alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sarankan Kaji Ulang Pengembangan Bandara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wacana Bupati Jember Hendy Siswanto yang akan melakukan pengembangan terhadap Bandara Notohadinegoro bakal disambut antusias warga Jember. Terlebih, Hendy secara gamblang berencana membuka rute penerbangan Jember-Jakarta yang diprediksi akan terealisasi pada 2022 mendatang.

Wacana itu disampaikan Hendy saat ditemui awak media di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (20/5) lalu. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jember ini bakal merencanakan lebih dulu pengaktifan kembali rute Jember-Surabaya. Kemudian, menjalin komunikasi dengan maskapai penerbangan yang sempat beroperasi di Bandara Jember, beberapa tahun silam. Seperti Citylink dan Lion Air. “Dengan jaminan dari Pemkab Jember bahwa penumpang Jember-Surabaya akan memenuhi standar 50 persen dari kapasitas maksimal pesawat,” terangnya.

Ia optimistis bakal memenuhi target itu. Selain itu, pihaknya juga akan mengomunikasikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Jember, agar tiap melakukan perjalanan dinas ke Surabaya, bisa menggunakan pesawat. “Upaya itu sebagai garansi kepada maskapai yang akan beroperasi di Jember,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik sekaligus dosen di Universitas Jember Prof M Arief Amrullah menilai, rencana Bupati Jember itu bakal disambut baik oleh warga Jember. Sebab, selama ini, masyarakat, utamanya kalangan pebisnis, sangat membutuhkan akses perjalanan yang dapat memangkas waktu.

Namun, dia menyarankan, pemkab perlu melakukan kajian lebih dulu apakah memang pengembangan yang dibutuhkan, atau justru bandara baru. Sebab, Bandara Notohadinegoro baru bisa memberangkatkan pesawat jenis ATR atau baling-baling. Sementara, untuk jenis Boeing belum bisa. “Karena memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan catatan pengalaman terbang yang banyak dilakukan di bandara-bandara besar, Bandara Notohadinegoro belum memenuhi syarat untuk pesawat Boeing. Salah satunya karena kondisi geografis.

Jika bandara besar banyak meletakkan posisi bandara di pinggir pantai dan jauh dari permukiman untuk menghindari kabut, kondisi di Jember berbeda. “Penting juga, kabut kalau di darat sulit hilangnya. Kalau pinggir pantai bisa cepat,” ulasnya.

Hal inilah yang dinilainya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, urusan menghidupkan bandara, berarti urusan jangka panjang. Jika hanya fokus pada pengembangan bandara yang ada sekarang, maka selamanya Jember tidak bisa didarati oleh pesawat Boeing.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wacana Bupati Jember Hendy Siswanto yang akan melakukan pengembangan terhadap Bandara Notohadinegoro bakal disambut antusias warga Jember. Terlebih, Hendy secara gamblang berencana membuka rute penerbangan Jember-Jakarta yang diprediksi akan terealisasi pada 2022 mendatang.

Wacana itu disampaikan Hendy saat ditemui awak media di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (20/5) lalu. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jember ini bakal merencanakan lebih dulu pengaktifan kembali rute Jember-Surabaya. Kemudian, menjalin komunikasi dengan maskapai penerbangan yang sempat beroperasi di Bandara Jember, beberapa tahun silam. Seperti Citylink dan Lion Air. “Dengan jaminan dari Pemkab Jember bahwa penumpang Jember-Surabaya akan memenuhi standar 50 persen dari kapasitas maksimal pesawat,” terangnya.

Ia optimistis bakal memenuhi target itu. Selain itu, pihaknya juga akan mengomunikasikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Jember, agar tiap melakukan perjalanan dinas ke Surabaya, bisa menggunakan pesawat. “Upaya itu sebagai garansi kepada maskapai yang akan beroperasi di Jember,” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik sekaligus dosen di Universitas Jember Prof M Arief Amrullah menilai, rencana Bupati Jember itu bakal disambut baik oleh warga Jember. Sebab, selama ini, masyarakat, utamanya kalangan pebisnis, sangat membutuhkan akses perjalanan yang dapat memangkas waktu.

