alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Butuh Kelengkapan Peralatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Rudi Sulistyono masih tampak bercucuran, siang itu. “Bakso, Pak!” teriaknya dari dalam toilet kepada salah seorang pedagang bakso di Pasar Tanjung. Perutnya tiba-tiba keroncongan ketika dia sedang membersihkan toilet di lantai satu sisi selatan gedung Pasar Tanjung. Sejurus kemudian, dia langsung menikmati hangatnya kuah dan pentol.

Rudi merupakan petugas kebersihan di pasar induk itu. Saban hari, dialah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan toilet di kawasan pasar. Tak heran, saat bekerja tangan kanannya cukup lihai mengayunkan sikat. Sedangkan tangan kirinya memegang hand spray berisi cairan pembersih. Kombinasi dua tangan itu memantapkan gerakan Rudi sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan toilet.

“Setiap hari rutin bersih-bersih seperti ini,” ucap pria yang sudah menjadi petugas toilet sejak 1987 itu kepada Jawa Pos Radar Jember. Semua dia lakoni. Mulai dari mengepel, membersihkan sampah, hingga menjaga toilet agar tetap harum. Jika kebersihan terjaga, Rudi berharap, warga pasar bisa betah saat menggunakan toilet umum itu. Terlebih, pengunjung harus membayar Rp 2 ribu jika mandi dan Rp 1.000 untuk kencing atau buang air. “Kalau tidak bersih, orang-orang pasti protes,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal serupa juga disampaikan Eva Susanti. Penjaga toilet di sisi utara Pasar Tanjung tersebut menjelaskan, dirinya juga rutin membersihkan toilet. “Setiap hari dan berkali-kali,” canda warga yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto, Sumbersari, tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada kendala selama saya jaga mulai pukul enam pagi sampai lima sore,” ucapnya.

Sementara itu, Maimunah mengaku, kondisi toilet saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan dulu. Sebab, sudah ada petugas jaga yang rutin membersihkan toilet. Pedagang kopi di Pasar Tanjung itu mengungkapkan, sejak dulu tarifnya tetap sama. “Bedanya, sekarang para petugasnya jauh lebih rajin bersih-bersih daripada dulu,” ucap warga Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, tersebut.

Hafid Alkatiri, pengunjung pasar asal Desa Jubung, Sukorambi, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi toilet di Pasar Tanjung saat ini sudah mendingan. “Sayang, toilet di pasar tidak memiliki handrail. Dengan begitu, penyandang disabilitas bakal kesusahan jika menggunakan toilet tersebut,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Rudi Sulistyono masih tampak bercucuran, siang itu. “Bakso, Pak!” teriaknya dari dalam toilet kepada salah seorang pedagang bakso di Pasar Tanjung. Perutnya tiba-tiba keroncongan ketika dia sedang membersihkan toilet di lantai satu sisi selatan gedung Pasar Tanjung. Sejurus kemudian, dia langsung menikmati hangatnya kuah dan pentol.

Rudi merupakan petugas kebersihan di pasar induk itu. Saban hari, dialah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan toilet di kawasan pasar. Tak heran, saat bekerja tangan kanannya cukup lihai mengayunkan sikat. Sedangkan tangan kirinya memegang hand spray berisi cairan pembersih. Kombinasi dua tangan itu memantapkan gerakan Rudi sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan toilet.

“Setiap hari rutin bersih-bersih seperti ini,” ucap pria yang sudah menjadi petugas toilet sejak 1987 itu kepada Jawa Pos Radar Jember. Semua dia lakoni. Mulai dari mengepel, membersihkan sampah, hingga menjaga toilet agar tetap harum. Jika kebersihan terjaga, Rudi berharap, warga pasar bisa betah saat menggunakan toilet umum itu. Terlebih, pengunjung harus membayar Rp 2 ribu jika mandi dan Rp 1.000 untuk kencing atau buang air. “Kalau tidak bersih, orang-orang pasti protes,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Eva Susanti. Penjaga toilet di sisi utara Pasar Tanjung tersebut menjelaskan, dirinya juga rutin membersihkan toilet. “Setiap hari dan berkali-kali,” canda warga yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto, Sumbersari, tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada kendala selama saya jaga mulai pukul enam pagi sampai lima sore,” ucapnya.

Sementara itu, Maimunah mengaku, kondisi toilet saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan dulu. Sebab, sudah ada petugas jaga yang rutin membersihkan toilet. Pedagang kopi di Pasar Tanjung itu mengungkapkan, sejak dulu tarifnya tetap sama. “Bedanya, sekarang para petugasnya jauh lebih rajin bersih-bersih daripada dulu,” ucap warga Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, tersebut.

Hafid Alkatiri, pengunjung pasar asal Desa Jubung, Sukorambi, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi toilet di Pasar Tanjung saat ini sudah mendingan. “Sayang, toilet di pasar tidak memiliki handrail. Dengan begitu, penyandang disabilitas bakal kesusahan jika menggunakan toilet tersebut,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Rudi Sulistyono masih tampak bercucuran, siang itu. “Bakso, Pak!” teriaknya dari dalam toilet kepada salah seorang pedagang bakso di Pasar Tanjung. Perutnya tiba-tiba keroncongan ketika dia sedang membersihkan toilet di lantai satu sisi selatan gedung Pasar Tanjung. Sejurus kemudian, dia langsung menikmati hangatnya kuah dan pentol.

Rudi merupakan petugas kebersihan di pasar induk itu. Saban hari, dialah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan toilet di kawasan pasar. Tak heran, saat bekerja tangan kanannya cukup lihai mengayunkan sikat. Sedangkan tangan kirinya memegang hand spray berisi cairan pembersih. Kombinasi dua tangan itu memantapkan gerakan Rudi sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan toilet.

“Setiap hari rutin bersih-bersih seperti ini,” ucap pria yang sudah menjadi petugas toilet sejak 1987 itu kepada Jawa Pos Radar Jember. Semua dia lakoni. Mulai dari mengepel, membersihkan sampah, hingga menjaga toilet agar tetap harum. Jika kebersihan terjaga, Rudi berharap, warga pasar bisa betah saat menggunakan toilet umum itu. Terlebih, pengunjung harus membayar Rp 2 ribu jika mandi dan Rp 1.000 untuk kencing atau buang air. “Kalau tidak bersih, orang-orang pasti protes,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Eva Susanti. Penjaga toilet di sisi utara Pasar Tanjung tersebut menjelaskan, dirinya juga rutin membersihkan toilet. “Setiap hari dan berkali-kali,” canda warga yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto, Sumbersari, tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada kendala selama saya jaga mulai pukul enam pagi sampai lima sore,” ucapnya.

Sementara itu, Maimunah mengaku, kondisi toilet saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan dulu. Sebab, sudah ada petugas jaga yang rutin membersihkan toilet. Pedagang kopi di Pasar Tanjung itu mengungkapkan, sejak dulu tarifnya tetap sama. “Bedanya, sekarang para petugasnya jauh lebih rajin bersih-bersih daripada dulu,” ucap warga Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, tersebut.

Hafid Alkatiri, pengunjung pasar asal Desa Jubung, Sukorambi, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi toilet di Pasar Tanjung saat ini sudah mendingan. “Sayang, toilet di pasar tidak memiliki handrail. Dengan begitu, penyandang disabilitas bakal kesusahan jika menggunakan toilet tersebut,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/