alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Bisa Cinta ke Manusia?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingkahnya bikin gemas. Dalam urusan memanjat pohon, sangat tangkas dan tak mudah jatuh. Inilah si monyet ekor panjang, yang kerap dipelihara oleh masyarakat, bahkan dijadikan topeng monyet.

Walau imut, tapi saat memasuki masa berahi, monyet ekor panjang perlu diantisipasi. Apalagi monyet bisa cemburu kepada manusia. Loh, apa primata yang satu ini bisa jatuh cinta ke manusia?

Kepala Bidang Wilayah III Jember Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Setyo Utomo mengatakan, monyet ekor panjang memang bukan hewan yang dilindungi. Tidak seperti primata lainnya seperti bekantan, lutung jawa, ataupun orang utan. Namun, primata ekor panjang menjadi hewan yang kerap dipelihara oleh manusia. Bahkan tak sedikit yang dipekerjakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, dari 40 ekor monyet ekor panjang sitaan BKSDA yang telah dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong pada Agustus kemarin, rata-rata merupakan monyet ekor panjang yang dijadikan topeng monyet. Tapi juga tidak sedikit masyarakat memelihara monyet ekor panjang untuk dirawat di rumah.

Setyo mengaku, monyet ekor panjang waktu kecil memang lucu. Tingkahnya yang menggemaskan tentu memikat hati anak kecil hingga orang dewasa sekalipun. “Tapi kalau kecil lucu. Saat dewasa tidak lucu lagi, bahkan bisa berbahaya,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingkahnya bikin gemas. Dalam urusan memanjat pohon, sangat tangkas dan tak mudah jatuh. Inilah si monyet ekor panjang, yang kerap dipelihara oleh masyarakat, bahkan dijadikan topeng monyet.

Walau imut, tapi saat memasuki masa berahi, monyet ekor panjang perlu diantisipasi. Apalagi monyet bisa cemburu kepada manusia. Loh, apa primata yang satu ini bisa jatuh cinta ke manusia?

Kepala Bidang Wilayah III Jember Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Setyo Utomo mengatakan, monyet ekor panjang memang bukan hewan yang dilindungi. Tidak seperti primata lainnya seperti bekantan, lutung jawa, ataupun orang utan. Namun, primata ekor panjang menjadi hewan yang kerap dipelihara oleh manusia. Bahkan tak sedikit yang dipekerjakan.

Dia menambahkan, dari 40 ekor monyet ekor panjang sitaan BKSDA yang telah dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong pada Agustus kemarin, rata-rata merupakan monyet ekor panjang yang dijadikan topeng monyet. Tapi juga tidak sedikit masyarakat memelihara monyet ekor panjang untuk dirawat di rumah.

Setyo mengaku, monyet ekor panjang waktu kecil memang lucu. Tingkahnya yang menggemaskan tentu memikat hati anak kecil hingga orang dewasa sekalipun. “Tapi kalau kecil lucu. Saat dewasa tidak lucu lagi, bahkan bisa berbahaya,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingkahnya bikin gemas. Dalam urusan memanjat pohon, sangat tangkas dan tak mudah jatuh. Inilah si monyet ekor panjang, yang kerap dipelihara oleh masyarakat, bahkan dijadikan topeng monyet.

Walau imut, tapi saat memasuki masa berahi, monyet ekor panjang perlu diantisipasi. Apalagi monyet bisa cemburu kepada manusia. Loh, apa primata yang satu ini bisa jatuh cinta ke manusia?

Kepala Bidang Wilayah III Jember Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Setyo Utomo mengatakan, monyet ekor panjang memang bukan hewan yang dilindungi. Tidak seperti primata lainnya seperti bekantan, lutung jawa, ataupun orang utan. Namun, primata ekor panjang menjadi hewan yang kerap dipelihara oleh manusia. Bahkan tak sedikit yang dipekerjakan.

Dia menambahkan, dari 40 ekor monyet ekor panjang sitaan BKSDA yang telah dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong pada Agustus kemarin, rata-rata merupakan monyet ekor panjang yang dijadikan topeng monyet. Tapi juga tidak sedikit masyarakat memelihara monyet ekor panjang untuk dirawat di rumah.

Setyo mengaku, monyet ekor panjang waktu kecil memang lucu. Tingkahnya yang menggemaskan tentu memikat hati anak kecil hingga orang dewasa sekalipun. “Tapi kalau kecil lucu. Saat dewasa tidak lucu lagi, bahkan bisa berbahaya,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/