Namun, dia menyarankan, pemkab perlu melakukan kajian lebih dulu apakah memang pengembangan yang dibutuhkan, atau justru bandara baru. Sebab, Bandara Notohadinegoro baru bisa memberangkatkan pesawat jenis ATR atau baling-baling. Sementara, untuk jenis Boeing belum bisa. “Karena memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan catatan pengalaman terbang yang banyak dilakukan di bandara-bandara besar, Bandara Notohadinegoro belum memenuhi syarat untuk pesawat Boeing. Salah satunya karena kondisi geografis.

Jika bandara besar banyak meletakkan posisi bandara di pinggir pantai dan jauh dari permukiman untuk menghindari kabut, kondisi di Jember berbeda. “Penting juga, kabut kalau di darat sulit hilangnya. Kalau pinggir pantai bisa cepat,” ulasnya.

Hal inilah yang dinilainya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, urusan menghidupkan bandara, berarti urusan jangka panjang. Jika hanya fokus pada pengembangan bandara yang ada sekarang, maka selamanya Jember tidak bisa didarati oleh pesawat Boeing.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wacana Bupati Jember Hendy Siswanto yang akan melakukan pengembangan terhadap Bandara Notohadinegoro bakal disambut antusias warga Jember. Terlebih, Hendy secara gamblang berencana membuka rute penerbangan Jember-Jakarta yang diprediksi akan terealisasi pada 2022 mendatang.

Wacana itu disampaikan Hendy saat ditemui awak media di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (20/5) lalu. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jember ini bakal merencanakan lebih dulu pengaktifan kembali rute Jember-Surabaya. Kemudian, menjalin komunikasi dengan maskapai penerbangan yang sempat beroperasi di Bandara Jember, beberapa tahun silam. Seperti Citylink dan Lion Air. “Dengan jaminan dari Pemkab Jember bahwa penumpang Jember-Surabaya akan memenuhi standar 50 persen dari kapasitas maksimal pesawat,” terangnya.

Ia optimistis bakal memenuhi target itu. Selain itu, pihaknya juga akan mengomunikasikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Jember, agar tiap melakukan perjalanan dinas ke Surabaya, bisa menggunakan pesawat. “Upaya itu sebagai garansi kepada maskapai yang akan beroperasi di Jember,” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik sekaligus dosen di Universitas Jember Prof M Arief Amrullah menilai, rencana Bupati Jember itu bakal disambut baik oleh warga Jember. Sebab, selama ini, masyarakat, utamanya kalangan pebisnis, sangat membutuhkan akses perjalanan yang dapat memangkas waktu.

Namun, dia menyarankan, pemkab perlu melakukan kajian lebih dulu apakah memang pengembangan yang dibutuhkan, atau justru bandara baru. Sebab, Bandara Notohadinegoro baru bisa memberangkatkan pesawat jenis ATR atau baling-baling. Sementara, untuk jenis Boeing belum bisa. “Karena memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan catatan pengalaman terbang yang banyak dilakukan di bandara-bandara besar, Bandara Notohadinegoro belum memenuhi syarat untuk pesawat Boeing. Salah satunya karena kondisi geografis.

Jika bandara besar banyak meletakkan posisi bandara di pinggir pantai dan jauh dari permukiman untuk menghindari kabut, kondisi di Jember berbeda. “Penting juga, kabut kalau di darat sulit hilangnya. Kalau pinggir pantai bisa cepat,” ulasnya.

Hal inilah yang dinilainya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, urusan menghidupkan bandara, berarti urusan jangka panjang. Jika hanya fokus pada pengembangan bandara yang ada sekarang, maka selamanya Jember tidak bisa didarati oleh pesawat Boeing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/