alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Dinyatakan Belum Kantongi Izin, Pemkab Jember Tertibkan Tambak Milik SMK

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPANJEN, Radar Jember – Pemkab Jember mulai menunjukkan taringnya dalam menertibkan tambak yang tidak mengantongi izin di pesisir selatan. Untuk kali pertama, tambak milik SMK Perikanan dan Kelautan Puger yang dinyatakan tidak mengantongi izin ditertibkan. Tambak ini berlokasi di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

BACA JUGA : Apresiasi Pahlawan Zaman Modern Indonesia dalam Delapan Karakter Profesi

Sikap tegas Pemkab Jember ini menyusul setelah Tim Penertiban Sempadan Pantai Pemkab Jember turun ke lapangan memasang sedikitnya 20 papan larangan terhadap aktivitas tanpa izin di pesisir selatan Jember. Begitu tambak yang diketahui ilegal tidak mengindahkan larangan yang dipasang, tim bergerak menghentikan aktivitas pembangunan tambak milik SMK tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tambak milik SMK itu dinyatakan tidak berizin oleh Asisten II Pemkab Jember Hendro Soelistijono. Dia menegaskan, Pemkab Jember menghentikan aktivitas pendirian usaha tambak milik SMK itu karena sekolah belum mengantongi izin resmi. “Pembangunan tambak milik SMK itu belum ada izinnya. Dan intinya, pemkab telah memerintahkan untuk menghentikan pembangunannya,” kata Hendro.

Menurutnya, segala pengelolaan maupun pemanfaatan wilayah sempadan pantai selatan harus sepengetahuan dan seizin pemerintah. Mengingat lahan tersebut masih terhitung aset negara, maka siapa saja yang melanggar akan ditertibkan. Hendro juga menegaskan, Pemkab Jember tidak segan melakukan langkah-langkah serupa jika di kemudian hari masih ada aktivitas tambak ilegal lainnya.

- Advertisement -

KEPANJEN, Radar Jember – Pemkab Jember mulai menunjukkan taringnya dalam menertibkan tambak yang tidak mengantongi izin di pesisir selatan. Untuk kali pertama, tambak milik SMK Perikanan dan Kelautan Puger yang dinyatakan tidak mengantongi izin ditertibkan. Tambak ini berlokasi di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

BACA JUGA : Apresiasi Pahlawan Zaman Modern Indonesia dalam Delapan Karakter Profesi

Sikap tegas Pemkab Jember ini menyusul setelah Tim Penertiban Sempadan Pantai Pemkab Jember turun ke lapangan memasang sedikitnya 20 papan larangan terhadap aktivitas tanpa izin di pesisir selatan Jember. Begitu tambak yang diketahui ilegal tidak mengindahkan larangan yang dipasang, tim bergerak menghentikan aktivitas pembangunan tambak milik SMK tersebut.

Tambak milik SMK itu dinyatakan tidak berizin oleh Asisten II Pemkab Jember Hendro Soelistijono. Dia menegaskan, Pemkab Jember menghentikan aktivitas pendirian usaha tambak milik SMK itu karena sekolah belum mengantongi izin resmi. “Pembangunan tambak milik SMK itu belum ada izinnya. Dan intinya, pemkab telah memerintahkan untuk menghentikan pembangunannya,” kata Hendro.

Menurutnya, segala pengelolaan maupun pemanfaatan wilayah sempadan pantai selatan harus sepengetahuan dan seizin pemerintah. Mengingat lahan tersebut masih terhitung aset negara, maka siapa saja yang melanggar akan ditertibkan. Hendro juga menegaskan, Pemkab Jember tidak segan melakukan langkah-langkah serupa jika di kemudian hari masih ada aktivitas tambak ilegal lainnya.

KEPANJEN, Radar Jember – Pemkab Jember mulai menunjukkan taringnya dalam menertibkan tambak yang tidak mengantongi izin di pesisir selatan. Untuk kali pertama, tambak milik SMK Perikanan dan Kelautan Puger yang dinyatakan tidak mengantongi izin ditertibkan. Tambak ini berlokasi di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

BACA JUGA : Apresiasi Pahlawan Zaman Modern Indonesia dalam Delapan Karakter Profesi

Sikap tegas Pemkab Jember ini menyusul setelah Tim Penertiban Sempadan Pantai Pemkab Jember turun ke lapangan memasang sedikitnya 20 papan larangan terhadap aktivitas tanpa izin di pesisir selatan Jember. Begitu tambak yang diketahui ilegal tidak mengindahkan larangan yang dipasang, tim bergerak menghentikan aktivitas pembangunan tambak milik SMK tersebut.

Tambak milik SMK itu dinyatakan tidak berizin oleh Asisten II Pemkab Jember Hendro Soelistijono. Dia menegaskan, Pemkab Jember menghentikan aktivitas pendirian usaha tambak milik SMK itu karena sekolah belum mengantongi izin resmi. “Pembangunan tambak milik SMK itu belum ada izinnya. Dan intinya, pemkab telah memerintahkan untuk menghentikan pembangunannya,” kata Hendro.

Menurutnya, segala pengelolaan maupun pemanfaatan wilayah sempadan pantai selatan harus sepengetahuan dan seizin pemerintah. Mengingat lahan tersebut masih terhitung aset negara, maka siapa saja yang melanggar akan ditertibkan. Hendro juga menegaskan, Pemkab Jember tidak segan melakukan langkah-langkah serupa jika di kemudian hari masih ada aktivitas tambak ilegal lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/