alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Pelatih dan Ofisial Bagi Tugas, Pegang Kamera hingga Siapkan Atlet

Mobile_AP_Rectangle 1

Wushu Garuda Jember berhasil mendapat 19 medali dan finis di peringkat keempat Virtual Wushu Championship 2020. Namun, di balik kesuksesan mereka menyabet banyak medali, persiapannya butuh waktu dan effort yang tidak mudah. Termasuk selama menyiapkan peralatan kamera dan beberapa kali trial. Seperti apa kisahnya?

MUCHAMMAD AINUL BUDI, Kaliwates, Radar Jember

WUSHU Garuda Jember baru pertama kali mengikuti kejuaraan virtual championship di tengah pandemi Covid-19. Turnamen yang digelar secara daring melalui akun Youtube Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gelaran tersebut mulai dilaksanakan tanggal 11-17 Oktober lalu. Wushu Garuda Jember ikut berpartisipasi dengan menurunkan 32 atlet junior wushu taolu. Mereka memilih GOR Garuda Kaliwates sebagai lokasi merekam performa para atlet.

Dalam kejuaraan kali ini, mereka pun baru pertama kali menyiapkan alat-alat teknis untuk merekam secara live. Tak pelak, keruwetan pun terjadi. Baru pertama kali, tentu belum punya pengalaman penuh untuk mempersiapkan segala peralatan dan uji cobanya.

Sekretaris Pengkab Wushu Indonesia (WI) Jember Hariyanto Wijaya mengungkapkan, mereka berusaha semaksimal mungkin agar rekaman live dari Jember tak tersendat alias ngadat. “Sebetulnya kami ada panduannya melalui Zoom Meeting. Namun, ketika praktik tidak semudah itu. Beberapa kali mengalami kegagalan saat trial,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Disinggung mengenai berapa kali uji coba para atlet tersebut, Hariyanto mengaku, lebih dari tiga kali pihaknya mengadakan trial. “Untuk uji coba peralatannya dua kali secara resmi dan empat kali tidak resmi. Kami menghubungi secara pribadi ke salah satu panitia,” imbuhnya.

- Advertisement -

Wushu Garuda Jember berhasil mendapat 19 medali dan finis di peringkat keempat Virtual Wushu Championship 2020. Namun, di balik kesuksesan mereka menyabet banyak medali, persiapannya butuh waktu dan effort yang tidak mudah. Termasuk selama menyiapkan peralatan kamera dan beberapa kali trial. Seperti apa kisahnya?

MUCHAMMAD AINUL BUDI, Kaliwates, Radar Jember

WUSHU Garuda Jember baru pertama kali mengikuti kejuaraan virtual championship di tengah pandemi Covid-19. Turnamen yang digelar secara daring melalui akun Youtube Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Gelaran tersebut mulai dilaksanakan tanggal 11-17 Oktober lalu. Wushu Garuda Jember ikut berpartisipasi dengan menurunkan 32 atlet junior wushu taolu. Mereka memilih GOR Garuda Kaliwates sebagai lokasi merekam performa para atlet.

Dalam kejuaraan kali ini, mereka pun baru pertama kali menyiapkan alat-alat teknis untuk merekam secara live. Tak pelak, keruwetan pun terjadi. Baru pertama kali, tentu belum punya pengalaman penuh untuk mempersiapkan segala peralatan dan uji cobanya.

Sekretaris Pengkab Wushu Indonesia (WI) Jember Hariyanto Wijaya mengungkapkan, mereka berusaha semaksimal mungkin agar rekaman live dari Jember tak tersendat alias ngadat. “Sebetulnya kami ada panduannya melalui Zoom Meeting. Namun, ketika praktik tidak semudah itu. Beberapa kali mengalami kegagalan saat trial,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Disinggung mengenai berapa kali uji coba para atlet tersebut, Hariyanto mengaku, lebih dari tiga kali pihaknya mengadakan trial. “Untuk uji coba peralatannya dua kali secara resmi dan empat kali tidak resmi. Kami menghubungi secara pribadi ke salah satu panitia,” imbuhnya.

Wushu Garuda Jember berhasil mendapat 19 medali dan finis di peringkat keempat Virtual Wushu Championship 2020. Namun, di balik kesuksesan mereka menyabet banyak medali, persiapannya butuh waktu dan effort yang tidak mudah. Termasuk selama menyiapkan peralatan kamera dan beberapa kali trial. Seperti apa kisahnya?

MUCHAMMAD AINUL BUDI, Kaliwates, Radar Jember

WUSHU Garuda Jember baru pertama kali mengikuti kejuaraan virtual championship di tengah pandemi Covid-19. Turnamen yang digelar secara daring melalui akun Youtube Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Gelaran tersebut mulai dilaksanakan tanggal 11-17 Oktober lalu. Wushu Garuda Jember ikut berpartisipasi dengan menurunkan 32 atlet junior wushu taolu. Mereka memilih GOR Garuda Kaliwates sebagai lokasi merekam performa para atlet.

Dalam kejuaraan kali ini, mereka pun baru pertama kali menyiapkan alat-alat teknis untuk merekam secara live. Tak pelak, keruwetan pun terjadi. Baru pertama kali, tentu belum punya pengalaman penuh untuk mempersiapkan segala peralatan dan uji cobanya.

Sekretaris Pengkab Wushu Indonesia (WI) Jember Hariyanto Wijaya mengungkapkan, mereka berusaha semaksimal mungkin agar rekaman live dari Jember tak tersendat alias ngadat. “Sebetulnya kami ada panduannya melalui Zoom Meeting. Namun, ketika praktik tidak semudah itu. Beberapa kali mengalami kegagalan saat trial,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Disinggung mengenai berapa kali uji coba para atlet tersebut, Hariyanto mengaku, lebih dari tiga kali pihaknya mengadakan trial. “Untuk uji coba peralatannya dua kali secara resmi dan empat kali tidak resmi. Kami menghubungi secara pribadi ke salah satu panitia,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/