alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kualitas SDM Menjadi Kunci

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Mengawali kegiatan Konfercab PCNU Jember, kegiatan sidang komisi dimulai di  Ponpes Nurul Islam Antirogo, (21/7) kemarin. Sidang komisi itu membahas berbagai agenda penting lima tahun ke depan. Mulai dari komisi program, bathsul masail, keorganisasian, dan lainnya.

Prof MN Harisudin, Katib Syuriah PCNU Jember, mengatakan, sidang komisi itu membahas beberapa hal penting yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang. “Ada rekomendasi-rekomendasi yang dimunculkan,” katanya.

Menurut dia, beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian NU adalah tantangan ke depan. Salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). Sebab, di era Revolusi Industri 4.0 ini, kualitas  SDM menjadi kata kunci. “Warga NU harus berkompetisi dengan SDM di dalam dan luar negeri,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persaingan global menuntut SDM NU harus berkualitas. Upaya untuk hal ini sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Selain itu, kata Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember ini, yang juga menjadi pekerjaan rumah NU adalah menghalang gerakan radikalisme, tak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Begitu juga di Jember, gerakan Islam radikal yang mengancam  NKRI  menjadi PR bersama untuk dicegah dan diminimalisasi. “Ini tidak ringan, berat, karena itu harus berkolaborasi dengan elemen lain,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Haris, NU perlu mempercepat organisasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Missal menyeimbangkan dengan arus informasi yang begitu cepat.

Begitu juga dengan respons terhadap isu lingkungan, misal terkait kepedulian sampah. Kini, NU bukan lagi pada tahap diskusi, namun praktik. Seperti membudayakan diri agar mengurangi sampah plastik. Di Jember sendiri, lanjut dia, PCNU tegas menolak tambang, baik di Silo maupun Paseban.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Mengawali kegiatan Konfercab PCNU Jember, kegiatan sidang komisi dimulai di  Ponpes Nurul Islam Antirogo, (21/7) kemarin. Sidang komisi itu membahas berbagai agenda penting lima tahun ke depan. Mulai dari komisi program, bathsul masail, keorganisasian, dan lainnya.

Prof MN Harisudin, Katib Syuriah PCNU Jember, mengatakan, sidang komisi itu membahas beberapa hal penting yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang. “Ada rekomendasi-rekomendasi yang dimunculkan,” katanya.

Menurut dia, beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian NU adalah tantangan ke depan. Salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). Sebab, di era Revolusi Industri 4.0 ini, kualitas  SDM menjadi kata kunci. “Warga NU harus berkompetisi dengan SDM di dalam dan luar negeri,” katanya.

Persaingan global menuntut SDM NU harus berkualitas. Upaya untuk hal ini sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Selain itu, kata Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember ini, yang juga menjadi pekerjaan rumah NU adalah menghalang gerakan radikalisme, tak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Begitu juga di Jember, gerakan Islam radikal yang mengancam  NKRI  menjadi PR bersama untuk dicegah dan diminimalisasi. “Ini tidak ringan, berat, karena itu harus berkolaborasi dengan elemen lain,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Haris, NU perlu mempercepat organisasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Missal menyeimbangkan dengan arus informasi yang begitu cepat.

Begitu juga dengan respons terhadap isu lingkungan, misal terkait kepedulian sampah. Kini, NU bukan lagi pada tahap diskusi, namun praktik. Seperti membudayakan diri agar mengurangi sampah plastik. Di Jember sendiri, lanjut dia, PCNU tegas menolak tambang, baik di Silo maupun Paseban.

RADAR JEMBER.ID – Mengawali kegiatan Konfercab PCNU Jember, kegiatan sidang komisi dimulai di  Ponpes Nurul Islam Antirogo, (21/7) kemarin. Sidang komisi itu membahas berbagai agenda penting lima tahun ke depan. Mulai dari komisi program, bathsul masail, keorganisasian, dan lainnya.

Prof MN Harisudin, Katib Syuriah PCNU Jember, mengatakan, sidang komisi itu membahas beberapa hal penting yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang. “Ada rekomendasi-rekomendasi yang dimunculkan,” katanya.

Menurut dia, beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian NU adalah tantangan ke depan. Salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM). Sebab, di era Revolusi Industri 4.0 ini, kualitas  SDM menjadi kata kunci. “Warga NU harus berkompetisi dengan SDM di dalam dan luar negeri,” katanya.

Persaingan global menuntut SDM NU harus berkualitas. Upaya untuk hal ini sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Selain itu, kata Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember ini, yang juga menjadi pekerjaan rumah NU adalah menghalang gerakan radikalisme, tak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Begitu juga di Jember, gerakan Islam radikal yang mengancam  NKRI  menjadi PR bersama untuk dicegah dan diminimalisasi. “Ini tidak ringan, berat, karena itu harus berkolaborasi dengan elemen lain,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Haris, NU perlu mempercepat organisasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Missal menyeimbangkan dengan arus informasi yang begitu cepat.

Begitu juga dengan respons terhadap isu lingkungan, misal terkait kepedulian sampah. Kini, NU bukan lagi pada tahap diskusi, namun praktik. Seperti membudayakan diri agar mengurangi sampah plastik. Di Jember sendiri, lanjut dia, PCNU tegas menolak tambang, baik di Silo maupun Paseban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/