alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Yang Lain Tadarus, Pemuda Asal Puger Ini Malah Edarkan Okerbaya

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER.RADARJEMBER.ID – Walau sudah banyak pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) yang meringkuk di sel, tapi tetap saja ada coba-coba menjualnya. Mereka seolah tidak takut dengan aparat yang terus berupaya mengendus aksi mereka.

Inilah yang dilakukan Septa Eko Dwi Bramanto, 21, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Di malam Ramadan bukannya tadarus, Septa justru menjual okerbaya. Dia pun tertangkap oleh Unit Reskrim Polsek Puger. Kini, pelaku terancam tak bisa berlebaran bersama keluarga dan menghabiskan hari raya di sel tahanan.

Informasi dari aparat, Septa tertangkap ketika mengedarkan okerbaya jenis Trihexyphenidyl, Rabu (21/4) sekitar pukul 21.45 malam saat masyarakat pada umumnya tengah melakukan tadarus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 19 plastik berisi tablet warna putih berlogo Y. Masing-masing berisi 6 butir dengan total 114 butir. Selain itu, juga 13 klip plastik tablet warna putih berlogo Y masing-masing 9 butir dengan total 117 butir. “Kami juga menyita uang hasil penjualan Rp 115.000 dan sebuah handphone,” kata AKP Ribut Budiono, Kapolsek Puger, Kamis (22/4).

- Advertisement -

PUGER.RADARJEMBER.ID – Walau sudah banyak pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) yang meringkuk di sel, tapi tetap saja ada coba-coba menjualnya. Mereka seolah tidak takut dengan aparat yang terus berupaya mengendus aksi mereka.

Inilah yang dilakukan Septa Eko Dwi Bramanto, 21, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Di malam Ramadan bukannya tadarus, Septa justru menjual okerbaya. Dia pun tertangkap oleh Unit Reskrim Polsek Puger. Kini, pelaku terancam tak bisa berlebaran bersama keluarga dan menghabiskan hari raya di sel tahanan.

Informasi dari aparat, Septa tertangkap ketika mengedarkan okerbaya jenis Trihexyphenidyl, Rabu (21/4) sekitar pukul 21.45 malam saat masyarakat pada umumnya tengah melakukan tadarus.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 19 plastik berisi tablet warna putih berlogo Y. Masing-masing berisi 6 butir dengan total 114 butir. Selain itu, juga 13 klip plastik tablet warna putih berlogo Y masing-masing 9 butir dengan total 117 butir. “Kami juga menyita uang hasil penjualan Rp 115.000 dan sebuah handphone,” kata AKP Ribut Budiono, Kapolsek Puger, Kamis (22/4).

PUGER.RADARJEMBER.ID – Walau sudah banyak pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) yang meringkuk di sel, tapi tetap saja ada coba-coba menjualnya. Mereka seolah tidak takut dengan aparat yang terus berupaya mengendus aksi mereka.

Inilah yang dilakukan Septa Eko Dwi Bramanto, 21, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Di malam Ramadan bukannya tadarus, Septa justru menjual okerbaya. Dia pun tertangkap oleh Unit Reskrim Polsek Puger. Kini, pelaku terancam tak bisa berlebaran bersama keluarga dan menghabiskan hari raya di sel tahanan.

Informasi dari aparat, Septa tertangkap ketika mengedarkan okerbaya jenis Trihexyphenidyl, Rabu (21/4) sekitar pukul 21.45 malam saat masyarakat pada umumnya tengah melakukan tadarus.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 19 plastik berisi tablet warna putih berlogo Y. Masing-masing berisi 6 butir dengan total 114 butir. Selain itu, juga 13 klip plastik tablet warna putih berlogo Y masing-masing 9 butir dengan total 117 butir. “Kami juga menyita uang hasil penjualan Rp 115.000 dan sebuah handphone,” kata AKP Ribut Budiono, Kapolsek Puger, Kamis (22/4).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/