alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Anak Nelayan Yatim Jadi Perhatian Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER- Fadel, salah satu anak nelayan yang jadi yatim, setelah sang ayah almarhum Cecep, jadi korban tewas kecelakaan kapal nelayan “Joko Berek”, di Plawangan Puger. Beban hidup bocah SD itu pun tambah berat. Sebab ternyata, ibunya tak ada di rumah karena kerja jadi TKW di luar negeri.

Bocah yang bercita-cita jadi Marinir, setiap harinya tinggal bertiga dengan ayah dan kakak perempuannya. Setelah ayahnya tiada, praktis dia hanya berdua di rumah. “Biasanya ayahnya yang berperan jadi ibu. Sekarang Fadel hanya tinggal berdua dengan Ulfa,” terang Faida, usai berkunjung ke rumah duka, Minggu (22/7) kemarin.

Karena khawatir tak bisa mendapat makan, Bupati Faida mencari ibu asuh yang bersedia memberi makan untuk si yatim Fadel dan Ulfa. “Alhamdulillah ada penjual nasi yang siap mensuplai makanan setiap harinya. Nanti bulanannya biar saya yang bayar,” janji Faida.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati tak hanya memberi bantuan, tapi juga menyampaikan ucapan bela sungkawa, serta dukungan moral kepada keluarga almarhum. Bahkan, melalui pemerintah daerah, bupati juga menanggung kebutuhan hidup dan sekolah dua anak Cecep tersebut.

Faida menjelaskan, upaya ini merupakan bentuk ihktiyar agar janda-janda nelayan tersebut mendapatkan hak-hak mereka. Termasuk anak-anak almarhum Cecep agar tetap bisa sekolah.

- Advertisement -

PUGER- Fadel, salah satu anak nelayan yang jadi yatim, setelah sang ayah almarhum Cecep, jadi korban tewas kecelakaan kapal nelayan “Joko Berek”, di Plawangan Puger. Beban hidup bocah SD itu pun tambah berat. Sebab ternyata, ibunya tak ada di rumah karena kerja jadi TKW di luar negeri.

Bocah yang bercita-cita jadi Marinir, setiap harinya tinggal bertiga dengan ayah dan kakak perempuannya. Setelah ayahnya tiada, praktis dia hanya berdua di rumah. “Biasanya ayahnya yang berperan jadi ibu. Sekarang Fadel hanya tinggal berdua dengan Ulfa,” terang Faida, usai berkunjung ke rumah duka, Minggu (22/7) kemarin.

Karena khawatir tak bisa mendapat makan, Bupati Faida mencari ibu asuh yang bersedia memberi makan untuk si yatim Fadel dan Ulfa. “Alhamdulillah ada penjual nasi yang siap mensuplai makanan setiap harinya. Nanti bulanannya biar saya yang bayar,” janji Faida.

Bupati tak hanya memberi bantuan, tapi juga menyampaikan ucapan bela sungkawa, serta dukungan moral kepada keluarga almarhum. Bahkan, melalui pemerintah daerah, bupati juga menanggung kebutuhan hidup dan sekolah dua anak Cecep tersebut.

Faida menjelaskan, upaya ini merupakan bentuk ihktiyar agar janda-janda nelayan tersebut mendapatkan hak-hak mereka. Termasuk anak-anak almarhum Cecep agar tetap bisa sekolah.

PUGER- Fadel, salah satu anak nelayan yang jadi yatim, setelah sang ayah almarhum Cecep, jadi korban tewas kecelakaan kapal nelayan “Joko Berek”, di Plawangan Puger. Beban hidup bocah SD itu pun tambah berat. Sebab ternyata, ibunya tak ada di rumah karena kerja jadi TKW di luar negeri.

Bocah yang bercita-cita jadi Marinir, setiap harinya tinggal bertiga dengan ayah dan kakak perempuannya. Setelah ayahnya tiada, praktis dia hanya berdua di rumah. “Biasanya ayahnya yang berperan jadi ibu. Sekarang Fadel hanya tinggal berdua dengan Ulfa,” terang Faida, usai berkunjung ke rumah duka, Minggu (22/7) kemarin.

Karena khawatir tak bisa mendapat makan, Bupati Faida mencari ibu asuh yang bersedia memberi makan untuk si yatim Fadel dan Ulfa. “Alhamdulillah ada penjual nasi yang siap mensuplai makanan setiap harinya. Nanti bulanannya biar saya yang bayar,” janji Faida.

Bupati tak hanya memberi bantuan, tapi juga menyampaikan ucapan bela sungkawa, serta dukungan moral kepada keluarga almarhum. Bahkan, melalui pemerintah daerah, bupati juga menanggung kebutuhan hidup dan sekolah dua anak Cecep tersebut.

Faida menjelaskan, upaya ini merupakan bentuk ihktiyar agar janda-janda nelayan tersebut mendapatkan hak-hak mereka. Termasuk anak-anak almarhum Cecep agar tetap bisa sekolah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/