alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Jelang Konferensi (Konfercab) PCNU Jember

Pelaksanaan Konfercab PCNU Jember akan digelar pada 28 Juli 2019 mendatang. Muncul beberapa tokoh yang akan maju dalam pemilihan ini. Siapa yang bakal menjadi pimpinan di tengah tantangan yang terus berkembang?

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang cukup menjadi perhatian publik. Mulai dari peran keagamaan, politik kebangsaan, kemasyarakatan, buruh, lingkungan, kesehatan, dan lainnya. Dalam setiap momentum, NU selalu memainkan perannya.

Selama dua periode, PCNU Jember dipimpin oleh DR KH Abdullah Syamsul Arifin atau akrab disapa Gus Aab. Kepemimpinan ketua tanfidz PCNU Jember tidak dibatasi waktu periode. Siapa pun bisa maju menjadi pimpinan dalam konfercab.

Konfercab PCNU Jember bakal dimulai pada 28 Juli mendatang. Beberapa nama sudah muncul untuk maju dalam konferensi ini. Seperti KH M Firjoun Barlaman Ahmad, Prof Dr M Noor Harisuddin, Prof Dr Babun Suharto, DR KH Abdullah Syamsul Arifin, M Muslim, Drs KH A Muqit Arief, KH Madini Farouq, dan sejumlah kader lainnya. Ada sekitar 360 ranting dan 26 MWC yang bakal menentukan pilihan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan baru selalu muncul agar dinamika organisasi terus berkembang. Era industri 4.0 tak terelakkan, masalah kesehatan, radikalisme, dan politik pragmatis memerlukan solusi. Setiap momentum politik, NU memberikan warna tersendiri. Beberapa kadernya juga aktif dalam kegiatan politik.

Ketua Tanfidziyah PC NU Jember KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, pelaksanaan konfercab sudah rutin digelar lima tahunan sekali sesuai dengan amanat AD-ART NU. “Konfercab ini tidak ada kaitannya dengan pemilihan bupati tahun 2020 nanti,” terangnya.

Menurutnya, konfercab dilakukan dengan target melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir. Itu juga sebagai wadah untuk merencanakan program kerja untuk tahun-tahun berikutnya.

“Salah satu dari program itu adalah memilih rais syuriah dan ketua Tanfidz NU. Saya kira karena ini program rutin lima tahunan, secara subtansi tidak ada kaitannya. Tetapi, kalau memang mau dikait-kaitkan, ya akan ketemu juga,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aab tersebut.

Disinggung banyaknya orang NU yang ikut dalam percaturan politik di Jember, Gus Aab menilai hal itu sudah biasa dan NU tidak bisa membatasinya. Apalagi, politik merupakan pilihan setiap orang yang tidak mungkin akan dipaksakan kepada orang lain. “Berpolitik itu adalah hak setiap warga negara. Saya kira NU tidak boleh membatasi itu,” tegasnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang cukup menjadi perhatian publik. Mulai dari peran keagamaan, politik kebangsaan, kemasyarakatan, buruh, lingkungan, kesehatan, dan lainnya. Dalam setiap momentum, NU selalu memainkan perannya.

Selama dua periode, PCNU Jember dipimpin oleh DR KH Abdullah Syamsul Arifin atau akrab disapa Gus Aab. Kepemimpinan ketua tanfidz PCNU Jember tidak dibatasi waktu periode. Siapa pun bisa maju menjadi pimpinan dalam konfercab.

Konfercab PCNU Jember bakal dimulai pada 28 Juli mendatang. Beberapa nama sudah muncul untuk maju dalam konferensi ini. Seperti KH M Firjoun Barlaman Ahmad, Prof Dr M Noor Harisuddin, Prof Dr Babun Suharto, DR KH Abdullah Syamsul Arifin, M Muslim, Drs KH A Muqit Arief, KH Madini Farouq, dan sejumlah kader lainnya. Ada sekitar 360 ranting dan 26 MWC yang bakal menentukan pilihan.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan baru selalu muncul agar dinamika organisasi terus berkembang. Era industri 4.0 tak terelakkan, masalah kesehatan, radikalisme, dan politik pragmatis memerlukan solusi. Setiap momentum politik, NU memberikan warna tersendiri. Beberapa kadernya juga aktif dalam kegiatan politik.

