alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Hutan Cadangan Ketajek Panti Gundul, Potensi Longsor dan Banjir Bandang

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKIS, Radar JemberHutan cadangan Ketajek di bawah pengelolaan Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera yang berada di Desa Pakis, Kecamatan Panti, ditemukan dalam kondisi telah ditebang, belum lama ini. Pihak koperasi yang mengelola hutan tersebut belum mengetahui oknum yang melakukan penebangan. Namun, pihak koperasi menilai hal itu tidak ada koordinasi dan di luar anggota koperasi.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Sejak awal, hutan beserta lahan yang dikelola oleh Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera di Desa Pakis dan sekitarnya tercatat besaran tanah seluas 447 hektare yang dibagi kepada 668 orang anggota koperasi. Hal itu berdasarkan SK Bupati Jember tentang penghapusan dan pelepasan tanah Ketajek kepada warga melalui koperasi Ketajek Makmur. Namun, dari 447 hektare tersebut, terdapat hutan cadangan yang tidak dibagi kepada masyarakat. Beberapa hari terakhir diketahui hutan cadangan tersebut dalam kondisi tertebang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera Sirod mengatakan, dirinya telah melihat langsung lokasi hutan cadangan Ketajek tersebut setelah mendapat laporan dari anggota koperasi. Saat ditinjau ke lokasi, dia mendapati pepohonan telah roboh bekas ditebang. “Di sana kami juga temukan patok atau pembatas yang sudah terbagi-bagi per kotaknya. Setelah itu, saya cabut lagi patok tersebut,” katanya.

- Advertisement -

PAKIS, Radar JemberHutan cadangan Ketajek di bawah pengelolaan Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera yang berada di Desa Pakis, Kecamatan Panti, ditemukan dalam kondisi telah ditebang, belum lama ini. Pihak koperasi yang mengelola hutan tersebut belum mengetahui oknum yang melakukan penebangan. Namun, pihak koperasi menilai hal itu tidak ada koordinasi dan di luar anggota koperasi.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Sejak awal, hutan beserta lahan yang dikelola oleh Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera di Desa Pakis dan sekitarnya tercatat besaran tanah seluas 447 hektare yang dibagi kepada 668 orang anggota koperasi. Hal itu berdasarkan SK Bupati Jember tentang penghapusan dan pelepasan tanah Ketajek kepada warga melalui koperasi Ketajek Makmur. Namun, dari 447 hektare tersebut, terdapat hutan cadangan yang tidak dibagi kepada masyarakat. Beberapa hari terakhir diketahui hutan cadangan tersebut dalam kondisi tertebang.

Ketua Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera Sirod mengatakan, dirinya telah melihat langsung lokasi hutan cadangan Ketajek tersebut setelah mendapat laporan dari anggota koperasi. Saat ditinjau ke lokasi, dia mendapati pepohonan telah roboh bekas ditebang. “Di sana kami juga temukan patok atau pembatas yang sudah terbagi-bagi per kotaknya. Setelah itu, saya cabut lagi patok tersebut,” katanya.

PAKIS, Radar JemberHutan cadangan Ketajek di bawah pengelolaan Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera yang berada di Desa Pakis, Kecamatan Panti, ditemukan dalam kondisi telah ditebang, belum lama ini. Pihak koperasi yang mengelola hutan tersebut belum mengetahui oknum yang melakukan penebangan. Namun, pihak koperasi menilai hal itu tidak ada koordinasi dan di luar anggota koperasi.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Sejak awal, hutan beserta lahan yang dikelola oleh Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera di Desa Pakis dan sekitarnya tercatat besaran tanah seluas 447 hektare yang dibagi kepada 668 orang anggota koperasi. Hal itu berdasarkan SK Bupati Jember tentang penghapusan dan pelepasan tanah Ketajek kepada warga melalui koperasi Ketajek Makmur. Namun, dari 447 hektare tersebut, terdapat hutan cadangan yang tidak dibagi kepada masyarakat. Beberapa hari terakhir diketahui hutan cadangan tersebut dalam kondisi tertebang.

Ketua Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera Sirod mengatakan, dirinya telah melihat langsung lokasi hutan cadangan Ketajek tersebut setelah mendapat laporan dari anggota koperasi. Saat ditinjau ke lokasi, dia mendapati pepohonan telah roboh bekas ditebang. “Di sana kami juga temukan patok atau pembatas yang sudah terbagi-bagi per kotaknya. Setelah itu, saya cabut lagi patok tersebut,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/