alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terampil di Jalanan Jember, Atraksi Zig-zag Demi Hindari Lubang Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Meski Pemkab Jember telah melakukan perbaikan dan pengaspalan di sejumlah titik, sampai pertengahan Januari ini kondisi sebagian jalan terutama di pedesaan belum seluruhnya kembali mulus. Salah satunya, di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, aspal jalanan terlihat mengelupas karena tergerus air hujan. Selain itu, terdapat lubang di beberapa titik. Warga setempat menuturkan bahwa kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun lalu.

Kondisi tersebut tentu membahayakan pengendara yang lewat di jalan itu. Terlebih lagi untuk pengendara roda dua. Banyak pemotor yang kerap terjatuh akibat menghindari lubang. “Jalan berlubang itu mulai Desa Lengkong sampai perbatasan Desa Kawangrejo, panjangnya sekitar 3 kilometer. Hingga awal tahun ini, belum diperbaiki,” ungkap Wais Al Qurni, warga Dusun Jambesari, Desa Lengkong.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku tidak mengetahui kenapa jalan itu belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan semakin parah. Pengendara motor sampai harus zig-zag untuk menghindari lubang jalan.

Hal serupa diungkapkan Ahmad Hafid, warga Desa Taman Sari, Kecamatan Mumbulsari. Menurut warga yang sering mencari rumput di sekitar daerah tersebut, warga setempat sempat menutup lobang jalan dengan menggunakan paving. “Walau ditutup paving, tetap tidak kuat menahan beban kendaraan berat seperti mobil dan truk. Orang seringkali terjerembap akibat terjebak lubang, terkadang pemotor jatuh saat membawa anak kecil,” kata Hafid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Meski Pemkab Jember telah melakukan perbaikan dan pengaspalan di sejumlah titik, sampai pertengahan Januari ini kondisi sebagian jalan terutama di pedesaan belum seluruhnya kembali mulus. Salah satunya, di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, aspal jalanan terlihat mengelupas karena tergerus air hujan. Selain itu, terdapat lubang di beberapa titik. Warga setempat menuturkan bahwa kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun lalu.

Kondisi tersebut tentu membahayakan pengendara yang lewat di jalan itu. Terlebih lagi untuk pengendara roda dua. Banyak pemotor yang kerap terjatuh akibat menghindari lubang. “Jalan berlubang itu mulai Desa Lengkong sampai perbatasan Desa Kawangrejo, panjangnya sekitar 3 kilometer. Hingga awal tahun ini, belum diperbaiki,” ungkap Wais Al Qurni, warga Dusun Jambesari, Desa Lengkong.

Dia mengaku tidak mengetahui kenapa jalan itu belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan semakin parah. Pengendara motor sampai harus zig-zag untuk menghindari lubang jalan.

Hal serupa diungkapkan Ahmad Hafid, warga Desa Taman Sari, Kecamatan Mumbulsari. Menurut warga yang sering mencari rumput di sekitar daerah tersebut, warga setempat sempat menutup lobang jalan dengan menggunakan paving. “Walau ditutup paving, tetap tidak kuat menahan beban kendaraan berat seperti mobil dan truk. Orang seringkali terjerembap akibat terjebak lubang, terkadang pemotor jatuh saat membawa anak kecil,” kata Hafid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Meski Pemkab Jember telah melakukan perbaikan dan pengaspalan di sejumlah titik, sampai pertengahan Januari ini kondisi sebagian jalan terutama di pedesaan belum seluruhnya kembali mulus. Salah satunya, di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, aspal jalanan terlihat mengelupas karena tergerus air hujan. Selain itu, terdapat lubang di beberapa titik. Warga setempat menuturkan bahwa kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun lalu.

Kondisi tersebut tentu membahayakan pengendara yang lewat di jalan itu. Terlebih lagi untuk pengendara roda dua. Banyak pemotor yang kerap terjatuh akibat menghindari lubang. “Jalan berlubang itu mulai Desa Lengkong sampai perbatasan Desa Kawangrejo, panjangnya sekitar 3 kilometer. Hingga awal tahun ini, belum diperbaiki,” ungkap Wais Al Qurni, warga Dusun Jambesari, Desa Lengkong.

Dia mengaku tidak mengetahui kenapa jalan itu belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan semakin parah. Pengendara motor sampai harus zig-zag untuk menghindari lubang jalan.

Hal serupa diungkapkan Ahmad Hafid, warga Desa Taman Sari, Kecamatan Mumbulsari. Menurut warga yang sering mencari rumput di sekitar daerah tersebut, warga setempat sempat menutup lobang jalan dengan menggunakan paving. “Walau ditutup paving, tetap tidak kuat menahan beban kendaraan berat seperti mobil dan truk. Orang seringkali terjerembap akibat terjebak lubang, terkadang pemotor jatuh saat membawa anak kecil,” kata Hafid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/