Ketua Tanfidziyah PC NU Jember KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, pelaksanaan konfercab sudah rutin digelar lima tahunan sekali sesuai dengan amanat AD-ART NU. “Konfercab ini tidak ada kaitannya dengan pemilihan bupati tahun 2020 nanti,” terangnya.

Menurutnya, konfercab dilakukan dengan target melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir. Itu juga sebagai wadah untuk merencanakan program kerja untuk tahun-tahun berikutnya.

“Salah satu dari program itu adalah memilih rais syuriah dan ketua Tanfidz NU. Saya kira karena ini program rutin lima tahunan, secara subtansi tidak ada kaitannya. Tetapi, kalau memang mau dikait-kaitkan, ya akan ketemu juga,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aab tersebut.

Disinggung banyaknya orang NU yang ikut dalam percaturan politik di Jember, Gus Aab menilai hal itu sudah biasa dan NU tidak bisa membatasinya. Apalagi, politik merupakan pilihan setiap orang yang tidak mungkin akan dipaksakan kepada orang lain. “Berpolitik itu adalah hak setiap warga negara. Saya kira NU tidak boleh membatasi itu,” tegasnya.

RADAR JEMBER.ID – Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang cukup menjadi perhatian publik. Mulai dari peran keagamaan, politik kebangsaan, kemasyarakatan, buruh, lingkungan, kesehatan, dan lainnya. Dalam setiap momentum, NU selalu memainkan perannya.

Selama dua periode, PCNU Jember dipimpin oleh DR KH Abdullah Syamsul Arifin atau akrab disapa Gus Aab. Kepemimpinan ketua tanfidz PCNU Jember tidak dibatasi waktu periode. Siapa pun bisa maju menjadi pimpinan dalam konfercab.

Konfercab PCNU Jember bakal dimulai pada 28 Juli mendatang. Beberapa nama sudah muncul untuk maju dalam konferensi ini. Seperti KH M Firjoun Barlaman Ahmad, Prof Dr M Noor Harisuddin, Prof Dr Babun Suharto, DR KH Abdullah Syamsul Arifin, M Muslim, Drs KH A Muqit Arief, KH Madini Farouq, dan sejumlah kader lainnya. Ada sekitar 360 ranting dan 26 MWC yang bakal menentukan pilihan.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan baru selalu muncul agar dinamika organisasi terus berkembang. Era industri 4.0 tak terelakkan, masalah kesehatan, radikalisme, dan politik pragmatis memerlukan solusi. Setiap momentum politik, NU memberikan warna tersendiri. Beberapa kadernya juga aktif dalam kegiatan politik.

Ketua Tanfidziyah PC NU Jember KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, pelaksanaan konfercab sudah rutin digelar lima tahunan sekali sesuai dengan amanat AD-ART NU. “Konfercab ini tidak ada kaitannya dengan pemilihan bupati tahun 2020 nanti,” terangnya.

Menurutnya, konfercab dilakukan dengan target melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir. Itu juga sebagai wadah untuk merencanakan program kerja untuk tahun-tahun berikutnya.

“Salah satu dari program itu adalah memilih rais syuriah dan ketua Tanfidz NU. Saya kira karena ini program rutin lima tahunan, secara subtansi tidak ada kaitannya. Tetapi, kalau memang mau dikait-kaitkan, ya akan ketemu juga,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aab tersebut.

Disinggung banyaknya orang NU yang ikut dalam percaturan politik di Jember, Gus Aab menilai hal itu sudah biasa dan NU tidak bisa membatasinya. Apalagi, politik merupakan pilihan setiap orang yang tidak mungkin akan dipaksakan kepada orang lain. “Berpolitik itu adalah hak setiap warga negara. Saya kira NU tidak boleh membatasi itu,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/