alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Akhir Maret Hujan Diprediksi Selesai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Curah hujan tahunan diprediksikan akan lebih panjang dari normalnya. Pasalnya, hingga kini hujan deras masih kerap mengguyur Jember. Namun, berdasarkan prediksi cuaca, musim hujan akan berakhir pada akhir Maret ini.

Baca Juga : Niat Berteduh Saat Hujan, Pria di Jember Meninggal Tersambar Petir

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Akhmad Roib menjelaskan, terkait prediksi curah hujan ke depan berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim curah hujan di Jember diperkirakan akan berakhir pada akhir Maret ini atau memasuki bulan april mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski Jember masih sering terjadi hujan deras, pihaknya mengatakan, untuk saat ini curah hujan yang terjadi sudah menurun dibandingkan sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada, karena banjir dapat terjadi kapan saja. “Meskipun curah hujan kini mulai menurun, akan tetapi masyarakat harus siap siaga, karena banjir bisa datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Melihat curah hujan yang tinggi dan sering terjadinya bencana seperti banjir, pohon tumbang, bahkan tanah longsor, pihaknya sudah bersinergi dengan beberapa pihak terkait untuk mengantisipasi bencana. Kendati demikian, Roib membeberkan, BPBD juga bersinergi dengan akademisi dari Universitas Jember dengan pemberlakuan early warning system (EWS). Pihaknya sudah mencoba EWS tersebut bisa diakses lewat smartphone. Dengan peringatan dini bencana tersebut, nantinya masyarakat bisa siap siaga. “Pemberlakuan EWS sudah kami lakukan di Kali Jompo dan berbagai tempat lainnya. Hal ini sebagai mitigasi bagi masyarakat,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Curah hujan tahunan diprediksikan akan lebih panjang dari normalnya. Pasalnya, hingga kini hujan deras masih kerap mengguyur Jember. Namun, berdasarkan prediksi cuaca, musim hujan akan berakhir pada akhir Maret ini.

Baca Juga : Niat Berteduh Saat Hujan, Pria di Jember Meninggal Tersambar Petir

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Akhmad Roib menjelaskan, terkait prediksi curah hujan ke depan berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim curah hujan di Jember diperkirakan akan berakhir pada akhir Maret ini atau memasuki bulan april mendatang.

Meski Jember masih sering terjadi hujan deras, pihaknya mengatakan, untuk saat ini curah hujan yang terjadi sudah menurun dibandingkan sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada, karena banjir dapat terjadi kapan saja. “Meskipun curah hujan kini mulai menurun, akan tetapi masyarakat harus siap siaga, karena banjir bisa datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Melihat curah hujan yang tinggi dan sering terjadinya bencana seperti banjir, pohon tumbang, bahkan tanah longsor, pihaknya sudah bersinergi dengan beberapa pihak terkait untuk mengantisipasi bencana. Kendati demikian, Roib membeberkan, BPBD juga bersinergi dengan akademisi dari Universitas Jember dengan pemberlakuan early warning system (EWS). Pihaknya sudah mencoba EWS tersebut bisa diakses lewat smartphone. Dengan peringatan dini bencana tersebut, nantinya masyarakat bisa siap siaga. “Pemberlakuan EWS sudah kami lakukan di Kali Jompo dan berbagai tempat lainnya. Hal ini sebagai mitigasi bagi masyarakat,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Curah hujan tahunan diprediksikan akan lebih panjang dari normalnya. Pasalnya, hingga kini hujan deras masih kerap mengguyur Jember. Namun, berdasarkan prediksi cuaca, musim hujan akan berakhir pada akhir Maret ini.

Baca Juga : Niat Berteduh Saat Hujan, Pria di Jember Meninggal Tersambar Petir

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Akhmad Roib menjelaskan, terkait prediksi curah hujan ke depan berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim curah hujan di Jember diperkirakan akan berakhir pada akhir Maret ini atau memasuki bulan april mendatang.

Meski Jember masih sering terjadi hujan deras, pihaknya mengatakan, untuk saat ini curah hujan yang terjadi sudah menurun dibandingkan sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada, karena banjir dapat terjadi kapan saja. “Meskipun curah hujan kini mulai menurun, akan tetapi masyarakat harus siap siaga, karena banjir bisa datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Melihat curah hujan yang tinggi dan sering terjadinya bencana seperti banjir, pohon tumbang, bahkan tanah longsor, pihaknya sudah bersinergi dengan beberapa pihak terkait untuk mengantisipasi bencana. Kendati demikian, Roib membeberkan, BPBD juga bersinergi dengan akademisi dari Universitas Jember dengan pemberlakuan early warning system (EWS). Pihaknya sudah mencoba EWS tersebut bisa diakses lewat smartphone. Dengan peringatan dini bencana tersebut, nantinya masyarakat bisa siap siaga. “Pemberlakuan EWS sudah kami lakukan di Kali Jompo dan berbagai tempat lainnya. Hal ini sebagai mitigasi bagi masyarakat,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/