alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sewindu Tanpa Penghargaan Guru Berprestasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember sedang mengalami darurat pendidikan, dengan akar masalah salah satunya adalah kualitas pendidikan dan kualitas guru yang tak lagi optimal. Terbukti, selama delapan tahun ini Jember tak dapat menorehkan nama dalam ajang guru berprestasi tingkat nasional. Penghargaan ini terakhir diraih pada 2012 silam.

Ketua PGRI Jember Supriyono menjelaskan bahwa hal ini ditengarai oleh manajemen yang tidak maksimal. Bukannya disebabkan dari rendahnya SDM para guru di Jember, namun distribusi informasi pendaftaran guru berprestasi tidak maksimal. “Karena manajemennya yang menempati dan yang menangani tidak kompeten,” ujar Supriyono, Senin (21/12) kemarin.

Supriyono juga menyebutkan bahwa hingga 2018, pendataan dan proses untuk mengikuti guru berprestasi ditangani oleh Dinas Pendidikan. Kendati demikian, tetap saja tidak dapat melahirkan guru berprestasi yang mampu menyabet juara nasional. “Guru di Jember ini banyak yang hebat, banyak yang pintar. Tapi, manajemennya yang tidak mengarahkan,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember sedang mengalami darurat pendidikan, dengan akar masalah salah satunya adalah kualitas pendidikan dan kualitas guru yang tak lagi optimal. Terbukti, selama delapan tahun ini Jember tak dapat menorehkan nama dalam ajang guru berprestasi tingkat nasional. Penghargaan ini terakhir diraih pada 2012 silam.

Ketua PGRI Jember Supriyono menjelaskan bahwa hal ini ditengarai oleh manajemen yang tidak maksimal. Bukannya disebabkan dari rendahnya SDM para guru di Jember, namun distribusi informasi pendaftaran guru berprestasi tidak maksimal. “Karena manajemennya yang menempati dan yang menangani tidak kompeten,” ujar Supriyono, Senin (21/12) kemarin.

Supriyono juga menyebutkan bahwa hingga 2018, pendataan dan proses untuk mengikuti guru berprestasi ditangani oleh Dinas Pendidikan. Kendati demikian, tetap saja tidak dapat melahirkan guru berprestasi yang mampu menyabet juara nasional. “Guru di Jember ini banyak yang hebat, banyak yang pintar. Tapi, manajemennya yang tidak mengarahkan,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember sedang mengalami darurat pendidikan, dengan akar masalah salah satunya adalah kualitas pendidikan dan kualitas guru yang tak lagi optimal. Terbukti, selama delapan tahun ini Jember tak dapat menorehkan nama dalam ajang guru berprestasi tingkat nasional. Penghargaan ini terakhir diraih pada 2012 silam.

Ketua PGRI Jember Supriyono menjelaskan bahwa hal ini ditengarai oleh manajemen yang tidak maksimal. Bukannya disebabkan dari rendahnya SDM para guru di Jember, namun distribusi informasi pendaftaran guru berprestasi tidak maksimal. “Karena manajemennya yang menempati dan yang menangani tidak kompeten,” ujar Supriyono, Senin (21/12) kemarin.

Supriyono juga menyebutkan bahwa hingga 2018, pendataan dan proses untuk mengikuti guru berprestasi ditangani oleh Dinas Pendidikan. Kendati demikian, tetap saja tidak dapat melahirkan guru berprestasi yang mampu menyabet juara nasional. “Guru di Jember ini banyak yang hebat, banyak yang pintar. Tapi, manajemennya yang tidak mengarahkan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/