alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tak Pernah Golput, Coblosan Dianggap Sarana Menitip Harapan

Mobile_AP_Rectangle 1

Memiliki nama tersebut, Tuhan mengaku tak pernah mempertanyakan hal itu kepada orang tuanya. Dia juga tak punya keinginan untuk mengubah namanya. “Nama saya ini kemauan bapak dan ibu. Jadi, saya terima karena pemberian orang tua,” papar pria asal Kelurahan Gebang ini.

Bagi Tuhan, menjalani hidup apa adanya menjadi sangat penting. Terlebih, harus dilakukan secara benar dan ikhlas. Bahkan, upaya pekerjaan sebagai petani perlu dijalani dengan sabar, termasuk merawat dua sapi. “Semoga rezekinya banyak. Sapinya biar cepat besar dan punya anak. Taninya juga baik,” ulasnya.

Sebagai petani, Tuhan juga memandang penting dilaksanakannya pilkada. Menurutnya, rakyat kecil tetap harus memiliki harapan agar kehidupan ke depan bisa lebih baik lagi. Untuk itu, melalui pilkada, dia pun berharap siapa pun bupati yang nantinya terpilih akan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Alasan ini yang membuat Tuhan selalu ikut mencoblos pada setiap pemilihan. “Setiap pemilihan, saya selalu ikut mencoblos. Tetapi, pilihan saya tetap rahasia,” papar Tuhan, yang tidak ingin golput dalam setiap pemilihan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perbaikan yang diharapkan dari bupati terpilih nanti yakni harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Karena dirinya petani, maka paling tidak, air untuk sawah tidak sulit didapat. Sektor lain pun sama. Dia berharap bisa mendapat perbaikan setelah pemilihan bupati nanti.

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi memastikan, dalam Pilkada Jember tahun ini ada lima Tuhan yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Jika Tuhan yang pertama tinggal di Slawu, empat lainnya tersebar di beberapa tempat lain. Ada Tuhan yang tinggal di Kecamatan Balung, Kencong, Arjasa, Patrang, dan Tuhan yang tinggal di Kecamatan Sumberbaru.

“Kelima nama Tuhan tersebut sudah masuk di DPT. Mereka juga sudah beberapa kali terdata pada beberapa pemilihan. Bahkan, tahun sebelumnya ada enam, tetapi tahun ini tinggal lima,” paparnya.

Hanafi mengungkapkan, kelima Tuhan memiliki hak suara yang sama seperti warga pada umumnya. Mereka dapat melakukan pencoblosan pada tempat pemungutan suara (TPS) yang telah ditentukan. “Tidak ada perlakuan khusus untuk Tuhan. Yang pasti kelima Tuhan bisa mencoblos pada Pilkada Jember,” pungkas Hanafi.

- Advertisement -

Memiliki nama tersebut, Tuhan mengaku tak pernah mempertanyakan hal itu kepada orang tuanya. Dia juga tak punya keinginan untuk mengubah namanya. “Nama saya ini kemauan bapak dan ibu. Jadi, saya terima karena pemberian orang tua,” papar pria asal Kelurahan Gebang ini.

Bagi Tuhan, menjalani hidup apa adanya menjadi sangat penting. Terlebih, harus dilakukan secara benar dan ikhlas. Bahkan, upaya pekerjaan sebagai petani perlu dijalani dengan sabar, termasuk merawat dua sapi. “Semoga rezekinya banyak. Sapinya biar cepat besar dan punya anak. Taninya juga baik,” ulasnya.

Sebagai petani, Tuhan juga memandang penting dilaksanakannya pilkada. Menurutnya, rakyat kecil tetap harus memiliki harapan agar kehidupan ke depan bisa lebih baik lagi. Untuk itu, melalui pilkada, dia pun berharap siapa pun bupati yang nantinya terpilih akan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Alasan ini yang membuat Tuhan selalu ikut mencoblos pada setiap pemilihan. “Setiap pemilihan, saya selalu ikut mencoblos. Tetapi, pilihan saya tetap rahasia,” papar Tuhan, yang tidak ingin golput dalam setiap pemilihan tersebut.

