alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Lima Nyawa Melayang Akibat Jalan Berlubang

Catatan Kecelakaan Awal Tahun 2021

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Enak-enaknya tancap gas, tiba-tiba roda terantuk jalan berlubang, bagaimana reaksi pengendara? Sebagian ada yang hanya mengelus dada, meski ada yang memilih mengumpat karena terjatuh dari motor. Walau hanya jalan berlubang, tapi siapa sangka sangat membahayakan. Sebab, belum genap satu bulan di awal tahun ini, ada lima korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan berlubang.

Kondisi jalan di Jember memang memprihatinkan. Jalan Tidar contohnya, jalur yang menghubungkan daerah kampus dengan secaba itu tidak seperti jalan beraspal. Melainkan jalan tanah yang penuh genangan air. Bagi pengendara roda dua seperti Purnomo, jalan berlubang di Jalan Tidar itu lebih baik. Dia berkata, lebih baik rusak sekalian, karena pengendara tahu itu jalan berlubang. “Yang bahaya justru jalan yang mulus, tiba-tiba ada lubang. Apalagi kalau hujan, lubangnya samar-samar,” ungkapnya.

Kondisi jalan mulus diiringi berlubang itu hampir di setiap jalan di Jember. Bahkan, di Ambulu saja orang menyebut jenglongan sewu atau lubang seribu, karena terlalu banyaknya jalan berlubang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasat Lantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto H Manurung melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, jalan berlubang memang menjadi perhatian. Untuk itu, pihaknya melakukan beberapa kegiatan bersama dengan warga untuk mengantisipasi dampak buruk yang diakibatkan jalan berlubang tersebut. “Bersama warga, jalan berlubang mulai ditambal dengan semen,” ucapnya.

Menurut dia, jalan berlubang itu sudah membahayakan pengendara, terutama pemotor. Karena di Jember sudah memakan korban jiwa. Salah satu titik yang pernah mengalami kecelakaan maut akibat jalan berlubang adalah di Jalan MH Yamin, Kecamatan Ajung.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi Hasanudin menambahkan, pada tahun ini per 19 Januari 2021, jumlah kejadian kecelakaan di Jember mencapai 41 dengan 14 meninggal dunia. Selain itu, juga tercatat satu korban luka berat, dan 43 lainnya luka ringan. “Dari 14 yang meninggal dunia tersebut, lima di antaranya adalah akibat kecelakaan jalan berlubang,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Enak-enaknya tancap gas, tiba-tiba roda terantuk jalan berlubang, bagaimana reaksi pengendara? Sebagian ada yang hanya mengelus dada, meski ada yang memilih mengumpat karena terjatuh dari motor. Walau hanya jalan berlubang, tapi siapa sangka sangat membahayakan. Sebab, belum genap satu bulan di awal tahun ini, ada lima korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan berlubang.

Kondisi jalan di Jember memang memprihatinkan. Jalan Tidar contohnya, jalur yang menghubungkan daerah kampus dengan secaba itu tidak seperti jalan beraspal. Melainkan jalan tanah yang penuh genangan air. Bagi pengendara roda dua seperti Purnomo, jalan berlubang di Jalan Tidar itu lebih baik. Dia berkata, lebih baik rusak sekalian, karena pengendara tahu itu jalan berlubang. “Yang bahaya justru jalan yang mulus, tiba-tiba ada lubang. Apalagi kalau hujan, lubangnya samar-samar,” ungkapnya.

Kondisi jalan mulus diiringi berlubang itu hampir di setiap jalan di Jember. Bahkan, di Ambulu saja orang menyebut jenglongan sewu atau lubang seribu, karena terlalu banyaknya jalan berlubang.

Kasat Lantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto H Manurung melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, jalan berlubang memang menjadi perhatian. Untuk itu, pihaknya melakukan beberapa kegiatan bersama dengan warga untuk mengantisipasi dampak buruk yang diakibatkan jalan berlubang tersebut. “Bersama warga, jalan berlubang mulai ditambal dengan semen,” ucapnya.

Menurut dia, jalan berlubang itu sudah membahayakan pengendara, terutama pemotor. Karena di Jember sudah memakan korban jiwa. Salah satu titik yang pernah mengalami kecelakaan maut akibat jalan berlubang adalah di Jalan MH Yamin, Kecamatan Ajung.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi Hasanudin menambahkan, pada tahun ini per 19 Januari 2021, jumlah kejadian kecelakaan di Jember mencapai 41 dengan 14 meninggal dunia. Selain itu, juga tercatat satu korban luka berat, dan 43 lainnya luka ringan. “Dari 14 yang meninggal dunia tersebut, lima di antaranya adalah akibat kecelakaan jalan berlubang,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Enak-enaknya tancap gas, tiba-tiba roda terantuk jalan berlubang, bagaimana reaksi pengendara? Sebagian ada yang hanya mengelus dada, meski ada yang memilih mengumpat karena terjatuh dari motor. Walau hanya jalan berlubang, tapi siapa sangka sangat membahayakan. Sebab, belum genap satu bulan di awal tahun ini, ada lima korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan berlubang.

Kondisi jalan di Jember memang memprihatinkan. Jalan Tidar contohnya, jalur yang menghubungkan daerah kampus dengan secaba itu tidak seperti jalan beraspal. Melainkan jalan tanah yang penuh genangan air. Bagi pengendara roda dua seperti Purnomo, jalan berlubang di Jalan Tidar itu lebih baik. Dia berkata, lebih baik rusak sekalian, karena pengendara tahu itu jalan berlubang. “Yang bahaya justru jalan yang mulus, tiba-tiba ada lubang. Apalagi kalau hujan, lubangnya samar-samar,” ungkapnya.

Kondisi jalan mulus diiringi berlubang itu hampir di setiap jalan di Jember. Bahkan, di Ambulu saja orang menyebut jenglongan sewu atau lubang seribu, karena terlalu banyaknya jalan berlubang.

Kasat Lantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto H Manurung melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Iptu Heru Siswanto mengatakan, jalan berlubang memang menjadi perhatian. Untuk itu, pihaknya melakukan beberapa kegiatan bersama dengan warga untuk mengantisipasi dampak buruk yang diakibatkan jalan berlubang tersebut. “Bersama warga, jalan berlubang mulai ditambal dengan semen,” ucapnya.

Menurut dia, jalan berlubang itu sudah membahayakan pengendara, terutama pemotor. Karena di Jember sudah memakan korban jiwa. Salah satu titik yang pernah mengalami kecelakaan maut akibat jalan berlubang adalah di Jalan MH Yamin, Kecamatan Ajung.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi Hasanudin menambahkan, pada tahun ini per 19 Januari 2021, jumlah kejadian kecelakaan di Jember mencapai 41 dengan 14 meninggal dunia. Selain itu, juga tercatat satu korban luka berat, dan 43 lainnya luka ringan. “Dari 14 yang meninggal dunia tersebut, lima di antaranya adalah akibat kecelakaan jalan berlubang,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/