alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kapal Pengirim Migran Ilegal Karam di Malaysia, 1 Korban Asal Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kapal pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal karam dalam perjalanannya. Satu dari sekitar 50 korban dikabarkan berasal dari Jember. Insiden ini terjadi di laut lepas antara Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12) lalu. Sebagian penumpang ditemukan meninggal, sebagian lagi hilang. Satu di antara para korban adalah warga Jember.

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebutkan, ada 19 orang yang dinyatakan meninggal, 14 orang selamat, dan sisanya hilang. Satu di antara warga yang ditemukan adalah FH, warga asal Jember. “Berdasarkan dokumen-dokumen yang kami selidiki, yaitu paspor, ada satu orang Jember. Inisial FH,” jelas Iqbal, Minggu (19/12).

BP2MI wilayah Jember selanjutnya menyelidiki domisili FH di Jember. Menurut dia, insiden kapal karam tersebut menjadi pintu masuk untuk membuka tabir keterlibatan mafia dan sindikat penempatan PMI ilegal ke Malaysia melalui Tanjung Pinang yang terus berlangsung. “Tekong-tekong yang ada di Jember ini perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Iqbal menambahkan, insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi masyarakat Jember. Bahwa keberadaan mafia yang memperjualbelikan warga Jember dengan memberangkatkan mereka bekerja ke luar negeri sudah cukup meresahkan dan keberadaannya pun masif. Iqbal berharap pemerintah daerah Jember segera membuat satgas yang menangani dan memberantas mafia dan atau sindikat penyalur PMI ilegal. “Harus terdiri atas lintas sektor. Ada stakeholder Dinas Tenaga Kerja. Kami menduga sangat kuat di keberadaan tekong di Jember, melihat banyaknya kasus yang ditangani di Jember,” jelas Iqbal.

 Menurut dia, jasad FH asal Jember ini belum diketahui pasti kapan akan dipulangkan ke rumah duka di Jember. Sebab, hingga saat ini jasad korban masih dalam proses pemeriksaan di Malaysia. Ia berkomitmen, setelah pengungkapan korban rampung, pihaknya akan berupaya menindak adanya mafia penyalur PMI ilegal.

 FH Berasal dari Rambipuji

KELUARGA PMI ilegal asal Jember yang menjadi korban insiden kapal karam di Johor telah ditemukan. Korban berinisial FH tersebut adalah warga Rambipuji. Melalui keponakannya, Rudi Angga Prayitno, keluarga FH mengaku tidak mengetahui pemberangkatan FH ke Malaysia menjadi PMI ilegal. Keluarga pun tidak tahu proses pengurusan dokumen maupun izin keberangkatan korban. “Keluarga ga ada yang tahu kalau dia berangkat ke Malaysia,” ungkap Rudi, Senin (20/12).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kapal pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal karam dalam perjalanannya. Satu dari sekitar 50 korban dikabarkan berasal dari Jember. Insiden ini terjadi di laut lepas antara Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12) lalu. Sebagian penumpang ditemukan meninggal, sebagian lagi hilang. Satu di antara para korban adalah warga Jember.

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebutkan, ada 19 orang yang dinyatakan meninggal, 14 orang selamat, dan sisanya hilang. Satu di antara warga yang ditemukan adalah FH, warga asal Jember. “Berdasarkan dokumen-dokumen yang kami selidiki, yaitu paspor, ada satu orang Jember. Inisial FH,” jelas Iqbal, Minggu (19/12).

BP2MI wilayah Jember selanjutnya menyelidiki domisili FH di Jember. Menurut dia, insiden kapal karam tersebut menjadi pintu masuk untuk membuka tabir keterlibatan mafia dan sindikat penempatan PMI ilegal ke Malaysia melalui Tanjung Pinang yang terus berlangsung. “Tekong-tekong yang ada di Jember ini perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan, insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi masyarakat Jember. Bahwa keberadaan mafia yang memperjualbelikan warga Jember dengan memberangkatkan mereka bekerja ke luar negeri sudah cukup meresahkan dan keberadaannya pun masif. Iqbal berharap pemerintah daerah Jember segera membuat satgas yang menangani dan memberantas mafia dan atau sindikat penyalur PMI ilegal. “Harus terdiri atas lintas sektor. Ada stakeholder Dinas Tenaga Kerja. Kami menduga sangat kuat di keberadaan tekong di Jember, melihat banyaknya kasus yang ditangani di Jember,” jelas Iqbal.

