24 C
Jember
Sunday, 2 April 2023

Dinilai Membahayakan, Jembatan Penyeberangan di Masjid Jamik Dihilangkan

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan bangunan Masjid Jamik Lama dan Masjid Baru Al Baitul Amien telah tiada. JPO berwarna hijau itu dibongkar karena sudah keropos dan demi keindahan Jember.

Baca Juga : Satpol PP Segel Baliho Kantor Pos yang Tunggak Pajak

Kegiatan pembongkaran tersebut dikawal langsung oleh Bupati Hendy Siswanto bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, sekitar pukul 22.00 kemarin (20/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, kondisi JPO yang tidak terawat selama puluhan tahun ini cukup membahayakan bagi penyeberang maupun pengguna jalan di bawahnya. Dia mengaku, sebelumnya telah menerima surat dari Gubernur Jatim yang mengusulkan untuk membongkarnya. Kemudian, untuk selanjutnya akses penyeberangan jalan diganti dengan zebra cross. “JPO ini sudah berusia 20 tahun. Dulunya jembatan ini dibangun untuk penyeberangan jamaah salat Jumat di masjid lama dan masjid yang baru Al Baitul Amien. Namun, saat ini salat Jumat hanya di masjid baru saja,” ujar Hendy Siswanto.
Ketua Yayasan Masjid Jamik Al Baitul Amien Muhammad Hasien mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan Karna umur jembatan yang sudah tua. Selain itu, tangga jembatan juga mulai keropos. “Umur jembatan itu sudah 50 tahun, sehingga bagian bawahnya itu sudah dicor beberapa kali. Maka dari itu harus segera dibongkar,” jelas Hasien kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/4).

Dia menceritakan, pertama kali jembatan tersebut dibuat adalah sebagai syarat untuk diperbolehkannya pembangunan masjid baru. Namun, lambat laun jembatan tersebut juga dibuka dan difungsikan sebagai JPO. “Agar masjid lama dan bangunan masjid baru terhubung, dibangunlah jembatan penghubung yang difungsikan sebagai JPO tersebut,” ucapnya.
Hasien juga mengatakan, dibongkarnya jembatan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sebab, saat pembangunannya dulu sepenuhnya dibiayai oleh Pemda Jember. “Pada saat saya diundang ke pendapa, bahwa jembatan itu mau dibongkar, ya saya bilang, silakan. Karena sebelumnya pembina masjid sendiri sudah merestui terkait pembongkaran tersebut,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, bangunan masjid lama masih berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan. Dia mengatakan, pada pagi hari masjid tersebut digunakan oleh siswa SD untuk salat Duha berjamaah. Selanjutnya, dipakai untuk kegiatan mengaji Alquran. “Jadi, insyaallah tidak akan mengurangi jariyah dari pembangun masjid lama tersebut,” jelasnya. (mg6/c2/dwi)

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan bangunan Masjid Jamik Lama dan Masjid Baru Al Baitul Amien telah tiada. JPO berwarna hijau itu dibongkar karena sudah keropos dan demi keindahan Jember.

Baca Juga : Satpol PP Segel Baliho Kantor Pos yang Tunggak Pajak

Kegiatan pembongkaran tersebut dikawal langsung oleh Bupati Hendy Siswanto bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, sekitar pukul 22.00 kemarin (20/4).

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, kondisi JPO yang tidak terawat selama puluhan tahun ini cukup membahayakan bagi penyeberang maupun pengguna jalan di bawahnya. Dia mengaku, sebelumnya telah menerima surat dari Gubernur Jatim yang mengusulkan untuk membongkarnya. Kemudian, untuk selanjutnya akses penyeberangan jalan diganti dengan zebra cross. “JPO ini sudah berusia 20 tahun. Dulunya jembatan ini dibangun untuk penyeberangan jamaah salat Jumat di masjid lama dan masjid yang baru Al Baitul Amien. Namun, saat ini salat Jumat hanya di masjid baru saja,” ujar Hendy Siswanto.
Ketua Yayasan Masjid Jamik Al Baitul Amien Muhammad Hasien mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan Karna umur jembatan yang sudah tua. Selain itu, tangga jembatan juga mulai keropos. “Umur jembatan itu sudah 50 tahun, sehingga bagian bawahnya itu sudah dicor beberapa kali. Maka dari itu harus segera dibongkar,” jelas Hasien kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/4).

