alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Jadi Tuan Rumah, Jember Bingung Lokasi Panjat Tebing

Lokasi Panjat Tebing Bakal Nomaden

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jember belum bisa memutuskan lokasi pemusatan latihan atau training center (TC). Lokasi latihan yang berpindah-pindah menjadi kendala tersendiri, mengingat FPTI belum memiliki sarana sendiri. Bahkan, bila cabor panjat tebing diserahkan ke Jember sebagai tuan rumah, juga akan membuat mabuk kepayang.

Setelah menjalani seleksi, cabor panjat tebing telah menyaring sepuluh atlet. Terdiri atas tujuh putra dan tiga putri, untuk selanjutnya diagendakan TC. Firdaus Dellabas, pelatih FPTI Jember, menerangkan, belum ada kepastian mengenai agenda detail TC.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya juga masih menunggu dari KONI Jember dan Dispora Jember mengenai teknis TC. “Kalau rencana datangkan sparring partner dan pelatih dari luar itu ada. Tapi masih menunggu juga keputusan dari KONI dan Dispora,” tuturnya.

Namun, hal yang tak kalah penting adalah pihaknya belum bisa menentukan lokasi pemusatan latihan. “TC-nya dipusatkan di mana, masih belum tahu,” tuturnya. Sebab, kata dia, belum ada keputusan pemilik papan panjat apakah bisa dipakai penuh atau tidak. “Kemungkinan besar, ya, bakal pindah-pindah TC-nya. Karena kami tidak punya papan panjat sendiri. Selama ini kalau latihan, ya, pinjam,” imbuhnya.

Ada empat lokasi yang bisa menjadi alternatif. Yaitu papan panjat milik Politeknik Negeri Jember (Polije), papan panjat Kafe Kolong, SMA Bima Ambulu, dan untuk TC boulder di Patrang. “Kalau di Polije itu perlu di sana, karena satu-satunya di Jember punya papan panjat khusus nomor speed world record,” tuturnya.

Bila menyampingkan latihan tersebut, menurut Dellabas, tentu sangat disayangkan. Sebab, tidak semua daerah memiliki sarana seperti itu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jember belum bisa memutuskan lokasi pemusatan latihan atau training center (TC). Lokasi latihan yang berpindah-pindah menjadi kendala tersendiri, mengingat FPTI belum memiliki sarana sendiri. Bahkan, bila cabor panjat tebing diserahkan ke Jember sebagai tuan rumah, juga akan membuat mabuk kepayang.

Setelah menjalani seleksi, cabor panjat tebing telah menyaring sepuluh atlet. Terdiri atas tujuh putra dan tiga putri, untuk selanjutnya diagendakan TC. Firdaus Dellabas, pelatih FPTI Jember, menerangkan, belum ada kepastian mengenai agenda detail TC.

Pihaknya juga masih menunggu dari KONI Jember dan Dispora Jember mengenai teknis TC. “Kalau rencana datangkan sparring partner dan pelatih dari luar itu ada. Tapi masih menunggu juga keputusan dari KONI dan Dispora,” tuturnya.

Namun, hal yang tak kalah penting adalah pihaknya belum bisa menentukan lokasi pemusatan latihan. “TC-nya dipusatkan di mana, masih belum tahu,” tuturnya. Sebab, kata dia, belum ada keputusan pemilik papan panjat apakah bisa dipakai penuh atau tidak. “Kemungkinan besar, ya, bakal pindah-pindah TC-nya. Karena kami tidak punya papan panjat sendiri. Selama ini kalau latihan, ya, pinjam,” imbuhnya.

Ada empat lokasi yang bisa menjadi alternatif. Yaitu papan panjat milik Politeknik Negeri Jember (Polije), papan panjat Kafe Kolong, SMA Bima Ambulu, dan untuk TC boulder di Patrang. “Kalau di Polije itu perlu di sana, karena satu-satunya di Jember punya papan panjat khusus nomor speed world record,” tuturnya.

Bila menyampingkan latihan tersebut, menurut Dellabas, tentu sangat disayangkan. Sebab, tidak semua daerah memiliki sarana seperti itu.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jember belum bisa memutuskan lokasi pemusatan latihan atau training center (TC). Lokasi latihan yang berpindah-pindah menjadi kendala tersendiri, mengingat FPTI belum memiliki sarana sendiri. Bahkan, bila cabor panjat tebing diserahkan ke Jember sebagai tuan rumah, juga akan membuat mabuk kepayang.

Setelah menjalani seleksi, cabor panjat tebing telah menyaring sepuluh atlet. Terdiri atas tujuh putra dan tiga putri, untuk selanjutnya diagendakan TC. Firdaus Dellabas, pelatih FPTI Jember, menerangkan, belum ada kepastian mengenai agenda detail TC.

Pihaknya juga masih menunggu dari KONI Jember dan Dispora Jember mengenai teknis TC. “Kalau rencana datangkan sparring partner dan pelatih dari luar itu ada. Tapi masih menunggu juga keputusan dari KONI dan Dispora,” tuturnya.

Namun, hal yang tak kalah penting adalah pihaknya belum bisa menentukan lokasi pemusatan latihan. “TC-nya dipusatkan di mana, masih belum tahu,” tuturnya. Sebab, kata dia, belum ada keputusan pemilik papan panjat apakah bisa dipakai penuh atau tidak. “Kemungkinan besar, ya, bakal pindah-pindah TC-nya. Karena kami tidak punya papan panjat sendiri. Selama ini kalau latihan, ya, pinjam,” imbuhnya.

Ada empat lokasi yang bisa menjadi alternatif. Yaitu papan panjat milik Politeknik Negeri Jember (Polije), papan panjat Kafe Kolong, SMA Bima Ambulu, dan untuk TC boulder di Patrang. “Kalau di Polije itu perlu di sana, karena satu-satunya di Jember punya papan panjat khusus nomor speed world record,” tuturnya.

Bila menyampingkan latihan tersebut, menurut Dellabas, tentu sangat disayangkan. Sebab, tidak semua daerah memiliki sarana seperti itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca