alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Petani Butuh Tambahan Hand Tractor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan dunia modern selayaknya diikuti oleh petani di Kabupaten Jember. Salah satunya teknologi pengolah lahan sawah. Akan tetapi, jumlah alat membajak tanah atau hand tractor yang sediakan pemerintah belum bisa dinikmati oleh seluruh petani.

Subandi, petani asal Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, menjelaskan, sebagian mesin pembajak sawah yang digunakan untuk mengolah lahan masih menyewa kepada pemilik perseorangan. Kalaupun ada traktor yang dikelola kelompok tani, jumlahnya masih belum cukup untuk semua petani. “Pakai hand tractor bisa lebih cepat. Tetapi harga sewa dan ongkosnya mahal,” kata Subandi, yang membajak sawah di Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Harga sewa hand tractor dan jasa tenaga yang membajak, menurut dia, butuh dana sebesar Rp 1,2 juta untuk satu hektare lahan. Untuk itu, kata dia, petani bisa lebih berhemat jika tak lagi menyewa alat kepada pemilik perseorangan. “Kalau satu desa hanya ada satu alat, pasti tidak cukup. Jadi, harus menyewa sendiri. Harapannya, mesin pembajak yang disediakan pemerintah bisa lebih banyak lagi,” ucap Subandi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember M Satuki menyebut, alat mesin pertanian (alsintan) di Jember seluruhnya telah disalurkan. Terakhir yakni penyaluran alat pemotong padi. “Semuanya sudah disalurkan kepada petani,” katanya.

Lebih jauh, alsintan berupa traktor dan alat pemotong padi telah disalurkan melalui kelompok tani. Alat itu bisa digunakan oleh petani melalui kelompoknya masing-masing. “Kelompok yang mendapat pinjaman alsintan, maka bisa menggunakannya,” jelas Satuki.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan dunia modern selayaknya diikuti oleh petani di Kabupaten Jember. Salah satunya teknologi pengolah lahan sawah. Akan tetapi, jumlah alat membajak tanah atau hand tractor yang sediakan pemerintah belum bisa dinikmati oleh seluruh petani.

Subandi, petani asal Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, menjelaskan, sebagian mesin pembajak sawah yang digunakan untuk mengolah lahan masih menyewa kepada pemilik perseorangan. Kalaupun ada traktor yang dikelola kelompok tani, jumlahnya masih belum cukup untuk semua petani. “Pakai hand tractor bisa lebih cepat. Tetapi harga sewa dan ongkosnya mahal,” kata Subandi, yang membajak sawah di Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Harga sewa hand tractor dan jasa tenaga yang membajak, menurut dia, butuh dana sebesar Rp 1,2 juta untuk satu hektare lahan. Untuk itu, kata dia, petani bisa lebih berhemat jika tak lagi menyewa alat kepada pemilik perseorangan. “Kalau satu desa hanya ada satu alat, pasti tidak cukup. Jadi, harus menyewa sendiri. Harapannya, mesin pembajak yang disediakan pemerintah bisa lebih banyak lagi,” ucap Subandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember M Satuki menyebut, alat mesin pertanian (alsintan) di Jember seluruhnya telah disalurkan. Terakhir yakni penyaluran alat pemotong padi. “Semuanya sudah disalurkan kepada petani,” katanya.

Lebih jauh, alsintan berupa traktor dan alat pemotong padi telah disalurkan melalui kelompok tani. Alat itu bisa digunakan oleh petani melalui kelompoknya masing-masing. “Kelompok yang mendapat pinjaman alsintan, maka bisa menggunakannya,” jelas Satuki.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan dunia modern selayaknya diikuti oleh petani di Kabupaten Jember. Salah satunya teknologi pengolah lahan sawah. Akan tetapi, jumlah alat membajak tanah atau hand tractor yang sediakan pemerintah belum bisa dinikmati oleh seluruh petani.

Subandi, petani asal Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, menjelaskan, sebagian mesin pembajak sawah yang digunakan untuk mengolah lahan masih menyewa kepada pemilik perseorangan. Kalaupun ada traktor yang dikelola kelompok tani, jumlahnya masih belum cukup untuk semua petani. “Pakai hand tractor bisa lebih cepat. Tetapi harga sewa dan ongkosnya mahal,” kata Subandi, yang membajak sawah di Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Harga sewa hand tractor dan jasa tenaga yang membajak, menurut dia, butuh dana sebesar Rp 1,2 juta untuk satu hektare lahan. Untuk itu, kata dia, petani bisa lebih berhemat jika tak lagi menyewa alat kepada pemilik perseorangan. “Kalau satu desa hanya ada satu alat, pasti tidak cukup. Jadi, harus menyewa sendiri. Harapannya, mesin pembajak yang disediakan pemerintah bisa lebih banyak lagi,” ucap Subandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember M Satuki menyebut, alat mesin pertanian (alsintan) di Jember seluruhnya telah disalurkan. Terakhir yakni penyaluran alat pemotong padi. “Semuanya sudah disalurkan kepada petani,” katanya.

Lebih jauh, alsintan berupa traktor dan alat pemotong padi telah disalurkan melalui kelompok tani. Alat itu bisa digunakan oleh petani melalui kelompoknya masing-masing. “Kelompok yang mendapat pinjaman alsintan, maka bisa menggunakannya,” jelas Satuki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/