Dia menceritakan, pertama kali jembatan tersebut dibuat adalah sebagai syarat untuk diperbolehkannya pembangunan masjid baru. Namun, lambat laun jembatan tersebut juga dibuka dan difungsikan sebagai JPO. “Agar masjid lama dan bangunan masjid baru terhubung, dibangunlah jembatan penghubung yang difungsikan sebagai JPO tersebut,” ucapnya.
Hasien juga mengatakan, dibongkarnya jembatan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sebab, saat pembangunannya dulu sepenuhnya dibiayai oleh Pemda Jember. “Pada saat saya diundang ke pendapa, bahwa jembatan itu mau dibongkar, ya saya bilang, silakan. Karena sebelumnya pembina masjid sendiri sudah merestui terkait pembongkaran tersebut,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, bangunan masjid lama masih berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan. Dia mengatakan, pada pagi hari masjid tersebut digunakan oleh siswa SD untuk salat Duha berjamaah. Selanjutnya, dipakai untuk kegiatan mengaji Alquran. “Jadi, insyaallah tidak akan mengurangi jariyah dari pembangun masjid lama tersebut,” jelasnya. (mg6/c2/dwi)

KEPATIHAN, Radar Jember – Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan bangunan Masjid Jamik Lama dan Masjid Baru Al Baitul Amien telah tiada. JPO berwarna hijau itu dibongkar karena sudah keropos dan demi keindahan Jember.

Baca Juga : Satpol PP Segel Baliho Kantor Pos yang Tunggak Pajak

Kegiatan pembongkaran tersebut dikawal langsung oleh Bupati Hendy Siswanto bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, sekitar pukul 22.00 kemarin (20/4).

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, kondisi JPO yang tidak terawat selama puluhan tahun ini cukup membahayakan bagi penyeberang maupun pengguna jalan di bawahnya. Dia mengaku, sebelumnya telah menerima surat dari Gubernur Jatim yang mengusulkan untuk membongkarnya. Kemudian, untuk selanjutnya akses penyeberangan jalan diganti dengan zebra cross. “JPO ini sudah berusia 20 tahun. Dulunya jembatan ini dibangun untuk penyeberangan jamaah salat Jumat di masjid lama dan masjid yang baru Al Baitul Amien. Namun, saat ini salat Jumat hanya di masjid baru saja,” ujar Hendy Siswanto.
Ketua Yayasan Masjid Jamik Al Baitul Amien Muhammad Hasien mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan Karna umur jembatan yang sudah tua. Selain itu, tangga jembatan juga mulai keropos. “Umur jembatan itu sudah 50 tahun, sehingga bagian bawahnya itu sudah dicor beberapa kali. Maka dari itu harus segera dibongkar,” jelas Hasien kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/4).

Dia menceritakan, pertama kali jembatan tersebut dibuat adalah sebagai syarat untuk diperbolehkannya pembangunan masjid baru. Namun, lambat laun jembatan tersebut juga dibuka dan difungsikan sebagai JPO. “Agar masjid lama dan bangunan masjid baru terhubung, dibangunlah jembatan penghubung yang difungsikan sebagai JPO tersebut,” ucapnya.
Hasien juga mengatakan, dibongkarnya jembatan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sebab, saat pembangunannya dulu sepenuhnya dibiayai oleh Pemda Jember. “Pada saat saya diundang ke pendapa, bahwa jembatan itu mau dibongkar, ya saya bilang, silakan. Karena sebelumnya pembina masjid sendiri sudah merestui terkait pembongkaran tersebut,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, bangunan masjid lama masih berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan. Dia mengatakan, pada pagi hari masjid tersebut digunakan oleh siswa SD untuk salat Duha berjamaah. Selanjutnya, dipakai untuk kegiatan mengaji Alquran. “Jadi, insyaallah tidak akan mengurangi jariyah dari pembangun masjid lama tersebut,” jelasnya. (mg6/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca