutan pidana.

Seusai menerima berkas penghentian perkara melalui keadilan restoratif, kemarin (21/12), Ririn mengaku lega dan bersyukur masalahnya selesai. “Alhamdulillah, Bu Candra sudah memaafkan saya,” katanya di Kejari Jember. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Ini adalah pertama dan terakhir dalam hidup saya,” imbuh Ririn.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ririn Handayani akhirnya bisa bernapas lega setelah dia sempat mendekam di sel tahanan. Warga Desa/Kecamatan Arjasa tersebut tersandung masalah hukum akibat tindak pidana yang dilakukannya pada September 2021 lalu.

Perempuan yang diketahui tengah hamil dan memiliki tiga anak itu dituntut atas dugaan pencurian. Korbannya adalah Rohliana Candra Dewi. Dia kehilangan sebuah ponsel dan uang sebesar Rp 700 ribu yang diletakkan di meja rumahnya yang tak terkunci.

Meski sempat melapor ke polisi yang membuat tersangka ditahan, namun korban yang diketahui seorang perangkat Desa Arjasa ini menaruh empati terhadap pelaku. “Saya mendapat info bahwa yang bersangkutan (tersangka, Red) tengah hamil. Di tahanan, hamilnya semakin besar. Saya sebagai perempuan ada rasa kasihan. Akhirnya saya memaafkan,” tutur Candra.

Dorongan untuk memaafkan juga didasari ajaran agama yang dia yakini. Bahwa memaafkan itu merupakan perbuatan mulia. “Allah saja mau memaafkan makhluknya. Masa kita tidak mau memaafkan,” sambung dia. Dari situ, langkah hukum melalui keadilan restoratif (restorative justice) dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Jember, sehingga ibu hamil (bumil) itu bebas dari tuntutan pidana.

Seusai menerima berkas penghentian perkara melalui keadilan restoratif, kemarin (21/12), Ririn mengaku lega dan bersyukur masalahnya selesai. “Alhamdulillah, Bu Candra sudah memaafkan saya,” katanya di Kejari Jember. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Ini adalah pertama dan terakhir dalam hidup saya,” imbuh Ririn.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/