 Menurut dia, jasad FH asal Jember ini belum diketahui pasti kapan akan dipulangkan ke rumah duka di Jember. Sebab, hingga saat ini jasad korban masih dalam proses pemeriksaan di Malaysia. Ia berkomitmen, setelah pengungkapan korban rampung, pihaknya akan berupaya menindak adanya mafia penyalur PMI ilegal.

 FH Berasal dari Rambipuji

KELUARGA PMI ilegal asal Jember yang menjadi korban insiden kapal karam di Johor telah ditemukan. Korban berinisial FH tersebut adalah warga Rambipuji. Melalui keponakannya, Rudi Angga Prayitno, keluarga FH mengaku tidak mengetahui pemberangkatan FH ke Malaysia menjadi PMI ilegal. Keluarga pun tidak tahu proses pengurusan dokumen maupun izin keberangkatan korban. “Keluarga ga ada yang tahu kalau dia berangkat ke Malaysia,” ungkap Rudi, Senin (20/12).

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kapal pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal karam dalam perjalanannya. Satu dari sekitar 50 korban dikabarkan berasal dari Jember. Insiden ini terjadi di laut lepas antara Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12) lalu. Sebagian penumpang ditemukan meninggal, sebagian lagi hilang. Satu di antara para korban adalah warga Jember.

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menyebutkan, ada 19 orang yang dinyatakan meninggal, 14 orang selamat, dan sisanya hilang. Satu di antara warga yang ditemukan adalah FH, warga asal Jember. “Berdasarkan dokumen-dokumen yang kami selidiki, yaitu paspor, ada satu orang Jember. Inisial FH,” jelas Iqbal, Minggu (19/12).

BP2MI wilayah Jember selanjutnya menyelidiki domisili FH di Jember. Menurut dia, insiden kapal karam tersebut menjadi pintu masuk untuk membuka tabir keterlibatan mafia dan sindikat penempatan PMI ilegal ke Malaysia melalui Tanjung Pinang yang terus berlangsung. “Tekong-tekong yang ada di Jember ini perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan, insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi masyarakat Jember. Bahwa keberadaan mafia yang memperjualbelikan warga Jember dengan memberangkatkan mereka bekerja ke luar negeri sudah cukup meresahkan dan keberadaannya pun masif. Iqbal berharap pemerintah daerah Jember segera membuat satgas yang menangani dan memberantas mafia dan atau sindikat penyalur PMI ilegal. “Harus terdiri atas lintas sektor. Ada stakeholder Dinas Tenaga Kerja. Kami menduga sangat kuat di keberadaan tekong di Jember, melihat banyaknya kasus yang ditangani di Jember,” jelas Iqbal.

 Menurut dia, jasad FH asal Jember ini belum diketahui pasti kapan akan dipulangkan ke rumah duka di Jember. Sebab, hingga saat ini jasad korban masih dalam proses pemeriksaan di Malaysia. Ia berkomitmen, setelah pengungkapan korban rampung, pihaknya akan berupaya menindak adanya mafia penyalur PMI ilegal.

 FH Berasal dari Rambipuji

KELUARGA PMI ilegal asal Jember yang menjadi korban insiden kapal karam di Johor telah ditemukan. Korban berinisial FH tersebut adalah warga Rambipuji. Melalui keponakannya, Rudi Angga Prayitno, keluarga FH mengaku tidak mengetahui pemberangkatan FH ke Malaysia menjadi PMI ilegal. Keluarga pun tidak tahu proses pengurusan dokumen maupun izin keberangkatan korban. “Keluarga ga ada yang tahu kalau dia berangkat ke Malaysia,” ungkap Rudi, Senin (20/12).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/