alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Gedung SMPN 5 Silo Ambruk

Akibat Fondasi Tergerus Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo mengakibatkan sebuah gedung sekolah roboh. Tiga ruang kelas di SMP Negeri 5 Silo rusak. Bahkan, satu di antaranya ambruk total. Robohnya ruang kelas yang terjadi, Senin (19/10) sekitar pukul 18.30 ini, akibat bagian fondasi tergerus banjir bercampur lumpur.

Bangunan SMP Negeri 5 Silo itu berada di kawasan Perkebunan PTPN XII Gunung Gumitir, Dusun Kampung Anyar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas. Akibatnya, pascainsiden itu, sekolah tak lagi bisa ditempati.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum roboh, selokan di bawah bangunan sekolah tersumbat sampah dan potongan kayu. Akibatnya, air yang bercampur lumpur meluap dan masuk ke dalam tiga ruang kelas yang berdekatan dengan bangunan sekolah dasar tersebut. Apalagi, kala itu, hujan turun cukup deras dan lama sampai membuat tembok ruang kelas tak kuat menahan arus hingga jebol.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya tembok yang jebol, fondasi bangunan di sisi belakang juga tak kuat menahan derasnya arus hingga ambrol. Dampaknya, satu ruang kelas ambruk total. Sementara itu, dua ruang kelas lainnya mengalami kerusakan cukup parah. Selain temboknya jebol, bagian lantai juga berlubang cukup besar setelah dihantam banjir lumpur tersebut.

Tembok yang ambrol itu juga terseret arus hingga ke sungai yang ada di belakang gedung sekolah. Bahkan, kusen jendela juga ikut hanyut ke sungai. “Ambruknya ruang kelas tersebut terjadi Senin petang, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Apalagi, sekolah juga tidak ada aktivitas selama pandemi Covid-19 ini,” kata AKP Suhartanto, Kapolsek Silo.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo mengakibatkan sebuah gedung sekolah roboh. Tiga ruang kelas di SMP Negeri 5 Silo rusak. Bahkan, satu di antaranya ambruk total. Robohnya ruang kelas yang terjadi, Senin (19/10) sekitar pukul 18.30 ini, akibat bagian fondasi tergerus banjir bercampur lumpur.

Bangunan SMP Negeri 5 Silo itu berada di kawasan Perkebunan PTPN XII Gunung Gumitir, Dusun Kampung Anyar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas. Akibatnya, pascainsiden itu, sekolah tak lagi bisa ditempati.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum roboh, selokan di bawah bangunan sekolah tersumbat sampah dan potongan kayu. Akibatnya, air yang bercampur lumpur meluap dan masuk ke dalam tiga ruang kelas yang berdekatan dengan bangunan sekolah dasar tersebut. Apalagi, kala itu, hujan turun cukup deras dan lama sampai membuat tembok ruang kelas tak kuat menahan arus hingga jebol.

Tak hanya tembok yang jebol, fondasi bangunan di sisi belakang juga tak kuat menahan derasnya arus hingga ambrol. Dampaknya, satu ruang kelas ambruk total. Sementara itu, dua ruang kelas lainnya mengalami kerusakan cukup parah. Selain temboknya jebol, bagian lantai juga berlubang cukup besar setelah dihantam banjir lumpur tersebut.

Tembok yang ambrol itu juga terseret arus hingga ke sungai yang ada di belakang gedung sekolah. Bahkan, kusen jendela juga ikut hanyut ke sungai. “Ambruknya ruang kelas tersebut terjadi Senin petang, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Apalagi, sekolah juga tidak ada aktivitas selama pandemi Covid-19 ini,” kata AKP Suhartanto, Kapolsek Silo.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo mengakibatkan sebuah gedung sekolah roboh. Tiga ruang kelas di SMP Negeri 5 Silo rusak. Bahkan, satu di antaranya ambruk total. Robohnya ruang kelas yang terjadi, Senin (19/10) sekitar pukul 18.30 ini, akibat bagian fondasi tergerus banjir bercampur lumpur.

Bangunan SMP Negeri 5 Silo itu berada di kawasan Perkebunan PTPN XII Gunung Gumitir, Dusun Kampung Anyar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas. Akibatnya, pascainsiden itu, sekolah tak lagi bisa ditempati.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum roboh, selokan di bawah bangunan sekolah tersumbat sampah dan potongan kayu. Akibatnya, air yang bercampur lumpur meluap dan masuk ke dalam tiga ruang kelas yang berdekatan dengan bangunan sekolah dasar tersebut. Apalagi, kala itu, hujan turun cukup deras dan lama sampai membuat tembok ruang kelas tak kuat menahan arus hingga jebol.

Tak hanya tembok yang jebol, fondasi bangunan di sisi belakang juga tak kuat menahan derasnya arus hingga ambrol. Dampaknya, satu ruang kelas ambruk total. Sementara itu, dua ruang kelas lainnya mengalami kerusakan cukup parah. Selain temboknya jebol, bagian lantai juga berlubang cukup besar setelah dihantam banjir lumpur tersebut.

Tembok yang ambrol itu juga terseret arus hingga ke sungai yang ada di belakang gedung sekolah. Bahkan, kusen jendela juga ikut hanyut ke sungai. “Ambruknya ruang kelas tersebut terjadi Senin petang, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Apalagi, sekolah juga tidak ada aktivitas selama pandemi Covid-19 ini,” kata AKP Suhartanto, Kapolsek Silo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/