alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Fariz Ajukan Banding

Jaksa Sudah Tanda Tangan Akta Kasasi untuk Dodik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim pengacara salah satu terdakwa perkara korupsi Pasar Manggisan, M Fariz Nurhidayat, siap melayangkan banding dan menyatakan keberatan dengan putusan majelis hakim kepada kliennya. Keputusan banding itu dibenarkan oleh Zainal Abidin, salah satu tim pengacara dari Fariz.

Nah, batas waktu banding setelah pembacaan putusan oleh majelis hakim (15/9) lalu adalah hari ini. Tujuh hari setelah pembacaan putusan. “Kami putuskan banding, tetapi belum menyusun berkasnya. Karena memang batas terakhir keputusan banding atau tidak ya besok (Hari ini, Red),” ujar Abidin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang.

Rencananya, hari ini, tim pengacara Fariz menyatakan kepada majelis hakim di PN Tipikor, bahwa mereka siap mengajukan banding atas vonis hakim kepada Fariz. “Direkturnya (Dodik, Red) saja bebas, kok Fariz hanya sebagai karyawannya masih diputus bersalah,” beber Abidin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Fariz mendapat putusan lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta. Apabila tak dibayar selama satu bulan setelah putusan, maka harta benda miliknya akan dilelang. Apabila juga tidak mencukupi, bakal diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Ketika disinggung mengenai poin-poin isi dari banding tersebut, Abidin masih belum dapat menjelaskan terperinci. “Kami masih menyatakan banding dulu kepada majelis hakim. Baru nanti akan kami konsep memori bandingnya,” imbuh Abidin.

Tim pengacara Fariz juga terus menjalin komunikasi serta koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sebab, Fariz juga sudah mengajukan justice collaborator (JC) dalam perkara rasuah ini.

Abidin menyebut, intinya Fariz beserta keluarga menyatakan siap banding atas vonis hakim tersebut. “Kalau yang bersangkutan ingin banding, kami sebagai penasihat hukum tetap mendampingi Fariz. Kami kan hanya mendampingi. Fariz ini seperti dikorbankan dalam perkara ini. Jadi tumbal,” lanjut Abidin.

Sebelumnya, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini divonis bebas oleh majelis hakim. Dodik dinyatakan tak bersalah apa yang sudah dituntut jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam fakta persidangan, para saksi mengaku ada aliran dana sebesar Rp 3 miliar masuk ke rekening pribadi milik Dodik. Bukan masuk ke rekening perusahaan PT Maksi Solusi Enjinering. Selain itu, Dodik bersama Fariz juga merancang dan mengonsep seluruh proyek strategis Pemkab Jember sebelum proses lelang berlangsung. Sebab, mereka berdua bertindak sebagai konsultan pengawas dan perencana proyek. Bahkan, kegiatan yang disebut sebagai desk pendapa itu dilangsungkan di pendapa bupati, bersama Bupati Jember, para pejabat teras lainnya seperti Achmad Imam Fauzi dan Yessiana Arifah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim pengacara salah satu terdakwa perkara korupsi Pasar Manggisan, M Fariz Nurhidayat, siap melayangkan banding dan menyatakan keberatan dengan putusan majelis hakim kepada kliennya. Keputusan banding itu dibenarkan oleh Zainal Abidin, salah satu tim pengacara dari Fariz.

Nah, batas waktu banding setelah pembacaan putusan oleh majelis hakim (15/9) lalu adalah hari ini. Tujuh hari setelah pembacaan putusan. “Kami putuskan banding, tetapi belum menyusun berkasnya. Karena memang batas terakhir keputusan banding atau tidak ya besok (Hari ini, Red),” ujar Abidin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang.

Rencananya, hari ini, tim pengacara Fariz menyatakan kepada majelis hakim di PN Tipikor, bahwa mereka siap mengajukan banding atas vonis hakim kepada Fariz. “Direkturnya (Dodik, Red) saja bebas, kok Fariz hanya sebagai karyawannya masih diputus bersalah,” beber Abidin.

Sebelumnya, Fariz mendapat putusan lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta. Apabila tak dibayar selama satu bulan setelah putusan, maka harta benda miliknya akan dilelang. Apabila juga tidak mencukupi, bakal diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Ketika disinggung mengenai poin-poin isi dari banding tersebut, Abidin masih belum dapat menjelaskan terperinci. “Kami masih menyatakan banding dulu kepada majelis hakim. Baru nanti akan kami konsep memori bandingnya,” imbuh Abidin.

Tim pengacara Fariz juga terus menjalin komunikasi serta koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sebab, Fariz juga sudah mengajukan justice collaborator (JC) dalam perkara rasuah ini.

Abidin menyebut, intinya Fariz beserta keluarga menyatakan siap banding atas vonis hakim tersebut. “Kalau yang bersangkutan ingin banding, kami sebagai penasihat hukum tetap mendampingi Fariz. Kami kan hanya mendampingi. Fariz ini seperti dikorbankan dalam perkara ini. Jadi tumbal,” lanjut Abidin.

Sebelumnya, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini divonis bebas oleh majelis hakim. Dodik dinyatakan tak bersalah apa yang sudah dituntut jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam fakta persidangan, para saksi mengaku ada aliran dana sebesar Rp 3 miliar masuk ke rekening pribadi milik Dodik. Bukan masuk ke rekening perusahaan PT Maksi Solusi Enjinering. Selain itu, Dodik bersama Fariz juga merancang dan mengonsep seluruh proyek strategis Pemkab Jember sebelum proses lelang berlangsung. Sebab, mereka berdua bertindak sebagai konsultan pengawas dan perencana proyek. Bahkan, kegiatan yang disebut sebagai desk pendapa itu dilangsungkan di pendapa bupati, bersama Bupati Jember, para pejabat teras lainnya seperti Achmad Imam Fauzi dan Yessiana Arifah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tim pengacara salah satu terdakwa perkara korupsi Pasar Manggisan, M Fariz Nurhidayat, siap melayangkan banding dan menyatakan keberatan dengan putusan majelis hakim kepada kliennya. Keputusan banding itu dibenarkan oleh Zainal Abidin, salah satu tim pengacara dari Fariz.

Nah, batas waktu banding setelah pembacaan putusan oleh majelis hakim (15/9) lalu adalah hari ini. Tujuh hari setelah pembacaan putusan. “Kami putuskan banding, tetapi belum menyusun berkasnya. Karena memang batas terakhir keputusan banding atau tidak ya besok (Hari ini, Red),” ujar Abidin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang.

Rencananya, hari ini, tim pengacara Fariz menyatakan kepada majelis hakim di PN Tipikor, bahwa mereka siap mengajukan banding atas vonis hakim kepada Fariz. “Direkturnya (Dodik, Red) saja bebas, kok Fariz hanya sebagai karyawannya masih diputus bersalah,” beber Abidin.

Sebelumnya, Fariz mendapat putusan lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta. Apabila tak dibayar selama satu bulan setelah putusan, maka harta benda miliknya akan dilelang. Apabila juga tidak mencukupi, bakal diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Ketika disinggung mengenai poin-poin isi dari banding tersebut, Abidin masih belum dapat menjelaskan terperinci. “Kami masih menyatakan banding dulu kepada majelis hakim. Baru nanti akan kami konsep memori bandingnya,” imbuh Abidin.

Tim pengacara Fariz juga terus menjalin komunikasi serta koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sebab, Fariz juga sudah mengajukan justice collaborator (JC) dalam perkara rasuah ini.

Abidin menyebut, intinya Fariz beserta keluarga menyatakan siap banding atas vonis hakim tersebut. “Kalau yang bersangkutan ingin banding, kami sebagai penasihat hukum tetap mendampingi Fariz. Kami kan hanya mendampingi. Fariz ini seperti dikorbankan dalam perkara ini. Jadi tumbal,” lanjut Abidin.

Sebelumnya, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini divonis bebas oleh majelis hakim. Dodik dinyatakan tak bersalah apa yang sudah dituntut jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam fakta persidangan, para saksi mengaku ada aliran dana sebesar Rp 3 miliar masuk ke rekening pribadi milik Dodik. Bukan masuk ke rekening perusahaan PT Maksi Solusi Enjinering. Selain itu, Dodik bersama Fariz juga merancang dan mengonsep seluruh proyek strategis Pemkab Jember sebelum proses lelang berlangsung. Sebab, mereka berdua bertindak sebagai konsultan pengawas dan perencana proyek. Bahkan, kegiatan yang disebut sebagai desk pendapa itu dilangsungkan di pendapa bupati, bersama Bupati Jember, para pejabat teras lainnya seperti Achmad Imam Fauzi dan Yessiana Arifah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/