alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Setahun Di Rumah Baju Sekolah Tidak Cukup

Mobile_AP_Rectangle 1

Rata rata orang tua mereka mengaku senang, anaknya bisa masuk sekolah lagi. Dari pada anaknya belajar di rumah yang sulit memantaunya, mereka lebih senang anaknya belajar lagi disekolah. “Bisa bertemu gurunya yang sudah setahun lebih tidak ketemu,” kata Bambang. Tentunya pembelajaran tatap muka ini tetap mengikuti protokol kesehatan.

Untuk siswa yang terlihat sakit memang bisa mengikuti belajar secara daring di rumah. Tetapi rata-rata mereka senang bisa bertemu dengan temannya.

Pantauan di lapangan, di SMPN 5 Jember dari jumlah siswa 175 yang ijin karena sakit hanya ada 1 siswa. Untuk satu siswa itu, soal penguatan untuk penilaian akhir tahun langsung diantar guru ke rumah siswa. “Sehingga siswa tetap mendapatkan pelayanan dari sekolah”, kata Soeratmi Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMPN 6 Jember dari 220 kelas IX yang hadir ke sekolah ada 214 siswa sisanya 6 siswa belajar di rumah. “Enam siswa yang tidak hadir itu karena sakit,” kata Suhartatik Plt Kepala Sekolah SMPN 6 Jember. Di SMPN 6 jember Bambang blusukan ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Redaktur: Sholikhul Huda

- Advertisement -

Rata rata orang tua mereka mengaku senang, anaknya bisa masuk sekolah lagi. Dari pada anaknya belajar di rumah yang sulit memantaunya, mereka lebih senang anaknya belajar lagi disekolah. “Bisa bertemu gurunya yang sudah setahun lebih tidak ketemu,” kata Bambang. Tentunya pembelajaran tatap muka ini tetap mengikuti protokol kesehatan.

Untuk siswa yang terlihat sakit memang bisa mengikuti belajar secara daring di rumah. Tetapi rata-rata mereka senang bisa bertemu dengan temannya.

Pantauan di lapangan, di SMPN 5 Jember dari jumlah siswa 175 yang ijin karena sakit hanya ada 1 siswa. Untuk satu siswa itu, soal penguatan untuk penilaian akhir tahun langsung diantar guru ke rumah siswa. “Sehingga siswa tetap mendapatkan pelayanan dari sekolah”, kata Soeratmi Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Jember.

Sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMPN 6 Jember dari 220 kelas IX yang hadir ke sekolah ada 214 siswa sisanya 6 siswa belajar di rumah. “Enam siswa yang tidak hadir itu karena sakit,” kata Suhartatik Plt Kepala Sekolah SMPN 6 Jember. Di SMPN 6 jember Bambang blusukan ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Redaktur: Sholikhul Huda

Rata rata orang tua mereka mengaku senang, anaknya bisa masuk sekolah lagi. Dari pada anaknya belajar di rumah yang sulit memantaunya, mereka lebih senang anaknya belajar lagi disekolah. “Bisa bertemu gurunya yang sudah setahun lebih tidak ketemu,” kata Bambang. Tentunya pembelajaran tatap muka ini tetap mengikuti protokol kesehatan.

Untuk siswa yang terlihat sakit memang bisa mengikuti belajar secara daring di rumah. Tetapi rata-rata mereka senang bisa bertemu dengan temannya.

Pantauan di lapangan, di SMPN 5 Jember dari jumlah siswa 175 yang ijin karena sakit hanya ada 1 siswa. Untuk satu siswa itu, soal penguatan untuk penilaian akhir tahun langsung diantar guru ke rumah siswa. “Sehingga siswa tetap mendapatkan pelayanan dari sekolah”, kata Soeratmi Plt Kepala Sekolah SMPN 5 Jember.

Sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMPN 6 Jember dari 220 kelas IX yang hadir ke sekolah ada 214 siswa sisanya 6 siswa belajar di rumah. “Enam siswa yang tidak hadir itu karena sakit,” kata Suhartatik Plt Kepala Sekolah SMPN 6 Jember. Di SMPN 6 jember Bambang blusukan ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Redaktur: Sholikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/