alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Halte Kumuh, Ada yang Pesing

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Halte berfungsi sebagai tempat menunggu bagi siapa saja yang akan naik transportasi umum. Namun demikian, banyak halte yang sepertinya kurang difungsikan oleh masyarakat. Bangunan halte pun terlihat kumuh, seperti Halte Hayam Wuruk yang terletak di Jalan Imam Bonjol nomor 8, Kelurahan Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Selain kumuh, halte tersebut juga terlihat minim aktivitas. Maklum, tidak semua penumpang angkutan umum menunggu kendaraan di halte tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Kasi Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Andri Sulistiyowati, salah satu penyebab tidak maksimalnya halte-halte di Jember karena minimnya pengguna angkutan kota (angkot). “Kondisi angkutan dan pengguna angkutan di masa saat ini sudah tidak berjalan seperti dulu. Jadi, untuk halte-halte yang ada, dengan kondisi saat ini tidak semua digunakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah melakukan perawatan seperti pembersihan halte. “Upaya ini pun kami lakukan agar halte masih bisa digunakan masyarakat sebagai ruang tunggu, baik angkutan ataupun ojek online (ojol),” imbuhnya.

Ni’amul Khoir, warga sekitar, mengatakan, halte tersebut jarang digunakan oleh penumpang angkot. Menurutnya, banyak penumpang angkot yang justru menunggu di pinggir jalan tanpa mampir ke halte.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Halte berfungsi sebagai tempat menunggu bagi siapa saja yang akan naik transportasi umum. Namun demikian, banyak halte yang sepertinya kurang difungsikan oleh masyarakat. Bangunan halte pun terlihat kumuh, seperti Halte Hayam Wuruk yang terletak di Jalan Imam Bonjol nomor 8, Kelurahan Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Selain kumuh, halte tersebut juga terlihat minim aktivitas. Maklum, tidak semua penumpang angkutan umum menunggu kendaraan di halte tersebut.

Menurut Kasi Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Andri Sulistiyowati, salah satu penyebab tidak maksimalnya halte-halte di Jember karena minimnya pengguna angkutan kota (angkot). “Kondisi angkutan dan pengguna angkutan di masa saat ini sudah tidak berjalan seperti dulu. Jadi, untuk halte-halte yang ada, dengan kondisi saat ini tidak semua digunakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah melakukan perawatan seperti pembersihan halte. “Upaya ini pun kami lakukan agar halte masih bisa digunakan masyarakat sebagai ruang tunggu, baik angkutan ataupun ojek online (ojol),” imbuhnya.

Ni’amul Khoir, warga sekitar, mengatakan, halte tersebut jarang digunakan oleh penumpang angkot. Menurutnya, banyak penumpang angkot yang justru menunggu di pinggir jalan tanpa mampir ke halte.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Halte berfungsi sebagai tempat menunggu bagi siapa saja yang akan naik transportasi umum. Namun demikian, banyak halte yang sepertinya kurang difungsikan oleh masyarakat. Bangunan halte pun terlihat kumuh, seperti Halte Hayam Wuruk yang terletak di Jalan Imam Bonjol nomor 8, Kelurahan Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Selain kumuh, halte tersebut juga terlihat minim aktivitas. Maklum, tidak semua penumpang angkutan umum menunggu kendaraan di halte tersebut.

Menurut Kasi Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Andri Sulistiyowati, salah satu penyebab tidak maksimalnya halte-halte di Jember karena minimnya pengguna angkutan kota (angkot). “Kondisi angkutan dan pengguna angkutan di masa saat ini sudah tidak berjalan seperti dulu. Jadi, untuk halte-halte yang ada, dengan kondisi saat ini tidak semua digunakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah melakukan perawatan seperti pembersihan halte. “Upaya ini pun kami lakukan agar halte masih bisa digunakan masyarakat sebagai ruang tunggu, baik angkutan ataupun ojek online (ojol),” imbuhnya.

Ni’amul Khoir, warga sekitar, mengatakan, halte tersebut jarang digunakan oleh penumpang angkot. Menurutnya, banyak penumpang angkot yang justru menunggu di pinggir jalan tanpa mampir ke halte.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/