alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Alternatif Tempat Belajar Selama Pandemi

Lembaga Bimbel Jadi Pilihan

Mobile_AP_Rectangle 1

Proses pembelajaran di lembaga bimbel pun sangat fleksibel. Beberapa murid menjalani pembelajaran melalui daring. Sebagian di antaranya menjalani secara luring. Bergantung pada kemampuan siswa dan wali murid. “Kalau wali muridnya protektif banget, ya online,” papar Rini.

Setidaknya, dia menambahkan, terdapat 70 persen siswa yang menjalani pembelajaran secara daring. Sisanya menjalani proses belajar melalui luring. Pengelompokannya, siswa tingkat TK-SMP lebih banyak daring. Sedangkan, siswa tingkat SMA dan profesi, menjalani pembelajaran secara luring atau tatap muka.

Salah satu wali murid, Endang Widyawarti menyebut, selama ini anaknya yang masih duduk di bangku SD menjalani pembelajaran melalui daring. Termasuk ketika mengikuti kursus di lembaga bimbel. “Kursusnya masih menerapkan daring,” pungkasnya.

- Advertisement -

Proses pembelajaran di lembaga bimbel pun sangat fleksibel. Beberapa murid menjalani pembelajaran melalui daring. Sebagian di antaranya menjalani secara luring. Bergantung pada kemampuan siswa dan wali murid. “Kalau wali muridnya protektif banget, ya online,” papar Rini.

Setidaknya, dia menambahkan, terdapat 70 persen siswa yang menjalani pembelajaran secara daring. Sisanya menjalani proses belajar melalui luring. Pengelompokannya, siswa tingkat TK-SMP lebih banyak daring. Sedangkan, siswa tingkat SMA dan profesi, menjalani pembelajaran secara luring atau tatap muka.

Salah satu wali murid, Endang Widyawarti menyebut, selama ini anaknya yang masih duduk di bangku SD menjalani pembelajaran melalui daring. Termasuk ketika mengikuti kursus di lembaga bimbel. “Kursusnya masih menerapkan daring,” pungkasnya.

Proses pembelajaran di lembaga bimbel pun sangat fleksibel. Beberapa murid menjalani pembelajaran melalui daring. Sebagian di antaranya menjalani secara luring. Bergantung pada kemampuan siswa dan wali murid. “Kalau wali muridnya protektif banget, ya online,” papar Rini.

Setidaknya, dia menambahkan, terdapat 70 persen siswa yang menjalani pembelajaran secara daring. Sisanya menjalani proses belajar melalui luring. Pengelompokannya, siswa tingkat TK-SMP lebih banyak daring. Sedangkan, siswa tingkat SMA dan profesi, menjalani pembelajaran secara luring atau tatap muka.

Salah satu wali murid, Endang Widyawarti menyebut, selama ini anaknya yang masih duduk di bangku SD menjalani pembelajaran melalui daring. Termasuk ketika mengikuti kursus di lembaga bimbel. “Kursusnya masih menerapkan daring,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/