alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Hujan, Problem Sampah Kian Parah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah seakan jadi persoalan klasik sedari dulu. Apalagi di Jember hanya ada tempat pembuangan akhir (TPA) dan belum memiliki tempat pengolahan atau pendaur ulang sampah. Ini menegaskan, persoalan sampah belum jadi skala prioritas untuk diolah lebih bijak. Padahal musim hujan telah tiba.

Di pintu air Dam Curahmalang, Rambipuji, misalnya. Hampir tiap hari tak pernah sepi dari sampah. Kadang tertahan berhari-hari di sekitar bibir dam hingga menumpuk. Ratusan hektare sawah di daerah selatan Jember pun tak luput terkena imbasnya. “Yang dirugikan warga sekitar sungai, karena sering dapat kiriman sampah. Petani juga sama, karena sampah-sampah ini terbawa ke areal persawahan,” beber Sugeng Heri, warga sekitar pintu air Dam Curahmalang.

Kondisi itu, menurutnya, bisa terjadi lebih parah tatkala mulai memasuki musim hujan, seperti sekarang ini. Pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, seusai beberapa jam diguyur hujan, malam harinya bibir dam sudah sesak dengan berbagai material sampah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah seakan jadi persoalan klasik sedari dulu. Apalagi di Jember hanya ada tempat pembuangan akhir (TPA) dan belum memiliki tempat pengolahan atau pendaur ulang sampah. Ini menegaskan, persoalan sampah belum jadi skala prioritas untuk diolah lebih bijak. Padahal musim hujan telah tiba.

Di pintu air Dam Curahmalang, Rambipuji, misalnya. Hampir tiap hari tak pernah sepi dari sampah. Kadang tertahan berhari-hari di sekitar bibir dam hingga menumpuk. Ratusan hektare sawah di daerah selatan Jember pun tak luput terkena imbasnya. “Yang dirugikan warga sekitar sungai, karena sering dapat kiriman sampah. Petani juga sama, karena sampah-sampah ini terbawa ke areal persawahan,” beber Sugeng Heri, warga sekitar pintu air Dam Curahmalang.

Kondisi itu, menurutnya, bisa terjadi lebih parah tatkala mulai memasuki musim hujan, seperti sekarang ini. Pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, seusai beberapa jam diguyur hujan, malam harinya bibir dam sudah sesak dengan berbagai material sampah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah seakan jadi persoalan klasik sedari dulu. Apalagi di Jember hanya ada tempat pembuangan akhir (TPA) dan belum memiliki tempat pengolahan atau pendaur ulang sampah. Ini menegaskan, persoalan sampah belum jadi skala prioritas untuk diolah lebih bijak. Padahal musim hujan telah tiba.

Di pintu air Dam Curahmalang, Rambipuji, misalnya. Hampir tiap hari tak pernah sepi dari sampah. Kadang tertahan berhari-hari di sekitar bibir dam hingga menumpuk. Ratusan hektare sawah di daerah selatan Jember pun tak luput terkena imbasnya. “Yang dirugikan warga sekitar sungai, karena sering dapat kiriman sampah. Petani juga sama, karena sampah-sampah ini terbawa ke areal persawahan,” beber Sugeng Heri, warga sekitar pintu air Dam Curahmalang.

Kondisi itu, menurutnya, bisa terjadi lebih parah tatkala mulai memasuki musim hujan, seperti sekarang ini. Pantauan Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu, seusai beberapa jam diguyur hujan, malam harinya bibir dam sudah sesak dengan berbagai material sampah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/