alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jember Mulai Patenkan Batik Khas Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEBAGAI kabupaten yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan kekayaan alam yang melimpah, para pembatik di Jember dapat menciptakan karya sesuai dengan keadaan di kabupaten setempat. Ada banyak motif batik yang diciptakan, namun belum dapat dinilai sebagai ciri khas milik daerah. Sebab, memang belum ada ketentuan jelas terkait motif batik Jember.

Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) dan Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri cikal bakal terbentuknya Jember untuk kemudian diabadikan menjadi motif batik ciri khas kebanggaan yang akan dipatenkan. Proses penetapan motif batik itu diawali dengan lomba desain motif dan fashion batik dengan para juri profesional di dunia batik.

Mewakili Kepala Diskopum Jember Arismaya Parahita, Kasi Kerja Sama pada Bidang Pemasaran Diskopum Irwandhani mengatakan, lomba tersebut tak hanya menjadi ajang kreativitas bagi para pembatik. Namun, juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum bahwa Jember memiliki motif batik khas yang tak bisa didapatkan di daerah lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, nanti salah satu tujuan lomba ini menyampaikan ke masyarakat bahwa seperti ini motif batik Jember. Karena hasil desain motif dari pemenang akan ditetapkan resmi sebagai milik daerah,” ucapnya.

Terpisah, Sudiono, salah satu pembatik tradisional di Kecamatan Sukowono, menuturkan, lomba desain tersebut harus ditentukan seperti apa standarnya. Misal, desain harus menggunakan tulisan tangan, tema yang ingin diangkat harus ditentukan, dan peserta atau sasaran yang dituju juga harus jelas. “Sebenarnya ini sangat bagus sebagai upaya menetapkan motif batik ciri khas Jember. Tapi, standarnya harus ditentukan dulu. Sebab, desain batik dengan desain baju untuk batik itu sangat berbeda,” katanya.

Pada 2019 lalu, para pembatik sempat menggelar simposium untuk merumuskan batik khas Jember. Alhasil, mereka menyepakati motif batik Pasadeng menjadi batik unggulan yang kini tengah digembar-gemborkan bahwa motif tersebut merupakan salah satu bukti sejarah terbentuknya Jember. Pasadeng sendiri merupakan sebuah kerajaan yang sempat berkuasa di Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEBAGAI kabupaten yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan kekayaan alam yang melimpah, para pembatik di Jember dapat menciptakan karya sesuai dengan keadaan di kabupaten setempat. Ada banyak motif batik yang diciptakan, namun belum dapat dinilai sebagai ciri khas milik daerah. Sebab, memang belum ada ketentuan jelas terkait motif batik Jember.

Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) dan Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri cikal bakal terbentuknya Jember untuk kemudian diabadikan menjadi motif batik ciri khas kebanggaan yang akan dipatenkan. Proses penetapan motif batik itu diawali dengan lomba desain motif dan fashion batik dengan para juri profesional di dunia batik.

Mewakili Kepala Diskopum Jember Arismaya Parahita, Kasi Kerja Sama pada Bidang Pemasaran Diskopum Irwandhani mengatakan, lomba tersebut tak hanya menjadi ajang kreativitas bagi para pembatik. Namun, juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum bahwa Jember memiliki motif batik khas yang tak bisa didapatkan di daerah lain.

“Jadi, nanti salah satu tujuan lomba ini menyampaikan ke masyarakat bahwa seperti ini motif batik Jember. Karena hasil desain motif dari pemenang akan ditetapkan resmi sebagai milik daerah,” ucapnya.

Terpisah, Sudiono, salah satu pembatik tradisional di Kecamatan Sukowono, menuturkan, lomba desain tersebut harus ditentukan seperti apa standarnya. Misal, desain harus menggunakan tulisan tangan, tema yang ingin diangkat harus ditentukan, dan peserta atau sasaran yang dituju juga harus jelas. “Sebenarnya ini sangat bagus sebagai upaya menetapkan motif batik ciri khas Jember. Tapi, standarnya harus ditentukan dulu. Sebab, desain batik dengan desain baju untuk batik itu sangat berbeda,” katanya.

Pada 2019 lalu, para pembatik sempat menggelar simposium untuk merumuskan batik khas Jember. Alhasil, mereka menyepakati motif batik Pasadeng menjadi batik unggulan yang kini tengah digembar-gemborkan bahwa motif tersebut merupakan salah satu bukti sejarah terbentuknya Jember. Pasadeng sendiri merupakan sebuah kerajaan yang sempat berkuasa di Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEBAGAI kabupaten yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan kekayaan alam yang melimpah, para pembatik di Jember dapat menciptakan karya sesuai dengan keadaan di kabupaten setempat. Ada banyak motif batik yang diciptakan, namun belum dapat dinilai sebagai ciri khas milik daerah. Sebab, memang belum ada ketentuan jelas terkait motif batik Jember.

Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) dan Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri cikal bakal terbentuknya Jember untuk kemudian diabadikan menjadi motif batik ciri khas kebanggaan yang akan dipatenkan. Proses penetapan motif batik itu diawali dengan lomba desain motif dan fashion batik dengan para juri profesional di dunia batik.

Mewakili Kepala Diskopum Jember Arismaya Parahita, Kasi Kerja Sama pada Bidang Pemasaran Diskopum Irwandhani mengatakan, lomba tersebut tak hanya menjadi ajang kreativitas bagi para pembatik. Namun, juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum bahwa Jember memiliki motif batik khas yang tak bisa didapatkan di daerah lain.

“Jadi, nanti salah satu tujuan lomba ini menyampaikan ke masyarakat bahwa seperti ini motif batik Jember. Karena hasil desain motif dari pemenang akan ditetapkan resmi sebagai milik daerah,” ucapnya.

Terpisah, Sudiono, salah satu pembatik tradisional di Kecamatan Sukowono, menuturkan, lomba desain tersebut harus ditentukan seperti apa standarnya. Misal, desain harus menggunakan tulisan tangan, tema yang ingin diangkat harus ditentukan, dan peserta atau sasaran yang dituju juga harus jelas. “Sebenarnya ini sangat bagus sebagai upaya menetapkan motif batik ciri khas Jember. Tapi, standarnya harus ditentukan dulu. Sebab, desain batik dengan desain baju untuk batik itu sangat berbeda,” katanya.

Pada 2019 lalu, para pembatik sempat menggelar simposium untuk merumuskan batik khas Jember. Alhasil, mereka menyepakati motif batik Pasadeng menjadi batik unggulan yang kini tengah digembar-gemborkan bahwa motif tersebut merupakan salah satu bukti sejarah terbentuknya Jember. Pasadeng sendiri merupakan sebuah kerajaan yang sempat berkuasa di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/