alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jember Waspada Jelang Nataru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 masih membayangi seluruh warga Indonesia. Khususnya Kabupaten Jember. Sebab, meski kasusnya melandai, virusnya belum sepenuhnya hilang.

Terlebih perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi momen yang harus diwaspadai. Sebab, jika pemerintah maupun masyarakat lengah, bisa menimbulkan gelombang susulan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa masyarakat Jember perlu waspada menjelang Nataru. “Kalau tidak genting, tidak usah keluar. Mengingat, virus varian baru sudah masuk ke Indonesia meski dalam skala kecil. Namun, tetap saja, virus tersebut tak kasat mata dan bisa menjangkit siapa pun jika tidak taat prokes,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantas, apa yang bakal dipersiapkan Pemkab Jember untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang Nataru? Hendy menyatakan bahwa pihaknya bakal merapatkan barisan untuk membentuk regulasi yang pas terkait penanganan Covid-19 saat Nataru. Salah satunya dengan memperketat keberadaan massa di tempat umum. “Untuk detailnya, akan kami diskusikan dulu,” paparnya.

Namun, yang terpenting adalah masyarakat harus sadar diri dengan mengikuti apa pun yang diterapkan pemerintah nantinya. Dengan begitu, tak sampai menimbulkan penambahan kasus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 masih membayangi seluruh warga Indonesia. Khususnya Kabupaten Jember. Sebab, meski kasusnya melandai, virusnya belum sepenuhnya hilang.

Terlebih perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi momen yang harus diwaspadai. Sebab, jika pemerintah maupun masyarakat lengah, bisa menimbulkan gelombang susulan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa masyarakat Jember perlu waspada menjelang Nataru. “Kalau tidak genting, tidak usah keluar. Mengingat, virus varian baru sudah masuk ke Indonesia meski dalam skala kecil. Namun, tetap saja, virus tersebut tak kasat mata dan bisa menjangkit siapa pun jika tidak taat prokes,” tegasnya.

Lantas, apa yang bakal dipersiapkan Pemkab Jember untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang Nataru? Hendy menyatakan bahwa pihaknya bakal merapatkan barisan untuk membentuk regulasi yang pas terkait penanganan Covid-19 saat Nataru. Salah satunya dengan memperketat keberadaan massa di tempat umum. “Untuk detailnya, akan kami diskusikan dulu,” paparnya.

Namun, yang terpenting adalah masyarakat harus sadar diri dengan mengikuti apa pun yang diterapkan pemerintah nantinya. Dengan begitu, tak sampai menimbulkan penambahan kasus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 masih membayangi seluruh warga Indonesia. Khususnya Kabupaten Jember. Sebab, meski kasusnya melandai, virusnya belum sepenuhnya hilang.

Terlebih perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi momen yang harus diwaspadai. Sebab, jika pemerintah maupun masyarakat lengah, bisa menimbulkan gelombang susulan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa masyarakat Jember perlu waspada menjelang Nataru. “Kalau tidak genting, tidak usah keluar. Mengingat, virus varian baru sudah masuk ke Indonesia meski dalam skala kecil. Namun, tetap saja, virus tersebut tak kasat mata dan bisa menjangkit siapa pun jika tidak taat prokes,” tegasnya.

Lantas, apa yang bakal dipersiapkan Pemkab Jember untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang Nataru? Hendy menyatakan bahwa pihaknya bakal merapatkan barisan untuk membentuk regulasi yang pas terkait penanganan Covid-19 saat Nataru. Salah satunya dengan memperketat keberadaan massa di tempat umum. “Untuk detailnya, akan kami diskusikan dulu,” paparnya.

Namun, yang terpenting adalah masyarakat harus sadar diri dengan mengikuti apa pun yang diterapkan pemerintah nantinya. Dengan begitu, tak sampai menimbulkan penambahan kasus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/