alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pendampingan Hukum Perempuan dan Anak Harus Lebih Masif

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG.RADARJEMBER.ID- Perempuan dan anak kerap menjadi korban kekerasan. Bahkan pada banyak kasus, pelakunya adalah orang terdekat. Bisa keluarga atau pasangannya. Sehingga, mereka bingung saat berhadapan dengan kasus hukum. Hal inilah yang mencetuskan adanya upaya untuk memberikan pendampingan hukum terhadap mereka yang menjadi korban.

Upaya memaksimalkan bantuan hukum ini dilakukan dengan membangun sinergi antara Pengadilan Agama (PA) Jember dan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Pertemuan itu berlangsung di pengadilan yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Jember Lor, Patrang, belum lama ini. Ke depan, perempuan dan anak, diharapkan dapat terbantu sehingga hak-hak mereka tetap didapatkan.

Ketua PA Jember Ahmad Nurul Huda membenarkan adanya sinergitas antara lembaganya dengan GPP Jember. Menurutnya, hal itu dilakukan agar pendampingan hukum terhadap perempuan dan anak bisa terus meningkat. “Sebenarnya sama dengan OBH (organisasi bantuan hukum, Red) lainnya. GPP ini juga untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak,” ujar Ahmad Nurul Huda, Ketua PA Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, lembaga yang memiliki legalitas dan bekerja sama dengan PA sudah ada enam organisasi. Bedanya, GPP memberikan layanan kepada semua perempuan dan anak yang menjadi korban. “Ada organisasi yang hanya membantu warga miskin. Nah, GPP lebih pada warga yang menjadi korban,” tuturnya.

Ahmad menjelaskan, selama ini masih banyak perempuan yang berhadapan dengan hukum, namun tidak mendapat pendampingan hukum. Melalui lembaga seperti GPP maupun OBH lain, setidaknya ada perjuangan akan hak-hak perempuan dan anak. “Kami harapkan hak perempuan dan anak yang selama ini belum dipenuhi suaminya akan bisa dipenuhi. Ini sebagai wujud layanan dan perlindungan terhadap korban perempuan dan anak,” tegasnya.

- Advertisement -

PATRANG.RADARJEMBER.ID- Perempuan dan anak kerap menjadi korban kekerasan. Bahkan pada banyak kasus, pelakunya adalah orang terdekat. Bisa keluarga atau pasangannya. Sehingga, mereka bingung saat berhadapan dengan kasus hukum. Hal inilah yang mencetuskan adanya upaya untuk memberikan pendampingan hukum terhadap mereka yang menjadi korban.

Upaya memaksimalkan bantuan hukum ini dilakukan dengan membangun sinergi antara Pengadilan Agama (PA) Jember dan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Pertemuan itu berlangsung di pengadilan yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Jember Lor, Patrang, belum lama ini. Ke depan, perempuan dan anak, diharapkan dapat terbantu sehingga hak-hak mereka tetap didapatkan.

Ketua PA Jember Ahmad Nurul Huda membenarkan adanya sinergitas antara lembaganya dengan GPP Jember. Menurutnya, hal itu dilakukan agar pendampingan hukum terhadap perempuan dan anak bisa terus meningkat. “Sebenarnya sama dengan OBH (organisasi bantuan hukum, Red) lainnya. GPP ini juga untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak,” ujar Ahmad Nurul Huda, Ketua PA Jember.

Menurutnya, lembaga yang memiliki legalitas dan bekerja sama dengan PA sudah ada enam organisasi. Bedanya, GPP memberikan layanan kepada semua perempuan dan anak yang menjadi korban. “Ada organisasi yang hanya membantu warga miskin. Nah, GPP lebih pada warga yang menjadi korban,” tuturnya.

Ahmad menjelaskan, selama ini masih banyak perempuan yang berhadapan dengan hukum, namun tidak mendapat pendampingan hukum. Melalui lembaga seperti GPP maupun OBH lain, setidaknya ada perjuangan akan hak-hak perempuan dan anak. “Kami harapkan hak perempuan dan anak yang selama ini belum dipenuhi suaminya akan bisa dipenuhi. Ini sebagai wujud layanan dan perlindungan terhadap korban perempuan dan anak,” tegasnya.

PATRANG.RADARJEMBER.ID- Perempuan dan anak kerap menjadi korban kekerasan. Bahkan pada banyak kasus, pelakunya adalah orang terdekat. Bisa keluarga atau pasangannya. Sehingga, mereka bingung saat berhadapan dengan kasus hukum. Hal inilah yang mencetuskan adanya upaya untuk memberikan pendampingan hukum terhadap mereka yang menjadi korban.

Upaya memaksimalkan bantuan hukum ini dilakukan dengan membangun sinergi antara Pengadilan Agama (PA) Jember dan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Pertemuan itu berlangsung di pengadilan yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Jember Lor, Patrang, belum lama ini. Ke depan, perempuan dan anak, diharapkan dapat terbantu sehingga hak-hak mereka tetap didapatkan.

Ketua PA Jember Ahmad Nurul Huda membenarkan adanya sinergitas antara lembaganya dengan GPP Jember. Menurutnya, hal itu dilakukan agar pendampingan hukum terhadap perempuan dan anak bisa terus meningkat. “Sebenarnya sama dengan OBH (organisasi bantuan hukum, Red) lainnya. GPP ini juga untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak,” ujar Ahmad Nurul Huda, Ketua PA Jember.

Menurutnya, lembaga yang memiliki legalitas dan bekerja sama dengan PA sudah ada enam organisasi. Bedanya, GPP memberikan layanan kepada semua perempuan dan anak yang menjadi korban. “Ada organisasi yang hanya membantu warga miskin. Nah, GPP lebih pada warga yang menjadi korban,” tuturnya.

Ahmad menjelaskan, selama ini masih banyak perempuan yang berhadapan dengan hukum, namun tidak mendapat pendampingan hukum. Melalui lembaga seperti GPP maupun OBH lain, setidaknya ada perjuangan akan hak-hak perempuan dan anak. “Kami harapkan hak perempuan dan anak yang selama ini belum dipenuhi suaminya akan bisa dipenuhi. Ini sebagai wujud layanan dan perlindungan terhadap korban perempuan dan anak,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/