alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sudah Sembuh, Terinfeksi Lagi

Mantan Pasien Bisa Kembali Terpapar Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi belum berakhir. Siapa pun tetap diminta berhati-hati dan menjaga diri agar terhindar dari penularan Covid-19. sebab, semua orang berpotensi tertular virus tersebut. Termasuk mereka yang baru sembuh dari korona. Bertambahnya jumlah pasien positif di Jember selama sebulan terakhir ini dimungkinkan juga disumbang oleh pasien yang telah dinyatakan sembuh, tapi terinfeksi kembali.

dr Angga Mardro Raharjo SpP membenarkan hal itu. Menurutnya, pasien yang pernah terinfeksi itu banyak yang terpapar lagi. Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut mengungkapkan, dulu ada pasien yang pernah positif, kemudian dirawat dan hasilnya negatif. Tapi belakangan, diketahui positif kembali. “Kenapa bisa terpapar lagi? Soalnya, masih banyak virus di luar sana yang mengenai pasien itu lagi,” jelasnya.

Data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, jumlah pasien Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari. Peningkatan pasien itu juga tergolong masih tinggi. Bahkan, dalam sepekan, sejak 15 hingga 21 Desember, ada 296 warga Jember yang terkonfirmasi positif. Sehingga total kasusnya di Jember mencapai 3.849 kasus. Dari jumlah itu, 3.181 pasien dinyatakan sembuh atau terkonfirmasi negatif, 483 pasien masih menjalani perawatan, dan 185 orang meninggal dunia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Angga, mantan pasien yang kembali terpapar menunjukkan gejala yang beragam. Ada yang mengalami gejala berat maupun ringan. Bergantung pada kondisi setiap pasien. Padahal, secara teori, dr Angga menegaskan, akan ada kekebalan selama tiga bulan bagi mantan pasien Covid-19 yang telah dinyatakan negatif. Namun kenyataannya, banyak yang reinfeksi. “Bahkan, hal itu juga terjadi pada para tenaga kesehatan,” terangnya.

Angga mencontohkan, ada salah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang merawat keluarganya setelah dinyatakan sembuh. Namun, dia malah kembali terinfeksi sebelum tiga bulan. Sontak, kejadian tersebut mematahkan teori bahwa pasien yang baru sembuh dari Covid-19 punya kekebalan yang lebih bagus jika dibandingkan dengan orang yang belum terpapar. “Salah satu faktornya adalah karena virus tersebut terus mengalami mutasi,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi belum berakhir. Siapa pun tetap diminta berhati-hati dan menjaga diri agar terhindar dari penularan Covid-19. sebab, semua orang berpotensi tertular virus tersebut. Termasuk mereka yang baru sembuh dari korona. Bertambahnya jumlah pasien positif di Jember selama sebulan terakhir ini dimungkinkan juga disumbang oleh pasien yang telah dinyatakan sembuh, tapi terinfeksi kembali.

dr Angga Mardro Raharjo SpP membenarkan hal itu. Menurutnya, pasien yang pernah terinfeksi itu banyak yang terpapar lagi. Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut mengungkapkan, dulu ada pasien yang pernah positif, kemudian dirawat dan hasilnya negatif. Tapi belakangan, diketahui positif kembali. “Kenapa bisa terpapar lagi? Soalnya, masih banyak virus di luar sana yang mengenai pasien itu lagi,” jelasnya.

Data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, jumlah pasien Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari. Peningkatan pasien itu juga tergolong masih tinggi. Bahkan, dalam sepekan, sejak 15 hingga 21 Desember, ada 296 warga Jember yang terkonfirmasi positif. Sehingga total kasusnya di Jember mencapai 3.849 kasus. Dari jumlah itu, 3.181 pasien dinyatakan sembuh atau terkonfirmasi negatif, 483 pasien masih menjalani perawatan, dan 185 orang meninggal dunia.

Menurut Angga, mantan pasien yang kembali terpapar menunjukkan gejala yang beragam. Ada yang mengalami gejala berat maupun ringan. Bergantung pada kondisi setiap pasien. Padahal, secara teori, dr Angga menegaskan, akan ada kekebalan selama tiga bulan bagi mantan pasien Covid-19 yang telah dinyatakan negatif. Namun kenyataannya, banyak yang reinfeksi. “Bahkan, hal itu juga terjadi pada para tenaga kesehatan,” terangnya.

Angga mencontohkan, ada salah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang merawat keluarganya setelah dinyatakan sembuh. Namun, dia malah kembali terinfeksi sebelum tiga bulan. Sontak, kejadian tersebut mematahkan teori bahwa pasien yang baru sembuh dari Covid-19 punya kekebalan yang lebih bagus jika dibandingkan dengan orang yang belum terpapar. “Salah satu faktornya adalah karena virus tersebut terus mengalami mutasi,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi belum berakhir. Siapa pun tetap diminta berhati-hati dan menjaga diri agar terhindar dari penularan Covid-19. sebab, semua orang berpotensi tertular virus tersebut. Termasuk mereka yang baru sembuh dari korona. Bertambahnya jumlah pasien positif di Jember selama sebulan terakhir ini dimungkinkan juga disumbang oleh pasien yang telah dinyatakan sembuh, tapi terinfeksi kembali.

dr Angga Mardro Raharjo SpP membenarkan hal itu. Menurutnya, pasien yang pernah terinfeksi itu banyak yang terpapar lagi. Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut mengungkapkan, dulu ada pasien yang pernah positif, kemudian dirawat dan hasilnya negatif. Tapi belakangan, diketahui positif kembali. “Kenapa bisa terpapar lagi? Soalnya, masih banyak virus di luar sana yang mengenai pasien itu lagi,” jelasnya.

Data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, jumlah pasien Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari. Peningkatan pasien itu juga tergolong masih tinggi. Bahkan, dalam sepekan, sejak 15 hingga 21 Desember, ada 296 warga Jember yang terkonfirmasi positif. Sehingga total kasusnya di Jember mencapai 3.849 kasus. Dari jumlah itu, 3.181 pasien dinyatakan sembuh atau terkonfirmasi negatif, 483 pasien masih menjalani perawatan, dan 185 orang meninggal dunia.

Menurut Angga, mantan pasien yang kembali terpapar menunjukkan gejala yang beragam. Ada yang mengalami gejala berat maupun ringan. Bergantung pada kondisi setiap pasien. Padahal, secara teori, dr Angga menegaskan, akan ada kekebalan selama tiga bulan bagi mantan pasien Covid-19 yang telah dinyatakan negatif. Namun kenyataannya, banyak yang reinfeksi. “Bahkan, hal itu juga terjadi pada para tenaga kesehatan,” terangnya.

Angga mencontohkan, ada salah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang merawat keluarganya setelah dinyatakan sembuh. Namun, dia malah kembali terinfeksi sebelum tiga bulan. Sontak, kejadian tersebut mematahkan teori bahwa pasien yang baru sembuh dari Covid-19 punya kekebalan yang lebih bagus jika dibandingkan dengan orang yang belum terpapar. “Salah satu faktornya adalah karena virus tersebut terus mengalami mutasi,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/