alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Setahun Di Rumah Baju Sekolah Tidak Cukup

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari ketiga SMP Negeri dan Swasta, terus dipantau Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Bambang Hariono. Ada yang menarik dalam kunjungan, ada siswa yang bajunya sudah tidak cukup lagi. Hal ini karena hampir setahun lebih siswa tidak melakukan PTM.

Seperti di SMPN 5 Jember, siswa yang awalnya tidak terlalu gemuk, setelah masuk terlihat gemuk. Bahkan baju yang dipakai sudah tidak cukup. Tidak hanya baju yang tidak cukup, rambut siswa sudah panjang. Ihwal siswa seperti ini, tidak hanya di SMKN 5 Jember saja, melainkan ditemukan di enam lembaga SMP.

Yang paling banyak siswa yang rambutnya panjang adalah siswa kelas IX. Banyak yang panjang dan tidak sempat dipotong. “Yang penting pelaksanaan PTM mini sudah mendapat dukungan dari orang tua dan guru. Yang terpenting lagi, siswa sudah bisa terlayani dengan baik,” terang Bambang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena ketika siswa tidak datang , guru langsung datang ke rumah siswa. Dari enam lembaga yang dikunjungi masih ada puluhan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Ini karena siswa ijin sakit dan ada siswa yang bangun terlalu siang. “Sehingga guru harus mendatangi siswa dan mengantar soal ujian untuk penguatan kemampuan siswa penilaian akhir tahun (PAT),” kata Bambang Hariono disele-sela kunjungan ke sekolah, Rabu (21/4).

Dari beberapa sekolah yang dikunjungi masih ada yang hadir karena beberapa alasan. Yakni sakit atau memang bangunnya terlalu siang. Sehingga guru harus mengantar soal ke rumahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari ketiga SMP Negeri dan Swasta, terus dipantau Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Bambang Hariono. Ada yang menarik dalam kunjungan, ada siswa yang bajunya sudah tidak cukup lagi. Hal ini karena hampir setahun lebih siswa tidak melakukan PTM.

Seperti di SMPN 5 Jember, siswa yang awalnya tidak terlalu gemuk, setelah masuk terlihat gemuk. Bahkan baju yang dipakai sudah tidak cukup. Tidak hanya baju yang tidak cukup, rambut siswa sudah panjang. Ihwal siswa seperti ini, tidak hanya di SMKN 5 Jember saja, melainkan ditemukan di enam lembaga SMP.

Yang paling banyak siswa yang rambutnya panjang adalah siswa kelas IX. Banyak yang panjang dan tidak sempat dipotong. “Yang penting pelaksanaan PTM mini sudah mendapat dukungan dari orang tua dan guru. Yang terpenting lagi, siswa sudah bisa terlayani dengan baik,” terang Bambang.

Karena ketika siswa tidak datang , guru langsung datang ke rumah siswa. Dari enam lembaga yang dikunjungi masih ada puluhan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Ini karena siswa ijin sakit dan ada siswa yang bangun terlalu siang. “Sehingga guru harus mendatangi siswa dan mengantar soal ujian untuk penguatan kemampuan siswa penilaian akhir tahun (PAT),” kata Bambang Hariono disele-sela kunjungan ke sekolah, Rabu (21/4).

Dari beberapa sekolah yang dikunjungi masih ada yang hadir karena beberapa alasan. Yakni sakit atau memang bangunnya terlalu siang. Sehingga guru harus mengantar soal ke rumahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari ketiga SMP Negeri dan Swasta, terus dipantau Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Bambang Hariono. Ada yang menarik dalam kunjungan, ada siswa yang bajunya sudah tidak cukup lagi. Hal ini karena hampir setahun lebih siswa tidak melakukan PTM.

Seperti di SMPN 5 Jember, siswa yang awalnya tidak terlalu gemuk, setelah masuk terlihat gemuk. Bahkan baju yang dipakai sudah tidak cukup. Tidak hanya baju yang tidak cukup, rambut siswa sudah panjang. Ihwal siswa seperti ini, tidak hanya di SMKN 5 Jember saja, melainkan ditemukan di enam lembaga SMP.

Yang paling banyak siswa yang rambutnya panjang adalah siswa kelas IX. Banyak yang panjang dan tidak sempat dipotong. “Yang penting pelaksanaan PTM mini sudah mendapat dukungan dari orang tua dan guru. Yang terpenting lagi, siswa sudah bisa terlayani dengan baik,” terang Bambang.

Karena ketika siswa tidak datang , guru langsung datang ke rumah siswa. Dari enam lembaga yang dikunjungi masih ada puluhan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Ini karena siswa ijin sakit dan ada siswa yang bangun terlalu siang. “Sehingga guru harus mendatangi siswa dan mengantar soal ujian untuk penguatan kemampuan siswa penilaian akhir tahun (PAT),” kata Bambang Hariono disele-sela kunjungan ke sekolah, Rabu (21/4).

Dari beberapa sekolah yang dikunjungi masih ada yang hadir karena beberapa alasan. Yakni sakit atau memang bangunnya terlalu siang. Sehingga guru harus mengantar soal ke rumahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/