alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Kesadaran Urus Adminduk Rendah

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan masih rendah. Itu terlihat dari pengurusan adminduk yang masuk setiap harinya.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Yhoni Restian, Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mengatakan, untuk pemohon KTP baru di Jember rata-rata hanya 200 orang per harinya. Padahal anak yang beranjak usia 17 tahun jumlahnya mencapai ribuan orang. “Angka itu lebih banyak dari pengurusan perbaikan data kependudukan, yaitu mencapai 500 lembar per hari,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yhoni menyebut, jumlah tersebut masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk yang belum mengurus adminduk. Seperti KTP, baik baru maupun perbaikan, serta kartu keluarga (KK). Padahal menurut Yhoni mengurus adminduk sangat mudah dan gratis.

Masyarakat sebenarnya mempunyai kewajiban untuk memperbarui adminduknya, baik KTP maupun KK. Pasalnya, setiap tahunnya dokumen adminduk milik masyarakat banyak perubahan.

Yhoni menambahkan, untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pelayanan adminduk jemput bola hingga pelosok desa.

Sebab, data kependudukan seperti KTP maupun KK sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Terlebih lagi data adminduk masyarakat menjadi landasan dalam melakukan pendataan kegiatan atau program apa pun. “Poinnya, data adminduk sangat penting dimiliki oleh masyarakat,” imbuhnya.

Maka dari itu, masyarakat Jember diharapkan selalu tertib dalam mengurus adminduk. Apalagi sekarang ini pengurusannya sudah bisa dilakukan di kantor desa. Karena itu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk datang ke kantor Dispendukcapil yang terletak dipusat kota. (mg6/c2/bud)

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan masih rendah. Itu terlihat dari pengurusan adminduk yang masuk setiap harinya.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Yhoni Restian, Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mengatakan, untuk pemohon KTP baru di Jember rata-rata hanya 200 orang per harinya. Padahal anak yang beranjak usia 17 tahun jumlahnya mencapai ribuan orang. “Angka itu lebih banyak dari pengurusan perbaikan data kependudukan, yaitu mencapai 500 lembar per hari,” jelasnya.

Yhoni menyebut, jumlah tersebut masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk yang belum mengurus adminduk. Seperti KTP, baik baru maupun perbaikan, serta kartu keluarga (KK). Padahal menurut Yhoni mengurus adminduk sangat mudah dan gratis.

Masyarakat sebenarnya mempunyai kewajiban untuk memperbarui adminduknya, baik KTP maupun KK. Pasalnya, setiap tahunnya dokumen adminduk milik masyarakat banyak perubahan.

Yhoni menambahkan, untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pelayanan adminduk jemput bola hingga pelosok desa.

Sebab, data kependudukan seperti KTP maupun KK sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Terlebih lagi data adminduk masyarakat menjadi landasan dalam melakukan pendataan kegiatan atau program apa pun. “Poinnya, data adminduk sangat penting dimiliki oleh masyarakat,” imbuhnya.

Maka dari itu, masyarakat Jember diharapkan selalu tertib dalam mengurus adminduk. Apalagi sekarang ini pengurusannya sudah bisa dilakukan di kantor desa. Karena itu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk datang ke kantor Dispendukcapil yang terletak dipusat kota. (mg6/c2/bud)

SUMBERSARI, Radar Jember – Kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan masih rendah. Itu terlihat dari pengurusan adminduk yang masuk setiap harinya.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Yhoni Restian, Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mengatakan, untuk pemohon KTP baru di Jember rata-rata hanya 200 orang per harinya. Padahal anak yang beranjak usia 17 tahun jumlahnya mencapai ribuan orang. “Angka itu lebih banyak dari pengurusan perbaikan data kependudukan, yaitu mencapai 500 lembar per hari,” jelasnya.

Yhoni menyebut, jumlah tersebut masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk yang belum mengurus adminduk. Seperti KTP, baik baru maupun perbaikan, serta kartu keluarga (KK). Padahal menurut Yhoni mengurus adminduk sangat mudah dan gratis.

Masyarakat sebenarnya mempunyai kewajiban untuk memperbarui adminduknya, baik KTP maupun KK. Pasalnya, setiap tahunnya dokumen adminduk milik masyarakat banyak perubahan.

Yhoni menambahkan, untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pelayanan adminduk jemput bola hingga pelosok desa.

Sebab, data kependudukan seperti KTP maupun KK sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Terlebih lagi data adminduk masyarakat menjadi landasan dalam melakukan pendataan kegiatan atau program apa pun. “Poinnya, data adminduk sangat penting dimiliki oleh masyarakat,” imbuhnya.

Maka dari itu, masyarakat Jember diharapkan selalu tertib dalam mengurus adminduk. Apalagi sekarang ini pengurusannya sudah bisa dilakukan di kantor desa. Karena itu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk datang ke kantor Dispendukcapil yang terletak dipusat kota. (mg6/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/