alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Minta Penjaringan Ulang Calon Kepala Desa Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan gugatan terhadap panitia pelaksana pemilihan kepala desa (pilkades) kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/9). Dalam sidang dengan agenda mediasi itu, majelis hakim menghadirkan Siti Nurul Alimatul Jannah selaku penggugat didampingi penasihat hukumnya.

Nurul melawan lima tergugat, di antaranya Panitia Pilkades Slateng selaku tergugat satu, Panitia Pilkades Tingkat Kecamatan Ledokombo tergugat dua, Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten tergugat tiga, Dinas Pendidikan Jember tergugat empat, dan Kepala SDN Slateng 03 Ledokombo selaku tergugat lima.

Dalam fakta persidangan, majelis hakim memberikan kesempatan kedua belah pihak agar melakukan mediasi. Namun, karena keduanya tak memiliki mediator, maka majelis hakim menunjuk salah seorang hakim mediator, yaitu Desbertua Naibaho.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekitar beberapa menit berjalannya proses mediasi, belum diketahui mufakat apa yang dihasilkan. Namun, saat ditemui, Jaksa Pengacara Negara Mutiatin yang mendampingi tergugat dua hingga tergugat lima mengatakan, pihaknya belum memastikan langkah apa yang akan dilakukan dalam mediasi ataupun pascamediasi tersebut.

Sebab, apa pun mengenai jawaban pihak tergugat nantinya, dia mengaku tidak bisa seketika menyampaikan. “Kami sampaikan dulu ke pihak tergugat, kami tanyakan (konsultasikan) dulu nanti. Baru setelah itu, kami bisa menyampaikan,” terang Mutiatin saat ditemui di sela-sela menunggu mediasi.

Sementara itu, penasihat hukum penggugat, M Husni Thamrin, menyebut, sebagaimana dalam tuntutannya, ia meminta agar panitia pilkades di semua tingkatan mengevaluasi dan melakukan penjaringan bakal calon (balon) ulang. Sebab, selama penjaringan balon kades hingga pelaksanaan tes tulis itu, dinilai ada beberapa kecacatan administrasi yang menyebabkan kliennya merugi. Seperti dugaan pemalsuan ijazah dan dugaan kecurangan pelaksanaan tes tulis.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan gugatan terhadap panitia pelaksana pemilihan kepala desa (pilkades) kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/9). Dalam sidang dengan agenda mediasi itu, majelis hakim menghadirkan Siti Nurul Alimatul Jannah selaku penggugat didampingi penasihat hukumnya.

Nurul melawan lima tergugat, di antaranya Panitia Pilkades Slateng selaku tergugat satu, Panitia Pilkades Tingkat Kecamatan Ledokombo tergugat dua, Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten tergugat tiga, Dinas Pendidikan Jember tergugat empat, dan Kepala SDN Slateng 03 Ledokombo selaku tergugat lima.

Dalam fakta persidangan, majelis hakim memberikan kesempatan kedua belah pihak agar melakukan mediasi. Namun, karena keduanya tak memiliki mediator, maka majelis hakim menunjuk salah seorang hakim mediator, yaitu Desbertua Naibaho.

Sekitar beberapa menit berjalannya proses mediasi, belum diketahui mufakat apa yang dihasilkan. Namun, saat ditemui, Jaksa Pengacara Negara Mutiatin yang mendampingi tergugat dua hingga tergugat lima mengatakan, pihaknya belum memastikan langkah apa yang akan dilakukan dalam mediasi ataupun pascamediasi tersebut.

Sebab, apa pun mengenai jawaban pihak tergugat nantinya, dia mengaku tidak bisa seketika menyampaikan. “Kami sampaikan dulu ke pihak tergugat, kami tanyakan (konsultasikan) dulu nanti. Baru setelah itu, kami bisa menyampaikan,” terang Mutiatin saat ditemui di sela-sela menunggu mediasi.

Sementara itu, penasihat hukum penggugat, M Husni Thamrin, menyebut, sebagaimana dalam tuntutannya, ia meminta agar panitia pilkades di semua tingkatan mengevaluasi dan melakukan penjaringan bakal calon (balon) ulang. Sebab, selama penjaringan balon kades hingga pelaksanaan tes tulis itu, dinilai ada beberapa kecacatan administrasi yang menyebabkan kliennya merugi. Seperti dugaan pemalsuan ijazah dan dugaan kecurangan pelaksanaan tes tulis.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sidang lanjutan gugatan terhadap panitia pelaksana pemilihan kepala desa (pilkades) kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/9). Dalam sidang dengan agenda mediasi itu, majelis hakim menghadirkan Siti Nurul Alimatul Jannah selaku penggugat didampingi penasihat hukumnya.

Nurul melawan lima tergugat, di antaranya Panitia Pilkades Slateng selaku tergugat satu, Panitia Pilkades Tingkat Kecamatan Ledokombo tergugat dua, Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten tergugat tiga, Dinas Pendidikan Jember tergugat empat, dan Kepala SDN Slateng 03 Ledokombo selaku tergugat lima.

Dalam fakta persidangan, majelis hakim memberikan kesempatan kedua belah pihak agar melakukan mediasi. Namun, karena keduanya tak memiliki mediator, maka majelis hakim menunjuk salah seorang hakim mediator, yaitu Desbertua Naibaho.

Sekitar beberapa menit berjalannya proses mediasi, belum diketahui mufakat apa yang dihasilkan. Namun, saat ditemui, Jaksa Pengacara Negara Mutiatin yang mendampingi tergugat dua hingga tergugat lima mengatakan, pihaknya belum memastikan langkah apa yang akan dilakukan dalam mediasi ataupun pascamediasi tersebut.

Sebab, apa pun mengenai jawaban pihak tergugat nantinya, dia mengaku tidak bisa seketika menyampaikan. “Kami sampaikan dulu ke pihak tergugat, kami tanyakan (konsultasikan) dulu nanti. Baru setelah itu, kami bisa menyampaikan,” terang Mutiatin saat ditemui di sela-sela menunggu mediasi.

Sementara itu, penasihat hukum penggugat, M Husni Thamrin, menyebut, sebagaimana dalam tuntutannya, ia meminta agar panitia pilkades di semua tingkatan mengevaluasi dan melakukan penjaringan bakal calon (balon) ulang. Sebab, selama penjaringan balon kades hingga pelaksanaan tes tulis itu, dinilai ada beberapa kecacatan administrasi yang menyebabkan kliennya merugi. Seperti dugaan pemalsuan ijazah dan dugaan kecurangan pelaksanaan tes tulis.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/