Perbaikan yang diharapkan dari bupati terpilih nanti yakni harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Karena dirinya petani, maka paling tidak, air untuk sawah tidak sulit didapat. Sektor lain pun sama. Dia berharap bisa mendapat perbaikan setelah pemilihan bupati nanti.

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi memastikan, dalam Pilkada Jember tahun ini ada lima Tuhan yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Jika Tuhan yang pertama tinggal di Slawu, empat lainnya tersebar di beberapa tempat lain. Ada Tuhan yang tinggal di Kecamatan Balung, Kencong, Arjasa, Patrang, dan Tuhan yang tinggal di Kecamatan Sumberbaru.

“Kelima nama Tuhan tersebut sudah masuk di DPT. Mereka juga sudah beberapa kali terdata pada beberapa pemilihan. Bahkan, tahun sebelumnya ada enam, tetapi tahun ini tinggal lima,” paparnya.

Hanafi mengungkapkan, kelima Tuhan memiliki hak suara yang sama seperti warga pada umumnya. Mereka dapat melakukan pencoblosan pada tempat pemungutan suara (TPS) yang telah ditentukan. “Tidak ada perlakuan khusus untuk Tuhan. Yang pasti kelima Tuhan bisa mencoblos pada Pilkada Jember,” pungkas Hanafi.

Memiliki nama tersebut, Tuhan mengaku tak pernah mempertanyakan hal itu kepada orang tuanya. Dia juga tak punya keinginan untuk mengubah namanya. “Nama saya ini kemauan bapak dan ibu. Jadi, saya terima karena pemberian orang tua,” papar pria asal Kelurahan Gebang ini.

Bagi Tuhan, menjalani hidup apa adanya menjadi sangat penting. Terlebih, harus dilakukan secara benar dan ikhlas. Bahkan, upaya pekerjaan sebagai petani perlu dijalani dengan sabar, termasuk merawat dua sapi. “Semoga rezekinya banyak. Sapinya biar cepat besar dan punya anak. Taninya juga baik,” ulasnya.

Sebagai petani, Tuhan juga memandang penting dilaksanakannya pilkada. Menurutnya, rakyat kecil tetap harus memiliki harapan agar kehidupan ke depan bisa lebih baik lagi. Untuk itu, melalui pilkada, dia pun berharap siapa pun bupati yang nantinya terpilih akan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Alasan ini yang membuat Tuhan selalu ikut mencoblos pada setiap pemilihan. “Setiap pemilihan, saya selalu ikut mencoblos. Tetapi, pilihan saya tetap rahasia,” papar Tuhan, yang tidak ingin golput dalam setiap pemilihan tersebut.

Perbaikan yang diharapkan dari bupati terpilih nanti yakni harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Karena dirinya petani, maka paling tidak, air untuk sawah tidak sulit didapat. Sektor lain pun sama. Dia berharap bisa mendapat perbaikan setelah pemilihan bupati nanti.

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi memastikan, dalam Pilkada Jember tahun ini ada lima Tuhan yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Jika Tuhan yang pertama tinggal di Slawu, empat lainnya tersebar di beberapa tempat lain. Ada Tuhan yang tinggal di Kecamatan Balung, Kencong, Arjasa, Patrang, dan Tuhan yang tinggal di Kecamatan Sumberbaru.

“Kelima nama Tuhan tersebut sudah masuk di DPT. Mereka juga sudah beberapa kali terdata pada beberapa pemilihan. Bahkan, tahun sebelumnya ada enam, tetapi tahun ini tinggal lima,” paparnya.

Hanafi mengungkapkan, kelima Tuhan memiliki hak suara yang sama seperti warga pada umumnya. Mereka dapat melakukan pencoblosan pada tempat pemungutan suara (TPS) yang telah ditentukan. “Tidak ada perlakuan khusus untuk Tuhan. Yang pasti kelima Tuhan bisa mencoblos pada Pilkada Jember,” pungkas Hanafi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/