alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Kantor Butuh Aturan Tegas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan perkantoran rupanya turut menyumbang angka positif pandemi Covid-19 di berbagai daerah, termasuk di Jember. Khususnya yang memberikan pelayanan kepada publik.

Salah satunya kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad mengungkapkan, sejak salah seorang karyawan Kemenag dikabarkan meninggal karena positif Covid-19, pihaknya dan seluruh karyawan langsung melakukan isolasi mandiri sejak dua pekan lalu. Meskipun begitu, efek pandemi itu diyakini tidak seketika lenyap.

“Secara psikologis, beberapa karyawan lain banyak yang khawatir. Karenanya, sebelum kembali dibuka nanti, kita upayakan perubahan sistem layanan dan jam masuk,” jelas Muhammad kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemenag yang melakukan isolasi mandiri sejak 8-21 September, direncanakan kembali aktif hari ini, Selasa (22/9). Kendati begitu, saat akan kembali dibuka nanti, pihaknya akan tetap mengoptimalkan protokol kesehatan lebih ketat. Seperti pemberlakuan jam ASN setengah hari, work from home (WFH), dan layanan daring. “Kalau masyarakat masih bisa mengakses layanan secara daring, mending secara daring saja. Kita ingin mengurangi segala risiko dari pandemi ini,” bebernya.

Muhammad membenarkan, Kemenag sudah kali kedua melakukan isolasi mandiri. Ini setelah beberapa bulan lalu Kemenag Jember sempat melakukan lockdown karena salah satu pegawai pendamping haji dikabarkan positif.

Sebagaimana diketahui, perkantoran selama ini dinilai sudah begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Fakta itu kian menegaskan bahwa masyarakat harus ekstra hati-hati untuk hadir dan melakukan layanan administrasi di kantor-kantor atau layanan publik.

Selain itu, upaya dari pemerintah yang melakukan ekspansi dan warning kepada masyarakat, hingga sidang di tempat karena tidak bermasker, dianggap belum optimal. Khususnya pada sektor perkantoran yang akhir-akhir ini menjadi klaster baru penyebaran pandemi.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan perkantoran rupanya turut menyumbang angka positif pandemi Covid-19 di berbagai daerah, termasuk di Jember. Khususnya yang memberikan pelayanan kepada publik.

Salah satunya kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad mengungkapkan, sejak salah seorang karyawan Kemenag dikabarkan meninggal karena positif Covid-19, pihaknya dan seluruh karyawan langsung melakukan isolasi mandiri sejak dua pekan lalu. Meskipun begitu, efek pandemi itu diyakini tidak seketika lenyap.

“Secara psikologis, beberapa karyawan lain banyak yang khawatir. Karenanya, sebelum kembali dibuka nanti, kita upayakan perubahan sistem layanan dan jam masuk,” jelas Muhammad kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemenag yang melakukan isolasi mandiri sejak 8-21 September, direncanakan kembali aktif hari ini, Selasa (22/9). Kendati begitu, saat akan kembali dibuka nanti, pihaknya akan tetap mengoptimalkan protokol kesehatan lebih ketat. Seperti pemberlakuan jam ASN setengah hari, work from home (WFH), dan layanan daring. “Kalau masyarakat masih bisa mengakses layanan secara daring, mending secara daring saja. Kita ingin mengurangi segala risiko dari pandemi ini,” bebernya.

Muhammad membenarkan, Kemenag sudah kali kedua melakukan isolasi mandiri. Ini setelah beberapa bulan lalu Kemenag Jember sempat melakukan lockdown karena salah satu pegawai pendamping haji dikabarkan positif.

Sebagaimana diketahui, perkantoran selama ini dinilai sudah begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Fakta itu kian menegaskan bahwa masyarakat harus ekstra hati-hati untuk hadir dan melakukan layanan administrasi di kantor-kantor atau layanan publik.

Selain itu, upaya dari pemerintah yang melakukan ekspansi dan warning kepada masyarakat, hingga sidang di tempat karena tidak bermasker, dianggap belum optimal. Khususnya pada sektor perkantoran yang akhir-akhir ini menjadi klaster baru penyebaran pandemi.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan perkantoran rupanya turut menyumbang angka positif pandemi Covid-19 di berbagai daerah, termasuk di Jember. Khususnya yang memberikan pelayanan kepada publik.

Salah satunya kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad mengungkapkan, sejak salah seorang karyawan Kemenag dikabarkan meninggal karena positif Covid-19, pihaknya dan seluruh karyawan langsung melakukan isolasi mandiri sejak dua pekan lalu. Meskipun begitu, efek pandemi itu diyakini tidak seketika lenyap.

“Secara psikologis, beberapa karyawan lain banyak yang khawatir. Karenanya, sebelum kembali dibuka nanti, kita upayakan perubahan sistem layanan dan jam masuk,” jelas Muhammad kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemenag yang melakukan isolasi mandiri sejak 8-21 September, direncanakan kembali aktif hari ini, Selasa (22/9). Kendati begitu, saat akan kembali dibuka nanti, pihaknya akan tetap mengoptimalkan protokol kesehatan lebih ketat. Seperti pemberlakuan jam ASN setengah hari, work from home (WFH), dan layanan daring. “Kalau masyarakat masih bisa mengakses layanan secara daring, mending secara daring saja. Kita ingin mengurangi segala risiko dari pandemi ini,” bebernya.

Muhammad membenarkan, Kemenag sudah kali kedua melakukan isolasi mandiri. Ini setelah beberapa bulan lalu Kemenag Jember sempat melakukan lockdown karena salah satu pegawai pendamping haji dikabarkan positif.

Sebagaimana diketahui, perkantoran selama ini dinilai sudah begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Fakta itu kian menegaskan bahwa masyarakat harus ekstra hati-hati untuk hadir dan melakukan layanan administrasi di kantor-kantor atau layanan publik.

Selain itu, upaya dari pemerintah yang melakukan ekspansi dan warning kepada masyarakat, hingga sidang di tempat karena tidak bermasker, dianggap belum optimal. Khususnya pada sektor perkantoran yang akhir-akhir ini menjadi klaster baru penyebaran pandemi.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/