alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Bupati Jember dan Pejabat di BPBD Jember Berpotensi jadi Tersangka

Kasus Honor Pemakaman di Jember Melebar ke Pungli

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember yang sempat viral, beberapa waktu lalu, sejauh ini terus diusut kepolisian. Seperti diketahui, kasus Bupati Jember Hendy Siswanto serta beberapa pejabat lain menerima honor pemakaman Covid-19 di Jember ini mencuat pada Agustus lalu.

Saat itu, Bupati Hendy sendiri menyebut bahwa honor tersebut berdasarkan SK (Surat Keputusan) Nomor 188.45/107/1.12/2021 yang ditandatanganinya pada 30 Maret 2021. Tidak hanya menyeret nama Bupati Jember, sejumlah pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga terlibat. Bahkan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Nur Basuki Minarno, yang sekaligus tim ahli yang didatangkan Satreskrim Polres Jember dalam kasus tersebut, menyebutkan, pada kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember ada dua unsur yang diselidiki. Yakni unsur tindak pidana korupsi dan unsur pungutan liar (pungli).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, unsur dugaan korupsi pada kasus tersebut tidak kuat. Sebab, ada pengembalian uang yang dilakukan Bupati Jember dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano. Hal itu disebutnya sebagai upaya pemulihan keuangan negara dan posisi negara tidak lagi dirugikan.

Justru, kata dia, perkara yang masih bisa berlanjut itu ada pada unsur dugaan punglinya. “Unsur pidana korupsi pada kasus honor pemakanan di Jember ini bisa dikatakan selesai. Yang bisa dilanjutkan penyidikannya adalah kasus dugaan pungli,” katanya, saat ditemui awak media di Polres Jember, belum lama ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember yang sempat viral, beberapa waktu lalu, sejauh ini terus diusut kepolisian. Seperti diketahui, kasus Bupati Jember Hendy Siswanto serta beberapa pejabat lain menerima honor pemakaman Covid-19 di Jember ini mencuat pada Agustus lalu.

Saat itu, Bupati Hendy sendiri menyebut bahwa honor tersebut berdasarkan SK (Surat Keputusan) Nomor 188.45/107/1.12/2021 yang ditandatanganinya pada 30 Maret 2021. Tidak hanya menyeret nama Bupati Jember, sejumlah pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga terlibat. Bahkan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Nur Basuki Minarno, yang sekaligus tim ahli yang didatangkan Satreskrim Polres Jember dalam kasus tersebut, menyebutkan, pada kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember ada dua unsur yang diselidiki. Yakni unsur tindak pidana korupsi dan unsur pungutan liar (pungli).

Menurut dia, unsur dugaan korupsi pada kasus tersebut tidak kuat. Sebab, ada pengembalian uang yang dilakukan Bupati Jember dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano. Hal itu disebutnya sebagai upaya pemulihan keuangan negara dan posisi negara tidak lagi dirugikan.

Justru, kata dia, perkara yang masih bisa berlanjut itu ada pada unsur dugaan punglinya. “Unsur pidana korupsi pada kasus honor pemakanan di Jember ini bisa dikatakan selesai. Yang bisa dilanjutkan penyidikannya adalah kasus dugaan pungli,” katanya, saat ditemui awak media di Polres Jember, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember yang sempat viral, beberapa waktu lalu, sejauh ini terus diusut kepolisian. Seperti diketahui, kasus Bupati Jember Hendy Siswanto serta beberapa pejabat lain menerima honor pemakaman Covid-19 di Jember ini mencuat pada Agustus lalu.

Saat itu, Bupati Hendy sendiri menyebut bahwa honor tersebut berdasarkan SK (Surat Keputusan) Nomor 188.45/107/1.12/2021 yang ditandatanganinya pada 30 Maret 2021. Tidak hanya menyeret nama Bupati Jember, sejumlah pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga terlibat. Bahkan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Nur Basuki Minarno, yang sekaligus tim ahli yang didatangkan Satreskrim Polres Jember dalam kasus tersebut, menyebutkan, pada kasus honor pemakaman Covid-19 di Jember ada dua unsur yang diselidiki. Yakni unsur tindak pidana korupsi dan unsur pungutan liar (pungli).

Menurut dia, unsur dugaan korupsi pada kasus tersebut tidak kuat. Sebab, ada pengembalian uang yang dilakukan Bupati Jember dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano. Hal itu disebutnya sebagai upaya pemulihan keuangan negara dan posisi negara tidak lagi dirugikan.

Justru, kata dia, perkara yang masih bisa berlanjut itu ada pada unsur dugaan punglinya. “Unsur pidana korupsi pada kasus honor pemakanan di Jember ini bisa dikatakan selesai. Yang bisa dilanjutkan penyidikannya adalah kasus dugaan pungli,” katanya, saat ditemui awak media di Polres Jember, belum lama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/