alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Rebahan Berisiko Pengeroposan Tulang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti biasanya, Alun-Alun Jember selalu dipadati banyak orang yang berolahraga. Salah satunya adalah Usmaryono. Pria yang akrab disapa Cak Us itu tampak aktif melakukan pemanasan. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak usianya masih muda. Itu karena dia meyakini, olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Alhamdulillah, karena rajin berolahraga, saya lebih sehat dan jarang sakit,” papar warga Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut. Meski telah berusia senja, yakni 71 tahun, namun tubuhnya masih tampak bugar.

Ternyata olahraga rutin tak hanya dapat membuat seseorang lebih sehat, tapi struktur tulangnya juga lebih kuat. Dokter spesialis tulang, dr I Nyoman Semita membenarkan hal itu. Sebab, kata dia, pada prinsipnya manusia hidup jangan diam. Harus bergerak. Sebab, itu menjadi salah satu cara mengurangi risiko pengeroposan tulang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau bergerak, tulang akan menjadi lebih tebal. Kalau diam dan hanya berbaring di tempat tidur, masa tulang seseorang akan menurun,” ujar dokter yang bekerja di RSD dr Soebandi itu. Ini artinya, jika seseorang terlalu banyak rebahan, maka risiko osteoporosis itu semakin besar.

Dokter Nyoman mengungkapkan, sekitar 12 persen ketebalan tulang bisa menurun jika seseorang tak bergerak dan hanya berada di tempat tidur. Untuk itu, dia mengingatkan, di masa pandemi ini masyarakat harus tetap berolahraga. Sebab, suasana pandemi justru mengakibatkan kesehatan tulang masyarakat Jember menurun. Sebab, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. “Dan itu sangat berisiko,” lanjutnya.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat Jember harus bergerak. Salah satunya dengan berolahraga. “Yang paling bagus adalah berjalan. Soalnya, ada istilah beban tidak beban. Hal tersebut mengakibatkan ketebalan tulang juga meningkat,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti biasanya, Alun-Alun Jember selalu dipadati banyak orang yang berolahraga. Salah satunya adalah Usmaryono. Pria yang akrab disapa Cak Us itu tampak aktif melakukan pemanasan. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak usianya masih muda. Itu karena dia meyakini, olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Alhamdulillah, karena rajin berolahraga, saya lebih sehat dan jarang sakit,” papar warga Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut. Meski telah berusia senja, yakni 71 tahun, namun tubuhnya masih tampak bugar.

Ternyata olahraga rutin tak hanya dapat membuat seseorang lebih sehat, tapi struktur tulangnya juga lebih kuat. Dokter spesialis tulang, dr I Nyoman Semita membenarkan hal itu. Sebab, kata dia, pada prinsipnya manusia hidup jangan diam. Harus bergerak. Sebab, itu menjadi salah satu cara mengurangi risiko pengeroposan tulang.

“Kalau bergerak, tulang akan menjadi lebih tebal. Kalau diam dan hanya berbaring di tempat tidur, masa tulang seseorang akan menurun,” ujar dokter yang bekerja di RSD dr Soebandi itu. Ini artinya, jika seseorang terlalu banyak rebahan, maka risiko osteoporosis itu semakin besar.

Dokter Nyoman mengungkapkan, sekitar 12 persen ketebalan tulang bisa menurun jika seseorang tak bergerak dan hanya berada di tempat tidur. Untuk itu, dia mengingatkan, di masa pandemi ini masyarakat harus tetap berolahraga. Sebab, suasana pandemi justru mengakibatkan kesehatan tulang masyarakat Jember menurun. Sebab, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. “Dan itu sangat berisiko,” lanjutnya.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat Jember harus bergerak. Salah satunya dengan berolahraga. “Yang paling bagus adalah berjalan. Soalnya, ada istilah beban tidak beban. Hal tersebut mengakibatkan ketebalan tulang juga meningkat,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti biasanya, Alun-Alun Jember selalu dipadati banyak orang yang berolahraga. Salah satunya adalah Usmaryono. Pria yang akrab disapa Cak Us itu tampak aktif melakukan pemanasan. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak usianya masih muda. Itu karena dia meyakini, olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Alhamdulillah, karena rajin berolahraga, saya lebih sehat dan jarang sakit,” papar warga Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut. Meski telah berusia senja, yakni 71 tahun, namun tubuhnya masih tampak bugar.

Ternyata olahraga rutin tak hanya dapat membuat seseorang lebih sehat, tapi struktur tulangnya juga lebih kuat. Dokter spesialis tulang, dr I Nyoman Semita membenarkan hal itu. Sebab, kata dia, pada prinsipnya manusia hidup jangan diam. Harus bergerak. Sebab, itu menjadi salah satu cara mengurangi risiko pengeroposan tulang.

“Kalau bergerak, tulang akan menjadi lebih tebal. Kalau diam dan hanya berbaring di tempat tidur, masa tulang seseorang akan menurun,” ujar dokter yang bekerja di RSD dr Soebandi itu. Ini artinya, jika seseorang terlalu banyak rebahan, maka risiko osteoporosis itu semakin besar.

Dokter Nyoman mengungkapkan, sekitar 12 persen ketebalan tulang bisa menurun jika seseorang tak bergerak dan hanya berada di tempat tidur. Untuk itu, dia mengingatkan, di masa pandemi ini masyarakat harus tetap berolahraga. Sebab, suasana pandemi justru mengakibatkan kesehatan tulang masyarakat Jember menurun. Sebab, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. “Dan itu sangat berisiko,” lanjutnya.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat Jember harus bergerak. Salah satunya dengan berolahraga. “Yang paling bagus adalah berjalan. Soalnya, ada istilah beban tidak beban. Hal tersebut mengakibatkan ketebalan tulang juga meningkat,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/