alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Di Jember, Warga Pinjam Ambulans Desa ditarik 500ribu

Kinerja Perangkat Desa di Jember Diprotes Warga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.COM – Dinilai tidak aspiratif terhadap kebutuhan masyarakat, sejumlah perangkat desa di Desa/Kecamatan Bangsalsari Jember diluruk warga setempat, siang kemarin. Kedatangan mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Bangsalsari Jember agar mencopot perangkat desa yang dianggap tidak becus tersebut.

Dalam aksinya, warga yang diketahui berasal dari perwakilan dusun atau pedukuhan di Desa Bangsalsari Jember tersebut datang dengan membentangkan tulisan berisi tuntutan agar lima perangkat desa yang dimaksudkan dicopot. Salah satunya adalah sekretaris desa, juga perangkat desa lainnya. “Aksi warga ini menuntut para perangkat desa yang lama itu diganti,” terang Sugianto, korlap aksi, saat ditemui awak media, kemarin.

Mereka mencontohkan adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh perangkat desa di Jember yang dimaksud. Salah satunya dugaan penyelewengan ambulans desa, yang ketika ada warga hendak meminjam untuk kebutuhan merujuk pasien, mereka ditarik uang hingga Rp 500 ribu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka juga memberikan tenggat waktu kepada kades. “Kalau tuntutan tidak terealisasi, mereka, para warga itu, bisa datang lagi gelar aksi. Lebih dari jumlah itu,” tambah dia.

Aksi warga ini sempat memanas. Warga sempat mendebat sejumlah perangkat desa di Jember yang menemui massa, kemarin. Bahkan, sejumlah kursi di balai desa hancur lantaran menjadi sasaran amukan massa.

Menanggapi aksi warganya itu, Kades Bangsalsari Jember Nur Kholis saat itu menemui warga. Dia menjanjikan, aksi warga itu bakal ditindaklanjuti. Sementara, soal dugaan pungli ambulans desa yang dibuktikan bermeterai oleh peserta aksi saat itu, Nur Kholis mengaku baru tahu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.COM – Dinilai tidak aspiratif terhadap kebutuhan masyarakat, sejumlah perangkat desa di Desa/Kecamatan Bangsalsari Jember diluruk warga setempat, siang kemarin. Kedatangan mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Bangsalsari Jember agar mencopot perangkat desa yang dianggap tidak becus tersebut.

Dalam aksinya, warga yang diketahui berasal dari perwakilan dusun atau pedukuhan di Desa Bangsalsari Jember tersebut datang dengan membentangkan tulisan berisi tuntutan agar lima perangkat desa yang dimaksudkan dicopot. Salah satunya adalah sekretaris desa, juga perangkat desa lainnya. “Aksi warga ini menuntut para perangkat desa yang lama itu diganti,” terang Sugianto, korlap aksi, saat ditemui awak media, kemarin.

Mereka mencontohkan adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh perangkat desa di Jember yang dimaksud. Salah satunya dugaan penyelewengan ambulans desa, yang ketika ada warga hendak meminjam untuk kebutuhan merujuk pasien, mereka ditarik uang hingga Rp 500 ribu.

Mereka juga memberikan tenggat waktu kepada kades. “Kalau tuntutan tidak terealisasi, mereka, para warga itu, bisa datang lagi gelar aksi. Lebih dari jumlah itu,” tambah dia.

Aksi warga ini sempat memanas. Warga sempat mendebat sejumlah perangkat desa di Jember yang menemui massa, kemarin. Bahkan, sejumlah kursi di balai desa hancur lantaran menjadi sasaran amukan massa.

Menanggapi aksi warganya itu, Kades Bangsalsari Jember Nur Kholis saat itu menemui warga. Dia menjanjikan, aksi warga itu bakal ditindaklanjuti. Sementara, soal dugaan pungli ambulans desa yang dibuktikan bermeterai oleh peserta aksi saat itu, Nur Kholis mengaku baru tahu.

JEMBER, RADARJEMBER.COM – Dinilai tidak aspiratif terhadap kebutuhan masyarakat, sejumlah perangkat desa di Desa/Kecamatan Bangsalsari Jember diluruk warga setempat, siang kemarin. Kedatangan mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Bangsalsari Jember agar mencopot perangkat desa yang dianggap tidak becus tersebut.

Dalam aksinya, warga yang diketahui berasal dari perwakilan dusun atau pedukuhan di Desa Bangsalsari Jember tersebut datang dengan membentangkan tulisan berisi tuntutan agar lima perangkat desa yang dimaksudkan dicopot. Salah satunya adalah sekretaris desa, juga perangkat desa lainnya. “Aksi warga ini menuntut para perangkat desa yang lama itu diganti,” terang Sugianto, korlap aksi, saat ditemui awak media, kemarin.

Mereka mencontohkan adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh perangkat desa di Jember yang dimaksud. Salah satunya dugaan penyelewengan ambulans desa, yang ketika ada warga hendak meminjam untuk kebutuhan merujuk pasien, mereka ditarik uang hingga Rp 500 ribu.

Mereka juga memberikan tenggat waktu kepada kades. “Kalau tuntutan tidak terealisasi, mereka, para warga itu, bisa datang lagi gelar aksi. Lebih dari jumlah itu,” tambah dia.

Aksi warga ini sempat memanas. Warga sempat mendebat sejumlah perangkat desa di Jember yang menemui massa, kemarin. Bahkan, sejumlah kursi di balai desa hancur lantaran menjadi sasaran amukan massa.

Menanggapi aksi warganya itu, Kades Bangsalsari Jember Nur Kholis saat itu menemui warga. Dia menjanjikan, aksi warga itu bakal ditindaklanjuti. Sementara, soal dugaan pungli ambulans desa yang dibuktikan bermeterai oleh peserta aksi saat itu, Nur Kholis mengaku baru tahu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/