alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pelatih dan Ofisial Bagi Tugas, Pegang Kamera hingga Siapkan Atlet

Mobile_AP_Rectangle 1

Lalu, kamera apa yang mereka pakai untuk merekam secara live kejuaraan tersebut? Pria yang memiliki satu putra dan satu putri ini mengaku berinisiatif menyewa kamera camcorder. Karena lebih jelas dan jernih merekam video.

Pembagian tugas pun dilakukan. Para pelatih Wushu Garuda Jember pun membagi tugasnya. Selain mengamati performa anak-anak, juga ada tugas baru, yakni mengoperasikan kamera serta video editing. “Satu kamera dipegang Reza dan koordinasi dengan pusat dipegang Lisa. Lalu, saya bagian di streaming dan kadang kalau perlu saya setting colour correction agar kelihatan lebih cerah,” bebernya.

Sementara itu, dua pelatih lainnya, yakni Hodoifah dan Rina, memiliki tugas lain. Yakni mempersiapkan atlet asuhannya yang akan bertanding. Seperti warming up dan peralatan senjata yang akan dipakai tampil. Sebab, wushu toulu ini adalah memeragakan gerakan jurus. Hodoifah juga mempersiapkan make up atlet dibantu para wali atlet.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan segala uji coba serta pengalaman baru itu, dirinya bersyukur ketika pertandingan sejak hari pertama hingga terakhir proses pengambilan video berjalan lancar. “Malah menurut juri, punya Jember paling bagus hasilnya yang keluar di layar panitia, seperti rekaman,” lanjutnya.

Dalam sehari, satu atlet maksimal tampil sekali. “Kami mulai persiapan dari pagi hingga selesai pukul 20.00,” kata Hariyanto.

Kerja keras mereka menyiapkan peralatan teknis rekaman akhirnya membuahkan hasil. Wushu Garuda Jember berhasil masuk lima besar klasemen akhir. Jessie Djalimin dkk mampu finis di peringkat keempat dengan total raihan 19 medali. Perinciannya, tiga medali emas, enam perak, dan sepuluh perunggu. Turnamen ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri atas 313 putri dan 319 putra yang berasal dari 50 sasana seluruh Indonesia. (c2/lin)

Foto: WUSHU GARUDA JEMBER

- Advertisement -

Lalu, kamera apa yang mereka pakai untuk merekam secara live kejuaraan tersebut? Pria yang memiliki satu putra dan satu putri ini mengaku berinisiatif menyewa kamera camcorder. Karena lebih jelas dan jernih merekam video.

Pembagian tugas pun dilakukan. Para pelatih Wushu Garuda Jember pun membagi tugasnya. Selain mengamati performa anak-anak, juga ada tugas baru, yakni mengoperasikan kamera serta video editing. “Satu kamera dipegang Reza dan koordinasi dengan pusat dipegang Lisa. Lalu, saya bagian di streaming dan kadang kalau perlu saya setting colour correction agar kelihatan lebih cerah,” bebernya.

Sementara itu, dua pelatih lainnya, yakni Hodoifah dan Rina, memiliki tugas lain. Yakni mempersiapkan atlet asuhannya yang akan bertanding. Seperti warming up dan peralatan senjata yang akan dipakai tampil. Sebab, wushu toulu ini adalah memeragakan gerakan jurus. Hodoifah juga mempersiapkan make up atlet dibantu para wali atlet.

Dengan segala uji coba serta pengalaman baru itu, dirinya bersyukur ketika pertandingan sejak hari pertama hingga terakhir proses pengambilan video berjalan lancar. “Malah menurut juri, punya Jember paling bagus hasilnya yang keluar di layar panitia, seperti rekaman,” lanjutnya.

Dalam sehari, satu atlet maksimal tampil sekali. “Kami mulai persiapan dari pagi hingga selesai pukul 20.00,” kata Hariyanto.

Kerja keras mereka menyiapkan peralatan teknis rekaman akhirnya membuahkan hasil. Wushu Garuda Jember berhasil masuk lima besar klasemen akhir. Jessie Djalimin dkk mampu finis di peringkat keempat dengan total raihan 19 medali. Perinciannya, tiga medali emas, enam perak, dan sepuluh perunggu. Turnamen ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri atas 313 putri dan 319 putra yang berasal dari 50 sasana seluruh Indonesia. (c2/lin)

Foto: WUSHU GARUDA JEMBER

Lalu, kamera apa yang mereka pakai untuk merekam secara live kejuaraan tersebut? Pria yang memiliki satu putra dan satu putri ini mengaku berinisiatif menyewa kamera camcorder. Karena lebih jelas dan jernih merekam video.

Pembagian tugas pun dilakukan. Para pelatih Wushu Garuda Jember pun membagi tugasnya. Selain mengamati performa anak-anak, juga ada tugas baru, yakni mengoperasikan kamera serta video editing. “Satu kamera dipegang Reza dan koordinasi dengan pusat dipegang Lisa. Lalu, saya bagian di streaming dan kadang kalau perlu saya setting colour correction agar kelihatan lebih cerah,” bebernya.

Sementara itu, dua pelatih lainnya, yakni Hodoifah dan Rina, memiliki tugas lain. Yakni mempersiapkan atlet asuhannya yang akan bertanding. Seperti warming up dan peralatan senjata yang akan dipakai tampil. Sebab, wushu toulu ini adalah memeragakan gerakan jurus. Hodoifah juga mempersiapkan make up atlet dibantu para wali atlet.

Dengan segala uji coba serta pengalaman baru itu, dirinya bersyukur ketika pertandingan sejak hari pertama hingga terakhir proses pengambilan video berjalan lancar. “Malah menurut juri, punya Jember paling bagus hasilnya yang keluar di layar panitia, seperti rekaman,” lanjutnya.

Dalam sehari, satu atlet maksimal tampil sekali. “Kami mulai persiapan dari pagi hingga selesai pukul 20.00,” kata Hariyanto.

Kerja keras mereka menyiapkan peralatan teknis rekaman akhirnya membuahkan hasil. Wushu Garuda Jember berhasil masuk lima besar klasemen akhir. Jessie Djalimin dkk mampu finis di peringkat keempat dengan total raihan 19 medali. Perinciannya, tiga medali emas, enam perak, dan sepuluh perunggu. Turnamen ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri atas 313 putri dan 319 putra yang berasal dari 50 sasana seluruh Indonesia. (c2/lin)

Foto: WUSHU GARUDA JEMBER

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/