alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ditegur Soal APBD 2021, Pemkab: Sedang Proses Perhitungan

"Harapan kami, bisa segera diajukan agar cepat dibahas. Sampai sekarang belum ada surat masuk." M Itqon Syauqi - Ketua DPRD Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Bulan September mulai memasuki pekan keempat. Namun, kepastian pengajuan draf Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2021 belum juga terlihat. Untuk itu, DPRD meminta agar Pemkab Jember segera mengajukan agar tidak semakin telat. Jika molor lama, Silpa APBD di akhir tahun nanti bisa jadi melompat.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pemkab selayaknya memperhatikan tahapan serta prosedur yang ada. Hal itu penting karena menyangkut urusan administrasi sampai pembangunan di Kota Pesantren. “DPRD menunggu pengajuan draf PAPBD untuk kemudian diagendakan paripurnanya,” kata Itqon.

Mengingat waktu mulai memasuki ujung September, Itqon menyarankan agar proses penyusunan draf PAPBD dipercepat. “Harapan kami, bisa segera diajukan agar cepat dibahas. Sampai sekarang belum ada surat masuk,” ungkap Itqon, yang juga Wakil Sekretaris DPC PKB Jember tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, mengenai PAPBD, lembaganya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Jember. Molornya pengajuan PAPBD salah satunya disebabkan keterlambatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) beberapa pekan lalu. Apabila hal ini molor lama, bisa jadi Silpa Jember akan besar. “Tentu akan berdampak pada Silpa,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Jember itu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano menyampaikan, draf PAPBD Jember masih dalam proses finalisasi. Dia menambahkan, mengenai Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) juga telah dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Untuk fasilitasi Bappeprov (Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi, Red) selanjutnya biro hukum provinsi,” urainya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Bulan September mulai memasuki pekan keempat. Namun, kepastian pengajuan draf Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2021 belum juga terlihat. Untuk itu, DPRD meminta agar Pemkab Jember segera mengajukan agar tidak semakin telat. Jika molor lama, Silpa APBD di akhir tahun nanti bisa jadi melompat.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pemkab selayaknya memperhatikan tahapan serta prosedur yang ada. Hal itu penting karena menyangkut urusan administrasi sampai pembangunan di Kota Pesantren. “DPRD menunggu pengajuan draf PAPBD untuk kemudian diagendakan paripurnanya,” kata Itqon.

Mengingat waktu mulai memasuki ujung September, Itqon menyarankan agar proses penyusunan draf PAPBD dipercepat. “Harapan kami, bisa segera diajukan agar cepat dibahas. Sampai sekarang belum ada surat masuk,” ungkap Itqon, yang juga Wakil Sekretaris DPC PKB Jember tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, mengenai PAPBD, lembaganya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Jember. Molornya pengajuan PAPBD salah satunya disebabkan keterlambatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) beberapa pekan lalu. Apabila hal ini molor lama, bisa jadi Silpa Jember akan besar. “Tentu akan berdampak pada Silpa,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Jember itu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano menyampaikan, draf PAPBD Jember masih dalam proses finalisasi. Dia menambahkan, mengenai Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) juga telah dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Untuk fasilitasi Bappeprov (Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi, Red) selanjutnya biro hukum provinsi,” urainya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Bulan September mulai memasuki pekan keempat. Namun, kepastian pengajuan draf Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2021 belum juga terlihat. Untuk itu, DPRD meminta agar Pemkab Jember segera mengajukan agar tidak semakin telat. Jika molor lama, Silpa APBD di akhir tahun nanti bisa jadi melompat.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pemkab selayaknya memperhatikan tahapan serta prosedur yang ada. Hal itu penting karena menyangkut urusan administrasi sampai pembangunan di Kota Pesantren. “DPRD menunggu pengajuan draf PAPBD untuk kemudian diagendakan paripurnanya,” kata Itqon.

Mengingat waktu mulai memasuki ujung September, Itqon menyarankan agar proses penyusunan draf PAPBD dipercepat. “Harapan kami, bisa segera diajukan agar cepat dibahas. Sampai sekarang belum ada surat masuk,” ungkap Itqon, yang juga Wakil Sekretaris DPC PKB Jember tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, mengenai PAPBD, lembaganya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Jember. Molornya pengajuan PAPBD salah satunya disebabkan keterlambatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) beberapa pekan lalu. Apabila hal ini molor lama, bisa jadi Silpa Jember akan besar. “Tentu akan berdampak pada Silpa,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Jember itu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano menyampaikan, draf PAPBD Jember masih dalam proses finalisasi. Dia menambahkan, mengenai Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) juga telah dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Untuk fasilitasi Bappeprov (Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi, Red) selanjutnya biro hukum provinsi,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/