alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Sayang, Tidak Melalui Lelang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembongkaran JPO Masjid Jamik sempat menuai pertanyaan publik. Mengapa tiba-tiba jembatan harus dibongkar. Bahkan, juga disayangkan karena tidak melalui proses lelang.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Kepala Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Tita Fajar Ariyatiningsih menjelaskan, pembongkaran itu rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional. Sebab, secara konstruksi dinyatakan sudah tidak layak dan membahayakan. “Makanya direkomendasikan untuk dibongkar,” kata Tita saat dikonfirmasi, kemarin (21/4)

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, rekomendasi dari pusat untuk pembongkaran itu sudah turun tahun 2021 lalu dan terealisasi tahun ini. Pembongkaran pun dilakukan dengan melibatkan alat berat milik Dinas PU Bina Marga Jember.

Sebagai gantinya, kata Tita, akan dibuatkan jalur penyeberangan berupa zebra cross yang disiapkan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember. “Sementara masih satu itu (satu JPO, Red) yang ada rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional untuk dilakukan pembongkaran. Lainnya, kami belum tahu,” jelas Tita.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembongkaran JPO Masjid Jamik sempat menuai pertanyaan publik. Mengapa tiba-tiba jembatan harus dibongkar. Bahkan, juga disayangkan karena tidak melalui proses lelang.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Kepala Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Tita Fajar Ariyatiningsih menjelaskan, pembongkaran itu rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional. Sebab, secara konstruksi dinyatakan sudah tidak layak dan membahayakan. “Makanya direkomendasikan untuk dibongkar,” kata Tita saat dikonfirmasi, kemarin (21/4)

Menurut dia, rekomendasi dari pusat untuk pembongkaran itu sudah turun tahun 2021 lalu dan terealisasi tahun ini. Pembongkaran pun dilakukan dengan melibatkan alat berat milik Dinas PU Bina Marga Jember.

Sebagai gantinya, kata Tita, akan dibuatkan jalur penyeberangan berupa zebra cross yang disiapkan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember. “Sementara masih satu itu (satu JPO, Red) yang ada rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional untuk dilakukan pembongkaran. Lainnya, kami belum tahu,” jelas Tita.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembongkaran JPO Masjid Jamik sempat menuai pertanyaan publik. Mengapa tiba-tiba jembatan harus dibongkar. Bahkan, juga disayangkan karena tidak melalui proses lelang.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Kepala Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember Tita Fajar Ariyatiningsih menjelaskan, pembongkaran itu rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional. Sebab, secara konstruksi dinyatakan sudah tidak layak dan membahayakan. “Makanya direkomendasikan untuk dibongkar,” kata Tita saat dikonfirmasi, kemarin (21/4)

Menurut dia, rekomendasi dari pusat untuk pembongkaran itu sudah turun tahun 2021 lalu dan terealisasi tahun ini. Pembongkaran pun dilakukan dengan melibatkan alat berat milik Dinas PU Bina Marga Jember.

Sebagai gantinya, kata Tita, akan dibuatkan jalur penyeberangan berupa zebra cross yang disiapkan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember. “Sementara masih satu itu (satu JPO, Red) yang ada rekomendasi dari Balai Besar Jalan Nasional untuk dilakukan pembongkaran. Lainnya, kami belum tahu,” jelas Tita.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/