alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Penjualan Daring Meningkat

 Kedai Kopi Gencarkan Promosi via Medsos

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kedai kopi kini menjadi perhatian khusus ketika wabah pandemi virus korona merebak. Sebab, polisi bakal membubarkan ketika ada kerumunan, termasuk di kedai kopi. Padahal, tempat seperti kafe dan warung kopi memang cocok digunakan untuk nongkrong.

Sementara itu, pemerintah gencar mengampanyekan physical distancing pembatasan jarak fisik, termasuk di Kabupaten Jember. Meski beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun Jember belum menerapkannya. Kendati begitu, pembatasan jam operasional sudah diberlakukan, termasuk untuk kedai kopi yang ada di kawasan Kota Jember.

Kebijakan itu tentu berdampak terhadap para pengusaha kopi. Oleh karenanya, mereka harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah badai korona ini. Salah satu jalan yang ditempuh adalah menggencarkan promosi daring (online) menggunakan media sosial. Model jualannya juga melalui pesan antar menggunakan jasa angkutan ojek online (ojol).

Mobile_AP_Rectangle 2

Jefry, pemilik salah satu kedai kopi di sekitar kampus Universitas Jember, mengatakan, saat ini kedai kopi yang dia kelola hanya buka selama 12 jam. Mulai dari pukul 10 pagi, dan maksimal pukul 22.00 malam sudah tutup. “Praktis, hanya 12 jam,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kedai kopi kini menjadi perhatian khusus ketika wabah pandemi virus korona merebak. Sebab, polisi bakal membubarkan ketika ada kerumunan, termasuk di kedai kopi. Padahal, tempat seperti kafe dan warung kopi memang cocok digunakan untuk nongkrong.

Sementara itu, pemerintah gencar mengampanyekan physical distancing pembatasan jarak fisik, termasuk di Kabupaten Jember. Meski beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun Jember belum menerapkannya. Kendati begitu, pembatasan jam operasional sudah diberlakukan, termasuk untuk kedai kopi yang ada di kawasan Kota Jember.

Kebijakan itu tentu berdampak terhadap para pengusaha kopi. Oleh karenanya, mereka harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah badai korona ini. Salah satu jalan yang ditempuh adalah menggencarkan promosi daring (online) menggunakan media sosial. Model jualannya juga melalui pesan antar menggunakan jasa angkutan ojek online (ojol).

Jefry, pemilik salah satu kedai kopi di sekitar kampus Universitas Jember, mengatakan, saat ini kedai kopi yang dia kelola hanya buka selama 12 jam. Mulai dari pukul 10 pagi, dan maksimal pukul 22.00 malam sudah tutup. “Praktis, hanya 12 jam,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kedai kopi kini menjadi perhatian khusus ketika wabah pandemi virus korona merebak. Sebab, polisi bakal membubarkan ketika ada kerumunan, termasuk di kedai kopi. Padahal, tempat seperti kafe dan warung kopi memang cocok digunakan untuk nongkrong.

Sementara itu, pemerintah gencar mengampanyekan physical distancing pembatasan jarak fisik, termasuk di Kabupaten Jember. Meski beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun Jember belum menerapkannya. Kendati begitu, pembatasan jam operasional sudah diberlakukan, termasuk untuk kedai kopi yang ada di kawasan Kota Jember.

Kebijakan itu tentu berdampak terhadap para pengusaha kopi. Oleh karenanya, mereka harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah badai korona ini. Salah satu jalan yang ditempuh adalah menggencarkan promosi daring (online) menggunakan media sosial. Model jualannya juga melalui pesan antar menggunakan jasa angkutan ojek online (ojol).

Jefry, pemilik salah satu kedai kopi di sekitar kampus Universitas Jember, mengatakan, saat ini kedai kopi yang dia kelola hanya buka selama 12 jam. Mulai dari pukul 10 pagi, dan maksimal pukul 22.00 malam sudah tutup. “Praktis, hanya 12 jam,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/