alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Isu Tsunami Bikin Warga dan Nelayan di Puger Resah

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER.RADARJEMBER.ID– Sebagian warga dan nelayan di Kecamatan Puger resah gara-gara santernya isu tsunami. Keresahan ini mulai muncul pascaterjadi gempa, Kamis (16/12) lalu. Apalagi, dua hari setelahnya, keluar surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang potensi gelombang tinggi. Oleh warga, surat tersebut dipahami sebagai peringatan akan terjadi gelombang tsunami.

Akibatnya sejumlah warga di Dusun Besini, Desa Puger Kulon, dan beberapa dusun yang lain ada yang sampai meninggalkan rumah untuk antisipasi. Mereka menempati rumah-rumah saudaranya yang jauh dari pantai. “Yang lebih resah lagi surat edaran BMKG tersebut tersebar lewat group WA. Itu lengkap dengan hari dan tanggalnya (terkait potensi gelombang tinggi, Red),” kata Johan, pengurus RW I Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurutnya, banyak warganya yang sudah pergi setelah ada dua kali gempa di wilayah Puger. Warga mengungsi di rumah keluarganya seperti di Semboro, Bangsalsari, Balung, dan Rambipuji. “Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami sungguhan dan hanya isu saja. Tapi dengan isu tersebut warga saya benar-benar panik dan takut,” ungkap Johan saat ditemui di rumahnya, Selasa (21/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah beredarnya surat dari BMKG ini banyak nelayan yang tidak berangkat melaut. Kalaupun ada yang berangkat, mereka tidak sampai jauh dan hanya di sekitaran Pantai Puger saja.

- Advertisement -

PUGER.RADARJEMBER.ID– Sebagian warga dan nelayan di Kecamatan Puger resah gara-gara santernya isu tsunami. Keresahan ini mulai muncul pascaterjadi gempa, Kamis (16/12) lalu. Apalagi, dua hari setelahnya, keluar surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang potensi gelombang tinggi. Oleh warga, surat tersebut dipahami sebagai peringatan akan terjadi gelombang tsunami.

Akibatnya sejumlah warga di Dusun Besini, Desa Puger Kulon, dan beberapa dusun yang lain ada yang sampai meninggalkan rumah untuk antisipasi. Mereka menempati rumah-rumah saudaranya yang jauh dari pantai. “Yang lebih resah lagi surat edaran BMKG tersebut tersebar lewat group WA. Itu lengkap dengan hari dan tanggalnya (terkait potensi gelombang tinggi, Red),” kata Johan, pengurus RW I Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurutnya, banyak warganya yang sudah pergi setelah ada dua kali gempa di wilayah Puger. Warga mengungsi di rumah keluarganya seperti di Semboro, Bangsalsari, Balung, dan Rambipuji. “Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami sungguhan dan hanya isu saja. Tapi dengan isu tersebut warga saya benar-benar panik dan takut,” ungkap Johan saat ditemui di rumahnya, Selasa (21/12).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah beredarnya surat dari BMKG ini banyak nelayan yang tidak berangkat melaut. Kalaupun ada yang berangkat, mereka tidak sampai jauh dan hanya di sekitaran Pantai Puger saja.

PUGER.RADARJEMBER.ID– Sebagian warga dan nelayan di Kecamatan Puger resah gara-gara santernya isu tsunami. Keresahan ini mulai muncul pascaterjadi gempa, Kamis (16/12) lalu. Apalagi, dua hari setelahnya, keluar surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) tentang potensi gelombang tinggi. Oleh warga, surat tersebut dipahami sebagai peringatan akan terjadi gelombang tsunami.

Akibatnya sejumlah warga di Dusun Besini, Desa Puger Kulon, dan beberapa dusun yang lain ada yang sampai meninggalkan rumah untuk antisipasi. Mereka menempati rumah-rumah saudaranya yang jauh dari pantai. “Yang lebih resah lagi surat edaran BMKG tersebut tersebar lewat group WA. Itu lengkap dengan hari dan tanggalnya (terkait potensi gelombang tinggi, Red),” kata Johan, pengurus RW I Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurutnya, banyak warganya yang sudah pergi setelah ada dua kali gempa di wilayah Puger. Warga mengungsi di rumah keluarganya seperti di Semboro, Bangsalsari, Balung, dan Rambipuji. “Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami sungguhan dan hanya isu saja. Tapi dengan isu tersebut warga saya benar-benar panik dan takut,” ungkap Johan saat ditemui di rumahnya, Selasa (21/12).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah beredarnya surat dari BMKG ini banyak nelayan yang tidak berangkat melaut. Kalaupun ada yang berangkat, mereka tidak sampai jauh dan hanya di sekitaran Pantai Puger saja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/