alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Program Seribu Ton Beras di Jember Tidak Serius ?

"Seharusnya pengadaan beras 500 ton sisa program seribu ton sudah selesai. Apalagi dampaknya multiefek." Nyoman Aribowo - Anggota Komisi B DPRD Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan seribu ton beras di Jember telah selesai separuhnya. Namun, program 500 ton sisanya tak kunjung ada kabar hingga berita ini ditulis, kemarin (20/12). Apakah program itu masih ada atau tidak, belum ada penjelasan dari dinas terkait. Program ini juga disinyalir tidak diurus secara serius.

Program seribu ton beras di Jember ini dulunya dimaksudkan untuk bantuan sosial (bansos). Di mana, pengadaannya ada pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) atau dikenal sebagai Dinas Pertanian Jember. Sementara distribusinya melalui Dinas Sosial Jember. Seperti diketahui, 500 ton beras sudah selesai pengadaan maupun pendistribusiannya. Sementara, sisanya belum jelas.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo juga mengaku heran. Terlebih, pada saat ini sudah berada di pintu gerbang tahun 2022. “Seharusnya pengadaan beras 500 ton sisa program seribu ton sudah selesai. Apalagi dampaknya multiefek,” katanya, kemarin (20/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyoman menyebut, sejauh ini sisa program pengadaan 500 ton beras di Jember juga tidak ada kabarnya. Padahal, dia menilai, program itu baik. Sebab, mampu mengangkat nilai jual gabah dari tingkat petani. Saat itu, harga gabah kering sawah di Jember berada di kisaran Rp 3.700. Namun, berkat program itu harganya terdongkrak sampai menyentuh Rp 4.500 per kilogram di bulan Agustus dan September.

Menurut Nyoman, apabila program itu masih ada, maka sebaiknya dituntaskan sebelum 2021 usai. “Kalau programnya tidak ada, bisa dijelaskan kenapa tidak ada. Kalau seperti ini, program seribu ton beras terkesan tidak serius,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan seribu ton beras di Jember telah selesai separuhnya. Namun, program 500 ton sisanya tak kunjung ada kabar hingga berita ini ditulis, kemarin (20/12). Apakah program itu masih ada atau tidak, belum ada penjelasan dari dinas terkait. Program ini juga disinyalir tidak diurus secara serius.

Program seribu ton beras di Jember ini dulunya dimaksudkan untuk bantuan sosial (bansos). Di mana, pengadaannya ada pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) atau dikenal sebagai Dinas Pertanian Jember. Sementara distribusinya melalui Dinas Sosial Jember. Seperti diketahui, 500 ton beras sudah selesai pengadaan maupun pendistribusiannya. Sementara, sisanya belum jelas.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo juga mengaku heran. Terlebih, pada saat ini sudah berada di pintu gerbang tahun 2022. “Seharusnya pengadaan beras 500 ton sisa program seribu ton sudah selesai. Apalagi dampaknya multiefek,” katanya, kemarin (20/12).

Nyoman menyebut, sejauh ini sisa program pengadaan 500 ton beras di Jember juga tidak ada kabarnya. Padahal, dia menilai, program itu baik. Sebab, mampu mengangkat nilai jual gabah dari tingkat petani. Saat itu, harga gabah kering sawah di Jember berada di kisaran Rp 3.700. Namun, berkat program itu harganya terdongkrak sampai menyentuh Rp 4.500 per kilogram di bulan Agustus dan September.

Menurut Nyoman, apabila program itu masih ada, maka sebaiknya dituntaskan sebelum 2021 usai. “Kalau programnya tidak ada, bisa dijelaskan kenapa tidak ada. Kalau seperti ini, program seribu ton beras terkesan tidak serius,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengadaan seribu ton beras di Jember telah selesai separuhnya. Namun, program 500 ton sisanya tak kunjung ada kabar hingga berita ini ditulis, kemarin (20/12). Apakah program itu masih ada atau tidak, belum ada penjelasan dari dinas terkait. Program ini juga disinyalir tidak diurus secara serius.

Program seribu ton beras di Jember ini dulunya dimaksudkan untuk bantuan sosial (bansos). Di mana, pengadaannya ada pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) atau dikenal sebagai Dinas Pertanian Jember. Sementara distribusinya melalui Dinas Sosial Jember. Seperti diketahui, 500 ton beras sudah selesai pengadaan maupun pendistribusiannya. Sementara, sisanya belum jelas.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo juga mengaku heran. Terlebih, pada saat ini sudah berada di pintu gerbang tahun 2022. “Seharusnya pengadaan beras 500 ton sisa program seribu ton sudah selesai. Apalagi dampaknya multiefek,” katanya, kemarin (20/12).

Nyoman menyebut, sejauh ini sisa program pengadaan 500 ton beras di Jember juga tidak ada kabarnya. Padahal, dia menilai, program itu baik. Sebab, mampu mengangkat nilai jual gabah dari tingkat petani. Saat itu, harga gabah kering sawah di Jember berada di kisaran Rp 3.700. Namun, berkat program itu harganya terdongkrak sampai menyentuh Rp 4.500 per kilogram di bulan Agustus dan September.

Menurut Nyoman, apabila program itu masih ada, maka sebaiknya dituntaskan sebelum 2021 usai. “Kalau programnya tidak ada, bisa dijelaskan kenapa tidak ada. Kalau seperti ini, program seribu ton beras terkesan tidak serius,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/